Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 197


__ADS_3

🌻🌻🌻


"Ready?" tanya Reza saat semuanya sudah masuk kedalam mobil untuk mengantar langit menuju sekolahnya.


"Ready, papaaaaaa" sahut Air dan Cahaya, Langit hanya tersenyum simpul sedang kan Bumi hanya diam seperti enggan menjawab


"Adek mau sekolah kapan, mah?" tanya si bungsu pada Melisa.


"Nanti ya kalau kalian udah empat tahun"


"Syekarang N'Da boleh?" tanyanya lagi.


"Kan sebentar lagi itu juga, sabar ya" Melisa mencium kedua pipi putih Cahaya, putri kesayangannya.


"Abang nanti udah besar mau jadi apa?" celoteh Ay yang duduk di kursi belakang sendirian.


"Apa ya?, Abang cuma mau jagain kalian semua" jawab Langit sambil menoleh ke belakang karna posisinya yang duduk di tengah bersama Bumi.


"Karna Abang itu Langit?" kata Ay serius.


"Karna Abang itu luas, bisa peluk kita semua iya kan?" Bu tersenyum kearah Langit, bocah SD itu pun langsung mengusap kepala Bu dengan lembut.


"Idiiiiiih, Bu ngomongnya banyak, hahahaha" ejek Ay yang langsung membuat Bu menatapnya tajam.


"Kakak gak boleh gitu" kata Reza sambil meliriknya lewat kaca spion mobil


"Bu,kan biasanya kalo ngomong cuma satu, Pah. Apalagi kalo ngomong sama kakak cuma bilang Berisik doang, iya kan Bu?"


"Iya, kakak itu berisik!" sahut Bu yang sudah melempar pandangannya ke luar jendela.


Cahaya dan Melisa hanya asik saling berbisik, entah apa yang keduanya bicarakan sampai membuat Reza harus berkali-kali melirik kearah dua wanita pujaannya itu.


.


.


.


"Udah sampe nih"

__ADS_1


"Kakak mau ikut masuk" pinta Ay .


"Jangan, Abang udah mau masuk sebentar lagi" sahut Melisa.


"Sebentar mama" rengeknya memaksa.


"Jangan, ntar lama, adek mau ketemu omma katanya omma udah bikinin Adek puding, ayo papa cepetan" kini Cahaya yang merengek menggoyangkan lengan Reza.


"Nanti lagi ya, Abang turun dulu, kalian gak boleh bertengkar terus" pesan Langit sambil meraih tas punggung nya.


"Siap, Abang" balas Ay dengan di jempol di depan wajah Langit.


"Abang turun ya" pamitnya pada Bu yang hanya di balas anggukkan.


"Buna, Om.. Abang sekolah dulu" Bocah manis berlesung pipi itu pun mengulurkan tangannya pada kedua orang tua angkatnya itu.


"Jangan nakal ya bang, belajar ya rajin" kata Reza mengusap kepala Langit.


"Iya, Om"


"Hari Rabu tanggal merah kayanya ya, nanti Buna jemput Abang lagi"


"Dadah Abang" Cahaya sudah meronta ingin memeluk Abang kesayangannya itu.


"Eh, mau ngapain. gak boleh cium cium" Ujar Reza pada si bungsu.


"Nanti adek cium nya kalo gak ada papa aja ya bang" celotehnya sambil tertawa yang membuat Reza Langsung melirik ke arah Langit yang menunduk malu.


"Awas ya Kalian"


*****


Setelah sampai di rumah kedua orangtuanya Reza, Melisa dan anak anaknya langsung berhambur memeluk kakek dan neneknya yang sudah menunggu sedari tadi, setahun belakangan ini papa sudah tak terlalu aktif di kantornya memilih banyak meluangkan waktu untuk si bungsu Ameera juga ketiga cucu kebanggaan nya.


"Jangan litik litik geli" gelak tawa langsung menggema ke seluruh ruangan tengah jika Ay sudah berteriak.


"Mas Reza mau bawa Bu?" tanya Melisa saat berada di kamar, yang di balas anggukan oleh suaminya.


"Ay gak di bawa?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Aku mau ajak dia ke pembukaan cabang baru, Bu tuh paling seneng dan makin anteng kalo di bawa ke acara begitu" kata Reza membanggakan anak keduanya.


"Lalu Ay?"


"Aku takut dia hilang lagi, Ra.. tau kan se aktif apa anak kamu itu?"


"Oh, jadi Ay itu cuma anakku, sedangkan Bu anak mas Reza?" Melisa sudah melipat tangannya di dada dengan raut wajah masam


"Gak gitu sayang, ih baperan banget ya udah jadi emak-emak" goda Reza yang ingin mencium bibir istrinya namun segera di tepis.


"Ra.."


Reza terus saja memaksa ingin ******* habis bibir ranum merah yang menggoda jika Melisa sedang memanyunkan nya saat kesal.


"Gak mau, udah sana berangkat" usir Melisa sambil melepas pelukannya.


"Cium dulu, sebentar"


"Gak!!"


"Ini aja deh"


Bibirnya kini malah menyesap habis leher sang istri yang putih mulus sampai meninggalkan jejak kecil berwarna merah.


"Mas, udah.. anak anak udah gede, sering tanyain aku kalo merah-merah"


"Terus kamu jawab apa?" tanya Reza sambil mengusap jejak yang baru ia buat tadi.


.


.


.


"Di gigit gajah"


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Gajah kan sedotannya mantep ya Ra 🤭

__ADS_1


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN ❤️


__ADS_2