
🌻🌻🌻
"Mas, udah!" rengek Melisa yang kini berada dibawah Kungkungan suaminya.
"Diem, belum banyak" jawabnya.
"Jangan disitu terus, nanti aku malu"
Reza terus saja menghukum istrinya dengan memberinya jejak petualang yang sangat banyak Sampai iapun terkekeh sendiri saat bangun dari atas tubuh polos Melisa dan melihat hasil karyanya.
"Udah! wih keren, Ra" ucap Reza dengan bangganya.
Melisa memalingkan wajahnya, mencari apapun yang bisa menutupi tubuh yang tanpa sehelai benangpun itu.
"Jahat kamu!" dengus Melisa kesal, lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Reza justru tidur terlelap.
"Kunci mana ya?" gumamnya terus sambil mencari benda kecil yang dilempar suaminya entah kemana, perut besarnya membuat ia semakin sulit mencari hanya bisa mengandalkan kedua matanya.
"Mas, bangun dong udah petang kamu gak mandi" Melisa terus mengguncang bahu Reza yang masih tertidur memeluk guling.
"Mas, mas Reza cepetan! aku laper mau keluar"
Kata lapar yang keluar dari mulut istrinya ternyata membuat Reza mengerjap, ia bangun meski dengan kepala yang sedikit pusing.
"Laper?" tanyanya sambil mengusap perut buncit Melisa.
"Iya, ayo cepetan mas Reza mandi" rengek nya dengan memasang wajah imut.
"Iya aku mandi dulu ya sayang"
Dengan cepat ia menyibakkan selimut dan turun dari ranjang, Melisa menutup wajahnya sambil tertawa terbahak-bahak saat suaminya tak memakai apapun berjalan masuk kedalam kamar mandi.
"Ngetawain apa tadi?" goda Reza usai mandi, kini ia memeluk tubuh istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Ketawain mas Reza, lucu kaya tuyul" kekehnya lagi, kini wajahnya merah Karna malu sendiri.
"Yakin kaya tuyul?" hidung mancungnya sudah bermain di area leher jenjang sang istri.
"Udah ah pake baju sana, gak usah gerayangan terus ini tangan" Melisa menurunkan tangan suaminya dari gundukan daging kenyal yang semakin besar menantang.
"Aku gemas, bawaannya pengen meres santen terus, ha-ha-ha" kekeh Reza.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar di sela desahan keduanya, membuat Reza menarik tangannya dari kerikil kecil di puncak gunung milik istrinya.
"Siapa sih, ganggu orang enak aja!"
Tok tok tok.
"Siapa?" tanya Reza saat ketukan pintu kembali terdengar.
Ceklek ceklek ceklek
"Ko gak bisa di buka, Ra?" kata Reza sambil terus memegang gagang pintu.
"Kan tadi di buang!" sahut Melisa mulai kesal.
"Emang iya?" Reza mengernyitkan dahinya
"Makannya jangan suka iseng ini tangan!" Melisa memukul suaminya, kesal.
"Dimana ya?, tar aku cari dulu"
"Pokonya cari, aku mau keluar!" Melisa yang kesal duduk di tepi ranjang hanya memperhatikan suaminya yang sibuk mencari kunci kesana kemari.
Tok tok tok
__ADS_1
"Eh buset, sabar Napa gue lagi nyari konci woy" Reza berteriak kesal karna belum menemukan apa yang ia cari namun pintu kembali di ketuk.
"Pintunya kenapa, Za?" tanya mama di balik pintu.
"Mah, kita ke kunci di dalam" sahut Melisa.
"Ya Tuhan, tunggu mama bilang eyang dulu"
Melisa yang takut kini matanya sudah berkaca-kaca, dan Reza yang tahu itu langsung menghampirinya.
"Laper banget ya?" ucapnya merasa bersalah.
"Aku mau keluar, aku mau tomat ya di samping rumah eyang"
"Emang ada?" tanya Reza bingung.
"Ada, merah merah banget aku mau, Mas" rengek nya dengan lelehan air mata.
"Iya, iya. nanti aku ambilin sabar ya sayang". reza mencium seluruh wajah istrinya.
Ceklek..
Pintu terbuka lebar, ada Aby yang berdiri paling depan karna ia yang membuka pintu.
"Mas, apa sih?" Melisa gelagapan saat tubuhnya di tutupi selimut oleh Reza.
"Diem, ada orang-orangan sawah"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Tega amat bang, tuh bini di tutupin gitu gak sekalian masukin toples 🤭🤭🤭...
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️
__ADS_1