
π»π»π».
"Buuuuuuu.. main yuuuuuuk" teriak Ay di ruang tengah.
"Gak mau!" sahut Bu dengan mata dan tangan fokus pada mainan favoritnya yaitu kubus rubik.
"Kakak mau main, Bu" ajaknya lagi, kini ia sudah ikut duduk di sisi adiknya yang lahir selisih dua menit darinya.
"Gak"
"Kenapa? ayo main, cepetan!"
"Sibuk!" jawabnya singkat padat dan jelas.
Ay hanya bisa menatapnya kesal, punya saudara tapi tak bisa di ajak bermain bersama, tapi ia tak habis akal langkahnya langsung tertuju pada adik bungsunya yang sedang bermain masak masakan dengan mainan baru sebuah kitchen set besar hadiah dari oppanya.
"Beliiiiiiii " Ay kembali berteriak.
"Adek gak jualan kakak" sahut Chaca bingung dengan kedatangan kakaknya yang langsung berteriak.
"Adek jual apa?, kakak beli ya"
"Adek gak jualan, adek lagi masak" sahutnya masih dengan wajah polos
"Jual aja, nanti kakak beli" paksa Ay.
"Enggak, ini punya adek gak boleh di jual".
"Jual!"
"Enggak!"
"Jual gak?" Ay terus saja memaksa kini tangannya sudah berada di pinggang kiri dan kanan nya.
__ADS_1
"Enggak, kakak!!" Si bungsu tetap pada pendiriannya.
"Huaaaaaaaaaaa, mamaaaaaaaaah"
Ay langsung berlari ke arah dapur tempat dimana Melisa berada sedari tadi.
"Apalagi sih?, kenapa nangis" tanya Melisa dengan tangan masih memegang mixer.
"Adek gada yang mau main sama kakak" adunya dengan derai air mata mengalir di kedua pipi bulatnya.
"Kakak ajak mainnya baik-baik dong, jangan paksa paksa terus" kata Melisa memberi pengertian.
"Bu, mainin rubik terus, gak mau main umpet umpet sama kakak, mah" kini tangisnya sudah berubah menjadi isakan kecil karna Melisa sudah memangku nya.
"Ya udah, kakak main sama mama aja ya"
"Main apa, mah?" tanyanya sesegukan.
"Bantuin mama bikin kue, nanti buat di bawa ke rumah sakit" jawab Melisa.
"Kakak sama adek Bu tunggu dirumah ya"
Melisa menciumi pucuk kepala si sulung yang masih harum shampo baby.
****
Usai pemeriksaan kesehatan Cahaya di rumah sakit kini Reza dan Melisa langsung memilih pulang, Karna Si bungsu mulai merengek Karna mengantuk.
"Adek bobo dulu sini, nanti bentar lagi sampe ya" kata Melisa mencoba menenangkan.
"Emang tadi gak tidur siang?" tanya Reza sambil fokus pada jalanan karna ia menambah kecepatan laju mobilnya.
"Enggak, tadi mainan terus, sempet nangis juga tadi rebutan apa tadilah" sahut Melisa
__ADS_1
"Kompor, mah. kakak Ay ambil kompor adek"
"Oh, iya, mama lupa sayang"
"Emang kakak Ay gak di gigit sama kakak Bu?" tanya Reza, kebiasaan si tengah jika sudah merasa terganggu adalah menggigit kakaknya.
"Kakak Bu tadi di kamar, susun susun Lego"
Cahaya terus berceloteh sampai akhirnya ia terlelap dalam dekapan Melisa, dengan botol susu yang hampir habis isinya.
"Sampai kapan cahaya begini, Mas?" lirih Melisa sambil mengusap kepala si bungsu yang berhiaskan jepit kecil berwarna ungu.
"Sabar, Ra, adek pasti sembuh"
"Aamiin"
Sampai di lobby apartment, Reza langsung bergantian menggendong Cahaya untuk menuju lantai tempat tinggalnya, masih di gedung yang sama namun di lantai yang berbeda karna Reza ingin apartemen yang jauh lebih besar dan luas
CEKLEK..
Bocah tampan yang sedang duduk sambil memegang crayon itu langsung menoleh, garis senyum di wajahnya menambah ketampanannya di usia yang menginjak enam tahun
"Bunaaaa"
πππππππππ
Ada yang masih inget sama musuh bebuyutan babang Reza πππ..
Like komen nya yuk ramai kan β₯οΈπ€
NT eror terus, up lamaππ
mampir yuk ke babang Reynard.
__ADS_1
#MenikahiSahabatku