Suami Dadakan

Suami Dadakan
Extra part 15


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


" Woy... adek gua lagi di apain??"


"Keluar Lo!!"


Reza dengan isengnya menggedor pintu kamar adiknya yang tertutup rapat sambil berteriak meminta Ricko keluar.


"Aw...aw...aw..." jerit Reza saat Melisa menjewer telinga sambil menariknya kedalam kamar mereka.


"Sakit, Ra.." keluhnya sambil mengusap telinganya sampai merah.


"Kebiasaan! suka gangguin adek kalo lagi ada Suaminya"


Reza mendengus kesal lalu melempar tubuh nya ke tengah kasur sambil mengumpat dalam hati.


Melissa yang tau suaminya merajuk langsung datang menghampiri.


"Kenapa sih?, cemberut aja" ucapnya sambil mengusap punggung suaminya yang tidur menelungkup.


"Gak apa-apa" sahutnya pelan, Jauh didalam hatinya ia masih tak bisa menerima pernikahan adiknya dengan Ricko.


"Udah ah, kita pulang yuk, Anak-anak mau nginep katanya"


Reza langsung bangun dari tidurnya, kini mereka duduk berhadapan di atas kasur.


"Nginep?, jadi kita berdua dong!" godanya pada Melisa yang di jawab dengan anggukkan kepalanya.


"Yuk pulang!"


Melisa tertawa melihat suaminya langsung meloncat dari tempat tidur dengan wajah senang dan senyum penuh arti.


"Kita mandi dulu yuk" ajaknya menarik tangan istrinya.


"Nanti aja dirumah, aku males"


"Gak! Ayo mandi, Kita jalan jalan" ucap Reza sambil terus menarik.


"Kemana?" tanya Melisa penasaran.


"Kemana aja, yang penting keluar"

__ADS_1


*****


CEKLEK


"Dek, Abang pulang ya" pamit Langit pada Cahaya saat ia membuka pintu kamar Mitha.


Cahaya mengernyitkan dahinya bingung.


"Kok pulang, kenapa?" Tanya Cahaya, ia langsung menghampiri Langit yang masih berdiri di ambang pintu.


"Iya, Abang gak nginep, besok langsung berangkat ke sekolah dari panti"


"Gak, Abang harus nginep. Kan biasa hari Senin kita berangkat bareng" Rengek dengan memegangi tangan Langit.


"Abang ada perlu nanti malem, gak apa-apa ya" jelas Langit.


"Apa?, kok aku gak tau"


"Abang mau kerumah temen Abang, Abang lupa ada janji sama dia"


Cahaya langsung merengut tak suka.


"Ya udah adek ikut kalau gitu" Langit tau apa yang di pikirkan oleh gadis cantiknya itu.


Langit langsung menarik tubuh Cahaya dalam pelukannya, mencium pucuk kepalanya berkali-kali.


"Abang sayang kamu!" gumamnya pelan, namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Cahaya.


"Aku juga sayang Abang, sayang banget" balasnya sambil mengeratkan pelukannya.


.


.


.


Setelah bersiap dan meminta izin kini Langit dan Cahaya berjalan beriringan menuju garasi. Langit menoleh ke arah gadis cantiknya.


"Mau naek mobil apa motor?" tanya Langit.


"Motor aja, Seru!"

__ADS_1


Langit mengangguk, ia mengambil satu helm berwarna merah muda lalu dipakaika nya di kepala Cahaya, tak lupa ia juga merapihkan jaket yang dikenakan Cahaya agar angin malam tak menusuk tulangnya.


"Udah, let's go!" seru Langit menyalakan mesin motor matic yang biasa di pakainya.


Keduanya membelah jalan ibu kota yang begitu ramai di malam hari, lampu-lampu jalanan yang berjejer terang ditambah dengan lampu kendaraan yang berjalan lambat merayap.


Cahaya memeluk erat pinggang Langit, menaruh dagunya di atas bahu pemuda yang amat di sayanginya itu sedari kecil itu.


"Masih jauh gak?" tanya Cahaya, deru nafas gadis itu sangat terasa di telinga Langit.


"Habis lampu merah depan, ada kompleks terus nyampe deh"


Cahaya mengangguk, ia ikut memperhatikan jalan di depannya meski suara klakson sangat mengganggunya.


Langit menepikan motornya saat sampai di sebuah rumah dengan pagar sebatas dada, Ia turun lalu menghampiri satpam yang berdiri di balik pagar tersebut.


"Malam, pak. Dika nya ada?" Tanya Langit.


"Den Dika Keluar, semuanya lagi kerumah sakit, neneknya masuk UGD" jawab satpam tadi.


Langit terdiam sejenak, lalu mengangguk paham.


"Ya sudah, saya pamit Pak" ucap Langit berpamitan kemudian kembali ke motornya dengan Cahaya yang duduk diatasnya.


"Temen kakak gak ada, kita pulang ya"


Cahaya menggelengkan kepalanya, rugi untuknya hanya keluar sebentar dengan Langit.


"Aku mau jalan jalan, Bang" pintanya bedengan mengedipkan matanya dengan manja.


"Ok...kita main"


Langit kembali menjalankan dengan kecepatan Sedang, menyusuri jalanan tanpa arah dan tujuan.


.


.


.


Maaf.. Abang belum bisa bahagiain kamu, Cha...

__ADS_1


Doakan Abang bisa mempertahankanmu hingga akhir


__ADS_2