
🌻🌻🌻
Seminggu berlalu.
Melisa benar benar membuktikan ucapannya ia selalu membawakan makan siang dan akan tetap berada di kantor sampai jam kerja suaminya selesai, begitu pun dengan hari ini ia masih bersandar di sofa panjang usai makan siang yang ia bawa dari rumah.
"Ra, aku meeting sebentar ya" ucap Reza yang menutup layar laptopnya lalu berjalan menghampiri Melisa.
Di ciumnya kedua pipi gembil sang istri sebelum ia keluar dari ruangannya.
Ibu hamil itu masih fokus pada layar ponsel yang memutar video seputar kehamilan.
Usia kandungannya kini menginjak hampir lima bulan dan seminggu belakangan ini ia menjadi sosok ibu hamil sungguhan pada umumnya, makan banyak meminta ini dan itu belum lagi mood yang langsung berubah drastis bahkan sudah tiga malam ini ia menangis tiba-tiba saat tengah malam tanpa sebab membuat sang suami sangat kebingungan. untunglah cinta dan otak Reza selalu berjalan beriringan ia akan mengeluarkan kata2 rayuannya untuk menenangkan sang istri agar kembali tenang dan keduanya bisa istirahat lagi.
"Loh, ngapain, Ra?" tanya Reza tiba tiba langsung memeluk Melisa dari belakang yang sedang berdiri di depan jendela besar.
"Aku pegel, punggung ku panas" jawabnya dengan mata lurus menatap pada gedung-gedung lainnya yang tak kalah tinggi dengan perusahaan Rahadian grup.
"Istirahat di kamar ya"
Melisa mengangguk, ia memutar tubuhnya lalu mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami tak butuh waktu lama kini bibir mereka sudah saling menyatu bukan hanya itu tangan jahil suaminya kini sudah berpindah pindah sesuai keinginanannya, tubuh melisa yang lebih berisi membuat Reza lebih gemas dan lebih sering menjamahnya.
_______
"Mas, aku mau es lemon" pinta Melisa yang masih berbaring dibalik selimut tebal guna menutupi tubuh polosnya yang tanpa sehelai benangpun.
"Iya, nanti aku pesenin" jawab Reza sambil memakai kembali kemejanya.
Pergulatan Panas ternyata membuat Melisa terlelap sebelum permintaannya datang.
"Malah tidur, tadi pengen es" ujar Reza yang sudah duduk ditepi ranjang, mengusap kening sang istri yang masih ada sisa keringat cinta mereka.
__ADS_1
"Aku mencintaimu" bisiknya lalu mencium sekilas bibir ranum yang sedikit terbuka menandakan ia sudah terbang ke alam mimpi.
Reza kembali ke meja kerjanya, duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan ballpoint di tangannya otaknya sedang berfikir tentang perkataan dokter Rissa masalah kandungan sang istri.
Semoga semuanya baik baik aja, aku akan lakuin apapun demi kamu juga anak kita, Ra!
Aku gakan sanggup tanpa kalian.
Reza menyandarkan kepalanya di punggung kursi dengan mata terpejam, mencoba mengalihkan fikiran terburuknya.
CEKLEK..
Reza menoleh, dahinya mengkerut saat melihat siap yang datang tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
"Hai, Za" sapa Renata.
"Mau apa?" tanya Reza malas, bahkan masih duduk enggan menghampiri.
"Pergilah kemanapun kamu mau, bukan urusan ku" kata Reza santai bersikap cuek.
Renata menghela nafasnya dalam-dalam, dalam hati ia sedang mengutuk pria di hadapannya itu.
"Aku masih menunggumu, jika kamu mau berpaling" ucap Renata sambil berdiri.
"Aku? padamu? hah, buat apa!" Reza terkekeh dengan penawaran wanita itu.
"Za, aku lebih cantik dari istrimu" Renata mencondongkan tubuhnya, jelas dua buah gundukan daging kenyal itu di depan mata Reza.
"Gue gak cari yang cantik, tapi gue mau yang sopan dan juga punya urat malu" tukas Reza menatap tajam kedua mata Renata.
"Mas!"
__ADS_1
Melisa terkejut dengan apa yang ia lihat, dimana sang suami dihadapkan oleh perempuan dengan posisi tak senonoh.
"Sayang, udah bangun" kata Reza, ia langsung bangun dan menghampiri sang istri yang nampak sedikit berantakan karna baru bangun dari tidurnya.
"Iya, aku kira kamu ikut tidur juga"
"Gak sayang, kamu kenapa bangun?" Kini wanita hamil itu sudah berada di dalam pelukannya.
"Aku lapar. Oh , iya Mas, dalaman aku mana ya?" tanya Melisa dengan suara sedikit keras.
"Emang gak ada, duh aku lupa tadi di lempar kemana?" sahut Reza pura pura berfikir.
"Kamu kebiasaan, kalau buru buru gitu" kata Melisa mencubit dada suaminya.
Renata yang mendengar dan juga melihat langsung drama pasang suami istri itu langsung menghentakkan kakinya dan pergi.
"Kamu beneran gak pake Daleman?" tanya Reza penasaran.
"Iya, kemana coba?" nada manjanya kini berubah galak.
"Masa sih?, coba aku liat sini" Reza menggoda sang istri dengan mencoba menyingkap dressnya..
"Ih, apaan sih, dingin ah". jawab Melisa yang terus menghindar..
"Sini aku angetin lagi, hahaha"
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
besok othor pasangin paku ya bang, biar bisa di cantolin jadi tuh bini gak sibuk nyari Dalaman Mulu 🤭🤭🤭🤭....
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1