Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 131


__ADS_3

🌻🌻🌻


TRIIIING


Bunyi lift sangat menggelitik di telinga si bumil namun menjadi candu juga untuknya, ada senyum terukir jelas di sudut bibirnya saat ini.


"Ra,"


"Eh, iya. apa Mas?" jawabnya kaget.


Reza yang tak kuat menahan tawa akhirnya hanya berdehem pelan, ia memalingkan wajahnya sekilas.


"Ponselku di kamar deh kayanya ketinggalan, kamu naik lagi ya tolong ambilin" titah Reza.


"Siap, bos!" sahutnya dengan riang.


Reza tergelak saat pintu lift kembali tertutup, untung otaknya cepat mencari alasan agar istrinya bisa menikmati lift barunya itu lebih lama.


"Dapet lift aja senengnya kaya gitu, itu ngidam apa nora, bingung gue, ckckck, UPS!"


(Gue bilangin Lu bang, siap2 puasa 100 hari)


**


"Mana istrimu?" tanya mama.


"Lagi mainin lift" jawab Reza sambil terkekeh.


"Ada lift dirumah nanti dia gak mau kalau kamu aja ke kantor, Za"


"Gak apa-apa, kasian juga perutnya makin besar, aku mau peluk aja susah sekarang kalo gak dari belakang ya dari samping"


"Kamu tuh, masih aja mikirin begitu. Sabar dua bulan lagi" mama menepuk bahu anaknya sambil berlalu.


"Ini ponselnya, Mas" Melisa menyodorkan benda pipih itu kearah Suaminya.


"Makasih Sayang, kamu ambil ponselku di kamar apa di Arab? lama banget" kata Reza sambil meraih benda itu.


"Di Arab, aku tadi maen dulu sama Onta makanya lama!" dengus Melisa kesal, namun membuat Reza terkekeh gemas.


"Makan, Ra. Laper"


"Iya, aku siapin dulu ya"


Melisa yang belum sempat duduk akhirnya menyiapkan sarapan pagi untuknya dan suami, hanya mereka berdua karna yang lain sudah lebih dulu.


"Assalamualaikum"


Terdengar salam dari arah pintu utama.


"Kayanya udah pada dateng, Mas. kamu sih kelamaan ciumannya"


"Uhuk, Uhuk!" reza yang kaget dengan ucapan istrinya akhirnya tersedak.


"Ih, pelan pelan dong" Melisa memberikan satu gelas air putih pada Rezayang masih terbatuk-batuk.


***


"Assalamualaikum" salam dari beberapa ibu-ibu yang sudah berdiri rapih di hadapan Reza dan Melisa.


"Waalaikum salam" jawab keduanya sambil tersenyum ramah.


" Selamat pagi, perkenalkan kami dari perkumpulan ibu ibu dunia nyata"


Melisa dan Reza saling pandang.


"Kita di dunia halu, Mas. gak apa-apa asal jangan dari dunia ghaib aja yang dateng"


"Saya ketuanya disini, nama saya Ambu Eva panggil aja Ambu" wanita bercadar itu mengulurkan tangannya kepada Melisa, namun hanya menangkup kan tangannya saat menyapa Reza.


"Saya bawa pasukan, ini ada Mak Ida, mak Dhea, Mak Ratih, Mak Nasira, Mak Nana, Mak Lia, Mak Julia, mak Rere, Mak Arun, Mak Dini, Mak Malda, Mak sua, Mak Julian ada bunda sama ibu norma juga"


Melisa dan Reza hanya mengangguk sambil melihat satu persatu semua emak emak yang diperkenalkan tadi, dengan busana yang sama gamis panjang berwarna peach membuat semua terlihat elegan.


"Ambu, kita boleh salaman gak?" bisik Mak Ratih.


"Ngke heula atuh ih (nanti dulu)" sahut Ambu.


"Mak Ida, masih nafas kan?" kata Mak Dini sambil menyenggol lengan.


"Ada juga Mak Dhea tuh yang gak gak kedip kedip liatin babang Reza" ledek Mak Lia.


"Omegot, aku silau liatnya" kekeh Mak Julia.


"Ish, kalian ini sangat memalukan" ucap Mak Nasira yang langsung mendapat cibiran dari yang lainnya.


"Tuh kaya Mak Nana dong kalem" unjuk Mak

__ADS_1


Sua.


"Yawloh, aku tuh gemetaran ini aslinya" sahut Mak Nana.


"Gemetaran laper itu sih" kekeh mak Dhea.


"Ah, iya masuk dulu ya, duh kenapa ini pada depan pintu" ajak Melisa kemudian.


"Iya, gak baik buat kita kita depan pintu, nanti ada yang Lamar gak jadi katanya" seloroh Mak Rere yang membuat semuanya tergelak.


"Ra, itu ibu ibu rame banget ya?" bisik Reza sambil berjalan keruang tamu, sudah banyak ibu ibu lainnya yang sudah berkumpul.


"Iya, sampe kandangnya aja dipisah khusus buat mereka kata authornya"


*******


Acara pengajian dengan lantunan doa kini usai sudah, saatnya semua tamu menikmati jamuan serta makan siang yang sudah di siapkan oleh tuan rumah.


makanan khas dari berbagai daerah sudah berjejer rapih di meja panjang entah ada berapa puluh piring besar yang ada di sana.


"Ngantri yang rapih" pesan Bu Norma pada pasukan di belakangnya, semuanya kompak mengacungkan jempol.


"Mak Dhea, nanti ambil banyakan ya kita berdua" bisik mak dini.


"Ogah, aku mau ambil sedikit sedikit tapi banyak" jawabnya sambil terkekeh.


"Ini segini banyak makanan tapi gak ada kerupuk ya? tau gitu mah bunda nyumbang kerupuk tadi" oceh si bos kerupuk sambil geleng-geleng kepala.


"Ish, eta si bunda cepet majulah" kata Mak Ratih di belakangnya.


"Jangan ribut," Mak Arun yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya juga, membuat yang lain menoleh kearahnya yang berada di urutan belakang.


"Mak Ida ngambilnya dikit banget, diet apa malu" goda Mak Julia.


"Bungkuuuuuuus, Maaaaaak" sahutnya.


"Aseeeeeeek!!!" jawab yang lain..


"Keresek aman kan?"kata Mak Julian


"Karung mana karung, masukin aja deh kedalam tas,"


Gelak tawa mengiringi para emak emak sambil menikmati makanan mereka.


Hanya lelucon yang selalu mereka lontarkan kapanpun dan di manapun.


"Alhamdulillah, Ambu" jawabnya berbarengan.


"Hayang gogoleran euy (pengen tiduran)" kata Mak Lia


"Sok kabiasaan, tapi he'eh sih aku geh, haha (suka kebiasaan, tapi iya sih aku juga)" sahut Mak sua.


"Makanya sebelum makan itu yang dibaca doa makan bukan doa tidur" ucap Mak Dhea.


"Aku baca ayat kursi loh, Mak" kata Mak Ida menyahut.


"Kok bisa?" tanya semua Bingung.


"Iya, biar setan gak ikut makan bareng aku, sendiri aja sering khilaf nambah terus, hehehe" jawabnya malu malu.


"Huuuuuuuuuuuuuuuuuu" paduan suara pun keluar.


"Sudah sudah, mari pamit" ajak Bu Norma.


"Ih, era teu?" ujar bunda


"Gaskeeuuuuuuun" sahut Mak Dini.


Mereka pun bangkit dari duduknya, merapihkan kembali gamis yang dikenakan.


"Loh, mau pada kemana, udah di cicipi belum?" tanya mama yang datang menghampiri.


"Sudah, Ibu, terimakasih banyak jamuannya" jawab Ambu.


"Saya yang seharusnya berterima kasih, karna sudah datang dan mendoakan menantu juga cucu saya"


"Sama sama ibu, kami mau pamit"


"Ah, iya tunggu sebentar, saya panggil kan Reza dan Melisa"


"Yes," ujar Mak Rere kegirangan.


"Napa, Mak?" tanya Mak Nasira.


"Aku mau salaman sama babang" kekehnya.


Reza datang menghampiri sambil menggandeng istrinya, senyum bahagia tak lepas dari wajah keduanya.

__ADS_1


"Kami pamit pulang dulu"


"Iya, terima kasih sudah datang maaf jika jamuan kami kurang berkenan" kata Melisa.


"Ini sudah lebih dari cukup" jawab Bu Norma, wanita paruh baya berkaca mata.


"Sekarang boleh?" tanya mah Ratih lagi pada Ambu


"He'eh lah sok, Ambu mah gak salaman"


"Nuhun nyah Ambu, duh ini tanganku bau gak ya?" gumam mak Ratih.


"Cepetan lah," oceh Mak Lia dibelakangnya.


"Bang, saya pamit dulu ya gak usah di anter gak apa apa" kekeh Mak Ratih.


"Wah, baru mau saya sewain odong odong" jawab Reza tak kalah terkekeh.


"Kirain mau di anterin pake pesawat jet" sungut Mak Dhea.


"Mari, bang" kata Mak Lia, kalem jual mahal.


"Pamit ya bang Reza, gak mau pesen apa gitu sama aku?" goda Mak Dhea.


"Hah?" Reza bingung.


"Oh, iya Hati hati di jalan ya" pesan Reza.


"geser geser" usir Mak Dini.


"Aku pulang ya bang," ujar Mak dini lagi.


Reza hanya mengangguk dan tersenyum.


"Bang, gak mau pulang sebenarnya, tapi durasi udah lebih dari 1 K kata othor, gimana dong?" tanya Mak Ida sedih.


"Weeeey, antrian masih panjang nih" Teriak ma Julia saat mak Ida masih menjabat tangan Reza.


"Dilarang merusak kebahagiaan orang lain, Mak" dengus Mak Ida kesal.


"Terima kasih ya, bang" kata Mak Rere dengan satu kedipan matanya, membuat Melisa terkekeh karna Reza langsung mengulum senyum.


"Nanti undang kita lagi ya bang" ujar mak Arun, fans berat LESLAR.


"Iya, nanti kalau ada acara kita undang lagi" sahut Reza.


"Bang, pulang ya aku seneng banget ih" Mak Nana senyum senyum dengan tangan tak ingin lepas.


"Iya, hati hati dijalan"


" Bang, gada acara tambahan gitu, aku masih betah loh" pinta Mak julia saat sudah dihadapan Reza.


"Duh, si kasep bunda pulang ya, takut Si ayah nyariin hehe, kalau butuh kerupuk bisa order ke bunda ya, mau bentuk lope juga nanti bunda bikinin spesial" kekeh bunda, juragan kerupuk.


"Haha, iya, nanti saya order" jawab Reza, ia merasa lucu dengan semua tingkah mereka.


"Bang, saya pamit ya maaf kalau temen-temen saya malu-malu in begitu" unjuk Mak Nasira pada semua pasukan.


"Gak apa apa, semuanya lucu kaya semut"


"Ibu pamit ya, di jaga istrinya dengan baik" pesan Bu Norma.


"Bang, pulang ya, aku lelah" kata Mak Sua.


"Lelah kenapa ya?" tanya Reza bingung.


"Lelah mendambakan mu," sahut mak Sua.


"Eeaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak pasukan berbarengan.


"Pamit ya bang, jangan kapok undang kita" kata Mak Malda dan Mak Julian di urutan terakhir.


Usai berpamitan, semuanya bergegas pulang namun baru beberapa langkah, Reza sudah berteriak.


"Tunggu!!!" panggil Reza.


"Anak ayam.... I love youuuuuuu"


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Bentuk ucapan terima kasihku selama 6 bulan ini adalah memasukkan kalian para anak ayam di satu bab ini.


mungkin itu gakan cukup sebenernya, tapi nama Kalian akan selalu ada disini..


Makasih banyak..


lopeyuuuuu❤️

__ADS_1


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN ♥️🤗


__ADS_2