
🌻🌻🌻🌻🌻
Jalan itu pake kaki, bukan pake mata sayang!
Gadis yang berdecak pinggang itu tentu tak terima dengan jawaban yang diberikan pemuda dihadapannya itu.
"Hey.... Lo!!"
"Apa?, mau marah?" tanya Ay sambil menyingkir kan telunjuk si gadis dari depan wajah tampannya.
"Gak jelas!"
Air membalikan tubuhnya untuk meneruskan langkahnya menuju kamar rawat inap sang mama.
CEKLEK
"Mama.... mama kakak" panggilnya pelan, ia takut Melisa sedang istirahat.
"Mama disini sayang" tangan yang terpasang selang infus itu sudah siap memeluk anak manjanya.
"Mama nakal, gak bilang kakak kalau sakit"
Air langsung berderaian air mata dalam pelukan Melissa yang masih sama hangatnya walau wanita itu dalam keadaan Lemah.
"Mama sakit lagi sih, pasti capek ya?" tanya si sulung yang kini sudah duduk berhadapan dengan mamanya.
Belum Melisa menjawab,. dua anaknya yang lain datang dengan sedikit berlari untuk memeluknya.
"Maaaaaah, jangan gini lagi" Lirih Bumi setelah mengurai pelukannya.
"Adek aja yang sakit, mama jangan" timpal Cahaya begitu lirih.
"Kamu gak boleh ngomong gitu, kita semua harus sehat" balas Bumi.
keempatnya kini saling berpelukan, tentu tubuh Melisa yang kecil dan langsing itu tenggelam diantara tubuh tinggi ketiga anak-anaknya.
.
.
.
"Wah... ada drama apa nih?"
__ADS_1
Reza yang baru datang dari ruangan dokter sungguh bahagia melihat wanita yang amat ia cintai di limpahi kasih sayang oleh ketiga buah hati mereka.
"Papa...." si bungsu kini beralih pada Reza, gadis delapan belas tahun itu justru semakin manja saat Langit tak ada.
"Udah dari tadi datengnya?" tanya Reza.
"Aku dong yang nyampe duluan!" jawab Air dengan bangganya.
"Yee.... iyalah kakak kan bawa motor, pasti cepat banget" Selak Cahaya.
"Jangan ngebut kak, mama tuh takut, tiap hari mikirin kamu!" ucap Melisa sambil mengusap punggung anak kesayangannya.
"Oh.... jadi kamu sakit begini gara-gara mikirin kakak?, darah tinggi kamu sampe kambuh?" ucap Reza yang menatap tajam Air..
.
.
"Kabur aaaaahhhhh!!!!
Air langsung keluar dari kamar rawat inap mamanya, tak perduli meski Reza memanggil ia tetap berlari. baginya kini ia Sedang mencari aman dari pada harus di hukum dengan hal konyol seperti biasanya.
BUGH....
"Lo kalo suka bilang, jangan pake nabrak!"
Kalimat umpatan yang sama mereka lontarkan tanpa sengaja membuat keduanya tersentak kaget.
"Lo ngapain ikutan gue ngomong?" oceh si gadis.
"Gue?, ngikutin Lo! sorry morry roti rasa strawberry ya!" ejek Ay sambil mencebikkan bibirnya tak suka.
"Kenapa?" Lo laper ya, sampe bawa-bawa roti segala?"
"Iya, gue pengen makan bibir Lo tuh yang kurang ajar pake banget!" sungut Ay yang semakin kesal, baru kali ini seumur hidupnya ada gadis yang berani padanya dan entah kenapa Air justru merasa tertantang meladeninya.
"Berani Lo?"
"Hahaha, modelan cewe kaya Lo mah gue colek dikit juga jerit jerit gak jelas!" Air tertawa mengejek gadis di hadapannya yang sedang menahan kesal.
"Lo remehin gue!" sentaknya semakin marah.
"Iya, kenapa?, gak suka lagi?"
__ADS_1
"Mulut lo kaya cewe banget!"
"Dari pada Lo!, Cewek kok gada manis-manisnya kalah banget sih Lo sama air mineral" kekehnya sambil terus mengejek.
Gadis itu langsung mendorong tubuh Air sampai pemuda tampan itu mundur dua langkah
"Berani Lo?" Air yang kesal akhirnya menaikan nada bicaranya.
"Beranilah.. emang Lo siapa sampe gue harus takut?"
"Gue cucu pemilik rumah sakit ini!" jawabnya penuh penegasan.
DEG....
Gadis itu menelan Salivanya kuat-kuat, berharap apa yang di dengarnya itu omong kosong belaka.
"Kenapa?, kaget ya?"
Air berkata sambil terus berjalan mendekat semakin dekat dan akhirnya...
.
.
.
.
.
.
.
"Hujan... ibu cariin dari tadi!!"
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦***
Kirain bakal kenalan terus maen gombal gombalan kaya biasanya, eh taunya malah berantem 🙄🙄🙄
Awas kak
Nanti...........
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan.