
🌻🌻🌻
BRAKKK
Reza melempar kunci motor barunya di atas meja makan, ada Aby yang sedang membuat kopi disana
"Ambil mobil gue!" titahnya sambil menarik kursi meja makan.
"Dimana?" tanya aby bingung, yang ia tahu semuanya sedang pergi kerumah Bi Sarnah dekat pasar
"Gak tau, gue parkir di depan ruko tutup" jawabnya asal sembari meraih kerupuk dalam toples.
"Ruko kan banyak disini" kata Aby semakin bingung.
"Raaaaaaa" panggil Reza pada istrinya.
"Apa sih, teriak teriak gitu!"
"Mobil aku taro dimana sih tadi, aku lupa!" tanyanya
"Dekat masjid kayanya" jawab Melisa meskipun ia juga ragu.
Aby hanya mengangguk lalu meraih kunci mobil Reza yang tergeletak.
"Abis itu Lo jemput eyang juga ya!" titahnya kemudian.
"Iya, Den" Aby mengangguk lalu menunduk saat Melisa tersenyum padanya.
"Ra, laper!" ucap Reza saat Melisa baru saja ikut duduk disampingnya.
"Mau makan? aku siapin ya"
"Aku mau mie aja"
__ADS_1
"Mas Reza belum makan nasi, tadi pagi cuma makan roti" kata Melisa mengingatkan.
"Aku mau mie, mie nya dua telurnya dua baksonya lima kalau ada sosis Kasihin juga tiga tapi di potong potong aku gak mau kalo sosisnya panjang panjang selonjoran" kekehnya heboh sendiri.
Melisa hanya mencebikkan bibirnya, lalu bangun berjalan kearah meja kompor.
Perkara mie dan teman temannya selesai, Melisa hanya menemani Reza makan sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
Berkali kali ia menolak saat suaminya ingin menyuapinya langsung.
"Kenapa sih, enak tau" kata Reza masih dengan mulut penuhnya.
"Gak, aku kenyang" sahut Melisa malas, kepalanya kina berdenyut sakit.
"Mau apa, tar tinggal bilang Ameera buat sekalian beli pas pulang"
Melisa Kembali menggeleng, ia hanya ingin Reza cepat menghabiskan makanannya agar cepat bisa beristirahat di kamar.
"Udah ah kenyang" Reza menepikan mangkuk besar yang kosong tanpa isi.
"Kamu kenapa, Ra?" tanya reza panik.
"Gak apa-apa, aku ngantuk banget" alasan yang tidak dipercaya suaminya.
"Aku gendong ya"
"Aku masih bisa jalan, ayo " Melisa mengulurkan tangannya seraya meminta Reza untuk memapah tubuhnya yang sangat lelah.
Reza dengan sigap menuntun istrinya, berjalan dengan pelan selangkah demi selangkah sampai akhirnya di depan pintu kamar.
"Aku ambil obat dulu ya" Suara Reza sudah lain, terdengar gusar dan khawatir.
Melisa mengangguk dengan mata yang sudah terpejam.
__ADS_1
"Ra.. Raaa.... Raaaaaaaa!"
Reza mengguncang bahu istrinya dengan semakin kencang saat tak ada respon apapun.
"Hem" ibu hamil itupun akhirnya mengerjap membuat hati Reza sedikit lega.
"Hah! aku gak suka kamu gini bikin aku takut, Ra"
"Maaf, aku tertidur" jawabnya dengan suara sangat pelan.
"Diminum dulu obatnya, baru tidur ya sayang"
Di telapak tangannya sudah ada tiga pil obat yang siap Melisa minum dengan segelas air Putih.
Usai memakan obat tubuhnya dibaringkan lagi oleh Reza sampai mendapatkan posisi ternyaman.
"Jangan kemana-mana, tetap disini, Mas" lirihnya dengan mata hampir terpejam.
"Iya, aku disini, Ra. aku bersamamu" Reza mengusap pipi istrinya Penuh sayang, kini hatinya terasa sakit dengan jantung yang berdegup kencang.
Reza sedang menikmati rasa takutnya.
Tangannya kirinya memeluk Melisa dalam dekapannya, sedang tangan kanannya mengusap-usap punggung Melisa seperti biasanya.
Tak terasa setetes air bening meluncur begitu saja di pipinya, ia tak kuasa menahan rasa sedihnya saat ini.
***Tuhan... jangan buatku memilih salah satunya
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂***
Kenapa bang, cerita sini sama kita kita...
Othor ikutan mewek bang 😭😭😭
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️
bagi votenya juga ya🙏🙏