
🌻🌻🌻
Reza tak menghiraukan larangan dokter Rissa untuk masuk, ia tetap menerobos dengan paksa meski ada dua perawat di balik pintu.
"Raaaa..."
"Bangun, sayang" bisiknya lirih di telinga sang istri yang terpejam, wajahnya tetap cantik walau terlihat pucat.
"Kenapa? ada apa dengannya?" tanya Reza menatap dua dokter secara bergantian.
"Tekanan darahnya sangat tinggi" jawab salah satu dokter.
"Lalu?" tanya Reza lagi seakan tak puas dengan jawaban yang ia dengar.
"Kami akan menunggu sampai pasien sadar"
Reza kembali menatap wanitanya, ia tak perduli pada dokter yang akhirnya berpamitan keluar setelah mendapat kode dari dokter Rissa.
"kenapa, Ca?" Reza bertanya tanpa menoleh
Dokter cantik itu menghela nafas, ia berdiri di sisi Melisa bersebrangan dengan Reza
"Udah gue bilang, masalahnya cuma di tekanan darahnya aja"
"Bayinya?" tanya Reza, kini matanya menatap tajam kearah dokter Rissa.
"Sejauh ini aman, tapi kalau hal ini terjadi lagi gue gak bisa jamin" ucap Rissa.
__ADS_1
"Ayo sadar sayang, aku disini" lirih Reza, genangan air bening sudah bertumpuk di sudut matanya.
Reza mengusap terus pipi gembil itu, sambil memohon agar kedua mata istrinya cepat terbuka dan bisa melihatnya lagi.
"Apa yang kamu fikirin sampe kaya gini" gumam Reza tak habis pikir.
"Gimana, Za?" Tanya mama yang mulai mendekat.
"Tunggu sadar, Mah"
Mama kembali terisak, tangannya kini meraba perut menantunya yang membuncit.
"Ayo semangati ibumu untuk sadar" ucap mama tepat di perut Melisa.
Reza yang melihat mamanya semakin terenyuh, dadanya kian sesak secara mendadak.
"Demi anak kita, Ra ayo bangun"
"Nyonya, saya pamit pulang" bisik eyang.
"Iya, temani Ameera dirumah, Eyang" kata mama lalu memeluk wanita tua itu
"Doakan menantuku, eyang" bisik mama.
"Pasti, nyonya, Nona akan segera sadar dan kembali tersenyum" jawab eyang Sebelum ia mengurai pelukannya.
Eyang menghampiri Reza, bayi yang dulu menangis di dekapannya kini menangis di sisi istrinya.
__ADS_1
"Eyang pulang, Nak"
"Iya, eyang. Hati hati dijalan dan terima kasih"
Eyang hanya tersenyum sambil mengusap kepala Reza, anak laki-laki yang sering merajuk padanya dahulu.
"Mah, kalau pulang gak apa-apa, papa juga baru datang, aku yang akan jaga Melisa"
"Mama disini, Za" tolak mama, ia memang sangat khawatir.
"Mah, Kalian harus istrirahat"
"Baiklah, kami pulang. Langsung kabari mama dan papa jika terjadi sesuatu" ucap papa yang akhirnya berdiri bersama mama.
"Mama harap jika mama datang lagi kamu sudah sadar, Nak" lirih mama di telinga Melisa.
"Kamu juga istirahat ya" pesan mama, akhirnya pasangan paruh baya yang terlihat letih berpamitan untuk pulang, tinggal Reza sendiri bersama sang istri yang masih enggan membuka mata.
Reza masih duduk di kursi sisi brankar dimana Melisa terbaring lemah tak berdaya, matanya tak lepas menatap wajah yang kini tanpa senyum.
Sesekali ia menyeka air matanya, sambil mengusap perut dimana sang buah hati berada.
"Aku tau kalian kuat, ku mohon jangan menyerah sampai disini, bertahanlah sampai waktunya" lirih Reza sedih, ia tak bisa membayangkan jika harus kehilangan salah satunya.
"Za, bisa ke ruangan gue yuk, ada yang mau gue sampein soal Melisa"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
jangan bisik bisik ya dok, kita juga mau tau kan 😂😂😂
Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️❤️