
🌻🌻🌻🌻
Hari kelulusan tiba.
Si kembar yang sudah heboh sedari subuh bersiap untuk ke sekolah bersama orang tuanya.
Dalam satu mobil yang sama, celoteh Air atau keributannya bersama Cahaya akan menjadi warna tersendiri di pagi hari.
kereta besi Reza sudah terparkir di halaman sekolah kini kelimanya termasuk Langit sudah masuk kedalam Aula yang berada tepat di samping ruang guru dan jajaran stafnya.
Mereka duduk sesuai nama dan urutan kelas anak mereka masing-masing.
Di sana Reza banyak menyalami para wali murid lainnya yang memang kebetulan mengenalnya atau juga bawahannya di kantor tak jarang mereka adalah rekan bisnis juga kolega Reza.
Pukul sembilan pagi acara di mulai, Di awali dengan kata sambutan dari kepala sekolah dan yayasan kemudian beberapa acara pembukaan lainnya. Tiga jam berselang kini puncak acara telah tiba dimana pengumuman para siswa dan siswi terbaik tahun ini.
Nama LANGIT RAHARDIAN WIJAYA lagi dan lagi menjadi siswa terbaik dari awal sampai akhir tak ada satupun murid yang menggesernya selama dua belas tahun ia bersekolah disana, Pemuda tampan dengan segudang prestasi dari mulai akademik hingga ekstrakurikuler nya.
Langit maju ke depan menaiki podium menerima mic yang di sodorkan padanya oleh si pembawa acara.
" Terima kasih sudah mengurus Abang sampai detik ini, tanpa membedakan antara Abang dengan anak kandung kalian, dan ini entah piala ke berapa yang akan Abang berikan untuk Buna juga Om Reza"
Semua orang tau siapa dirinya, seorang anak angkat dari keluarga Rahardian Wijaya, salah satu orang terkaya dah berpengaruh di negeri ini.
Reza dan Melisa langsung bangkit dari duduknya menghampiri Langit di podium kemudian memeluk anak itu.
Tak lupa ia juga memberikan piala tersebut kepada orang tua angkatnya.
__ADS_1
"Buna gak akan bosen terima ini dari Abang, terus jadi kebanggaan Buna ya" ucap Melisa dengan uraian air mata haru dan bahagia.
Ketiganya turun di iringi tepuk tangan dari seluruh tamu, siswa juga jajaran guru beserta stafnya.
Kini beralih ke tingkat menengah yang pasti Kedua adik dari Langit menjadi langganan juara umum di kelasnya
"Air Rameza Rahardian Wijaya dan Bumi Rameza Rahardian Wijaya masih menjadi siswa terbaik tahun ini"
Kedua kembar itu naik bersamaan ke atas podium melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Langit barusan.
"Terimakasih, kita lagi kita lagi ya, haha" ucap Air yang langsung mengundang gelak tawa seluruh penghuni Aula.
"Gak apa-apa, kita kan paket komplit!" tambahnya lagi yang di sambut tepuk tangan.
"Terimakasih untuk para guru yang sudah bersusah payah mengajarkan kami selama ini" kata Bumi mengawali sambutan nya yang lebih serius dibanding kakaknya.
"Mah, Pah jangan bosen ya naek kesini kita janji akan selalu kasih yang terbaik untuk kalian" Seru Air sambil mengarahkan pialanya.
Melisa yang baru saja bisa menghentikan air matanya kini harus dibuat terharu lagi oleh dua jagoannya.
Lagi, kedua pasangan paling beruntung itu naik keatas podium, meski bukan yang pertama malah justru kejadian ini selalu terulang Setiap tahun tapi tetap saja rasa haru tak bisa mereka sembunyikan.
Lalu bagaimana dengan Cahaya?
Anak bungsu itu juga mendapat nilai terbaik meski masih di bawah kedua kakaknya, daya pikirnya memang tak seperti Air dan Bumi tapi Cahaya selalu menjadi kesayangan semua keluarganya.
Usai acara mereka bergegas pulang, wajah wanita empat anak itu sudah tak karuan kali ini karna sembab di bagian matanya.
__ADS_1
"Kemana dulu nih?" tanya Reza yang masih memeluk istrinya.
.
.
.
.
Aku mau beli bufet baru buat naro piala-piala ini, mas!
Pinta Melisa yang memegang delapan piala sekaligus dalam dekapannya, penghargaan atas jerih payah keempat buah hatinya.
Tiga anak yang ia lahirkan dan satu anak yang ia temukan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wah..
selamet ya Melisa sama Reza.
cebong kalian luar biasa!
Drama percintaan anak-anak kalian otewe.
geser dikit ya, kalian mah udah tua sekarang 🤭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan.