Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 173


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Melisa yang aneh dengan keputusan mendadak suaminya itu tentu Langsung bertanya saat keduanya sudah berada dalam kamar.


"Tumben nyuruh Adek sama Abang liburan berdua?, biasanya gak pernah kaya gitu" tanya Melisa penasaran.


"Siapa bilang berdua, aku tetap awasin mereka, Ra" jawab Reza.


Melisa harusnya tak melupakan itu.


"Abang udah minta ke aku buat lamar adek akhir tahun ini" ucap Reza yang langsung membuat wajah KHUMAIRAHnya itu merah merona.


"Yakin?, Abang mau lamar adek?" tanya wanita itu dengan sangat antusias bahkan ia menggeser duduknya lebih dekat


"Iya, kamu tau kondisi anak kita seperti apa, kan?" lirih Reza dengan suara parau.


Sungguh sakit hatinya jika mengingat semua pesan dokter.


"Masih belum ada donor jantung?"


"Ra, gak semudah itu. Meskipun ada gak sembarangan juga, jantung yang akan di donorkan harus sehat dan bener bener cocok, penyesuaian nya dengan tubuh pun butuh proses yang cukup lama" jelas Reza.


Melisa diam tak menjawab, ia memang selalu tak sabaran jika sudah menyangkut putri kesayangannya itu.


"Usahakan yang terbaik, By. Aku mohon" pintanya yang langsung berhambur memeluk Suaminya.


"Selalu, Ra. Kita selalu berusaha mencari cara untuk kesembuhan Chaca" jawabnya sambil mengusap punggung sang istri yang sudah terisak.


"Gak ada yang lebih menakutkan dibanding kehilangan kalian" tambah Reza lagi


Jika seluruh hartanya bisa di tukar dengan satu jantung yang cocok dengan putrinya tentu ia takan berfikir dua kali menyerahkan dunianya demi senyum sang putri.


***


Langit dan Cahaya yang di beri izin untuk liburan beberapa hari tentu tak menyia-nyiakan hal tersebut, Anak bungsu yang teramat manja di balik rasa sakitnya itu sudah sangat menantikan waktu keberangkatan mereka yang akan di lakukan pada malam hari, entah sudah berapa banyak pesan yang ia kirim pada Langit agar pria itu tak lupa untuk pulang lebih cepat menjemputnya.


"Pokonya aku tunggu dirumah, gak boleh telat, paham kan, Bang!" ucapnya lagi


"Iya, sayang, ini kerjaan Abang sedikit lagi selesai nanti langsung pulang, ok" jawabannya dengan jari tetap bermain di atas keyboard laptop sedangkan ponselnya ia letakan di antara bahu dan telinga.


"Adek tunggu loh"


Langit tersenyum sendiri membayangkannya gadis kecilnya itu pasti sangat gelisah menunggunya, ia akan rungsing pada siapapun yang ada di dekatnya.


Beruntung lah kedua kakak kembarnya yang kini sedang tak berada dirumah setidaknya terhindar dari ocehan Cahaya.

__ADS_1


.


.


Usai menyelesaikan pekerjaan iapun Langsung membereskan semuanya, merapihkan lagi semua berkas yang berserak di meja kaca kerjanya.


Langit meraih jas dan bergegas keluar ruangan namun langkahnya terhenti saat salah satu asistennya sudah berada di depan pintu.


"Maaf, Tuan" Ucapnya sedikit menunduk.


"Ada apa?" Tanya Langit.


"Ada yang ingin bertemu dengan anda sore ini, mereka bilang ini adalah hal yang sangat penting" jelas sang asisten.


"Kamu tau kan kalau saya juga punya urusan yang jauh lebih penting, handle semuanya sampai saya kembali dan jangan hubungi saya selama saya pergi, paham" jawab Langit mengingatkan.


"Baik, Tuan"


Ia kembali meneruskan langkah nya menuju lift khusus untuknya dan para petinggi lainnya.


Kaki panjangnya terus menyusuri jalan sampai ke area parkir tempat dimana mobilnya berada.


Direktur utama itu mulai menyalakan mesin mobilnya, membelah jalan ibu kota yang mulai nampak ramai lancar karna sudah memasuki jam pulang kantor.


Ia sudah sangat tak sabar bertemu dengan Cahaya hatinya.


Kereta besi mewahnya berhenti di sisi mobil Melisa yang sedang terparkir di area VVIP.


DEG..


Pria tampan itu tersentak kaget saat melihat Si bungsu berada tepat di depan mobilnya dengan tangan ia lipat di dada.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Langit bingung.


"Nunggu Abang dong" ucapnya kesal karna bosan menunggu.


"Ya ampun, dek" kekeh Langit yang langsung mencium kening dan dua pipi gadisnya itu


"Abang lama banget" ucap si bungsu dengan ketus.


"Maaf sayang, Abang kan harus selesai in semua kerjaan Abang selama beberapa hari kedepan"


"Hem, ok deh" sahut gadis cantik itu pasrah.


Langit ya tau bahwa kekasihnya sedang merajuk hanya bisa tersenyum simpul, si berjongkok di hadapan sang kekasih.

__ADS_1


"Hahaha, Abang lagi ngerayu aku ya" kekeh Cahaya, tanpa butuh waktu lama ia langsung naik keatas punggung calon suaminya itu.


Dengan rasa sayang yang luar biasa tak perduli sebesar apapun tanggung jawab yang ia pikul saat ini, selelah apa tubuhnya dan Sepenat apa otaknya, Cahaya tetap prioritas utama Langit hanya gadis itu yang selalu membuat ia nyaman setelah beraktivitas seharian.


Ia menggendong gadis itu sampai benar benar masuk kedalam apartemen kedua orangtuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku takan menjadikanmu wanita yang aku rindukan sepanjang waktu, karna akan ku pastikan aku akan selalu bersamamu dalam keadaan apapun.


Hingga mungkin saja hari itu tiba, kamu tetap menjadi yang pertama dan terakhir dalam hidupku.


hadirmu tak kan pernah terganti, karna kamu CahayaLangitku...


💞💞💞💞💞💞💞💞


Tar kalo sakit pinggang neng pijitin ya bang 🤭🤭


sekali-kali Liat gue Napa sih😭😭😭


Jangan berasa dunia milik kalian berdua aja, terus gue ngapain!!


ngiler gitu liatinnya 🙄🙄🙄


Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2