
🌻🌻🌻
REZA
****
Turun dari pesawat pribadinya Reza langsung disambut oleh seorang supir perusahaan yang di tugaskan untuk menjemputnya di bandara, pria paruh baya bernama Damar yang berpakaian serba hitam itu sudah berdiri di sisi kanan sebuah mobil sedan mewah berwarna putih.
"Selamat pagi, tuan" sapanya sopan sebelum membuka pintu bagian belakang.
"Pagi, pak" sahut Reza sambil masuk kedalam mobil, ia langsung menyandarkan tubuhnya dengan mata terpejam, bayangan istri dan ketiga buah hatinya langsung terlintas di pelupuk matanya yang tertutup rapat.
"Apa langsung di antar ke Hotel, tuan?" tanya pak Damar sambil menatap Reza lewat kaca spion.
"Hem.." jawabnya tanpa mengatakan apapun.
Mobil langsung berjalan dengan kecepatan sedang menuju sebuah hotel bintang tiga di pinggiran kota kecil, jaraknya yang lumayan jauh dari bandara ditambah jalanan yang rusak membuatnya lebih memilih beristirahat, mengingat semalam ia hanya bisa tertidur dua jam sebelum bersiap untuk kepergiannya ke kota X.
Setelah memakan waktu lebih dari tiga puluh menit akhirnya mobil masuk ke area halaman sebuah Hotel.
"Tuan, sudah sampai" kata pak Damar setelah menepikan mobil mewah tersebut tepat di depan pintu lobby Hotel yang hanya memiliki delapan lantai.
"Ah, iya"
Reza pun langsung turun dari mobil setelah pak Damar membukakan pintu untuknya.
"Terima kasih" ujarnya.
Reza berjalan santai menuju Lift setelah menerima sambutan dari pihak Hotel yang akan ia tinggali selama dua hari ini, kedatanganya sungguh menjadi suatu kehormatan bagi pemilik Hotel mengingat ini adalah sebuah kota kecil di tengah pulau yang jarang sekali di datangi orang-orang penting kecuali wisatawan lokal.
TRIIIIING..
Pintu Lift terbuka tepat di lantai enam dimana kamar Reza berada, dengan di temani seorang pria yang berpakaian layaknya office boy.
"Baru jam sembilan" gumamnya saat melihat jam di pergelangan tangannya.
"Masih ada waktu istirahat sedikit sebelum ke lapangan"
Baru beberapa detik ia memejamkan matanya di tengah ranjang yang berukuran sedang, rasa lapar mulai menggoda isi dalam perutnya yang baru terisi kentang goreng, roti isi telur dan segelas kopi yang ia beli di bandara tadi.
DDRRRRRRTTTT....
Reza langsung meraih benda pipih itu di dalam saku celananya, dilihatnya nama Viana, sekertaris cantiknya di kantor.
" Hallo.. Vi"
__ADS_1
" Maaf, pak saya baru menerima info kalau pertemuan di undur sampai jam makan siang" ujar Viana di sebrang sana
" Kenapa mendadak di undur?, ada masalah?" tanya Reza mulai emosi.
"Ada kecelakaan kecil, pak" jawab Viana, jika saja bosnya ada di hadapannya saat ini sudah bisa ia pastikan setajam apa sorot mata Presdirnya itu saat menahan kesal.
"Ya, sudah! tapi pastikan semua tepat waktu jangan sampai di undur lagi" balas Reza yang langsung menutup teleponnya tanpa menunggu Viana menjawab lebih dulu.
Ia hanya mendengus kesal sambil menutup wajahnya dengan bantal, tawa Bu, jeritan Ay juga senyum Chaca berputar di otaknya, tak lupa wajah cantik sang istri yang akan berkali kali lipat terlihat lebih cantik jika sedang sibuk mengurus ketiga buah hatinya.
Papa kangen kalian.. baru juga beberapa jam tapi udah Serasa setahun.. kekehnya merasa lucu sendiri dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Rasa lapar benar-benar tak bisa lagi ia tahan, waktu makan siang pun masih ada beberapa jam lagi dari sekarang, maka itu ia lebih memilih keluar dari hotel untuk mencari makanan di luar karna ia sudah bisa menebak makanan seperti apa yang di sediakan oleh pihak tempatnya menginap itu.
**
"Pak, aku mau kunci mobil" pinta Reza pada pak Damar saat sedang menikmati segelas kopi ditangannya.
"Mari saya antar, Tuan" jawab pak Damar yang langsung menaruh kopinya diatas meja kecil.
"Gak usah, biar saya bawa sendiri nanti sebelum jam makan siang saya sudah
kembali" sahut Reza Sambil meraih kunci mobil mewahnya dari tangan pak Damar.
"Baik, kalau begitu, tuan"
Reza langsung masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya, membelah jalan raya yang masih lengang karna cuaca sedikit mendung.
Dengan kecepatan sedang ia terus menginjak pedal rem sambil memutar stir mobilnya matanya terus sibuk melihat ke setiap sisi jalanan berharap bisa menemukan makanan yang bisa mengundang seleranya.
hampir satu jam ia melajukan kereta besinya tanpa terasa kini ia berada di ujung kota.
"Wih, gue jauh banget kayanya nih cari makan doang" gumamnya sambil terus fokus pada jalan didepannya.
Tak lama akhirnya ia melihat kedai dengan bacaan rumah makan yang menampilkan gambar menu makanan ala rumahan.
"Gada tempat parkirnya sih!" gerutu Reza saat menepikan mobilnya.
Tok tok tok
Reza langsung menoleh dan membuka kaca mobilnya terlihat seorang pemuda tanggung bertopi hitam tersenyum padanya.
"Kalau mau mampir bapak bisa parkir di halaman mesjid" ucapnya tanpa lebih dulu bertanya pada Reza
"Iya, terimakasih" sahut Reza dengan sedikit mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
Kembali ia menyalakan mesin mobil dan langsung menjalankan nya menuju halaman mesjid seperti apa yang di katakan pemuda tanggung tadi padanya.
"Mau makan aja ribet banget, tau gitu makan di hotel" sungutnya kesal.
Sampai di halaman mesjid ia bergegas keluar dari mobil berjalan sekitar sepuluh menit untuk sampai di rumah makan yang tadi sempat ingin ia singgahi.
"Mau pesan apa, pak?" tanya seorang ibu muda sambil menyodorkan buku menu.
"Sate aja sama lontong" jawabnya setelah melihat isi dari buku tersebut.
"Baik, minumnya?" tanya si ibu lagi yang mungkin adalah seorang pelayan.
"Es jeruk sama air putih aja"
Si ibu hanya mengangguk tanda paham lalu pergi setelah mencatat semua pesanan Reza.
Niat hati ingin menghubungi sang istri dirumah sambil menunggu makanannya datang pun urung ia lakukan saat tak ada sedikitpun sinyal di ponselnya.
Reza kembali menggerutu di dalam hatinya menahan jengkel.
Usai menghabiskan semua makanan ia pun langsung melakukan transaksi, setelah itu kembali berjalan menuju area masjid tempat mobilnya terparkir.
Tiap langkahnya ia isi dengan terus mencoba menghubungi nomer Melisa, berharap mendapatkan sinyal walau hanya sebentar.
"Hallo, Raaaaa" sapanya saat panggilannya tersambung walau sedikit putus putus.
"Iya, By" jawab pujaan hatinya yang langsung membuat Reza tersenyum kecil.
"Aku kangeeeeeeeen" godanya sambil terkekeh namun ucapan itu memang benar adanya, ia sedang merindu saat ini
BRRAAAAAAKKKKKKK
Gelap... sakit.. perih..
suara riuh teriakan beberapa orang saling menyahut begitu menggelitik telinga Reza sebelum ia menutup matanya...
⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡***
Sini bang, othor empok empok kalo mau bobo tapi janji gak boleh lama lama ya, kasian orang rumah nungguin, tuh anak mau motong embe bentar lagi, abis itu kan bisa Piknik lagi.
Like komen yuk ramaikan tapi abis itu othor minta kalian mampir ya ke lapak nya babang Reynard.. kmren sempet post taunya baru tadi siang di ACC sama admin NT 🙄🙄
yuk kepoin cinta segitiga nya..
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Menikahi Sahabatku, di sini dapat lihat: http://h5.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1113431&\_language\=id&\_app\_id\=2
__ADS_1