Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 248


__ADS_3

"Sekarang, yu Ra.!!"


Permintaan Reza yang mendadak kembali membuat Melisa terlonjak kaget, ia menoleh ke arah belakang dan samping mencari seseorang selain dirinya dan suami yang mungkin bisa melihat kelakuan mesum suaminya yang terkadang tak pernah tau tempat.


"Mas, jangan macem-macem ya, aku takut" cegah Melisa saat bibir Reza mulai menyesap lehernya


"Takut apa?, Ini aman banget, Ra!"


"Takut jatuh, mas!" balasnya dengan menggigit bibir bawahnya menahan geli saat tangan suaminya terus meraba paha mulusnya.


"Mas, nanti di liat orang" ucap Melisa di sela *******.


"Gak ada, siapa juga yang mau liat paling burung yang terbang, ckck" goda Reza dengan nakalnya.


"Yuk, sekarang. Nanti kalo udah sampe nambah" kekehnya dengan tangan mulai merema.


"Gak mau, ah!"


Dengan cepat ia mendorong tubuh Reza yang hampir membuka bajunya, perasaannya kini benar-benar takut karena ini baru pertamanya ia naik helikopter pribadi, Sejauh apapun mereka berlibur biasanya Reza selalu memakai pesawat jet miliknya.


"Aku belum biasa, Mas"


"Tantangan baru, Ra seru!"


Melisa memukul dada Reza pelan sambil mengulum senyum, sentuhan hangat dan bisikan bisikan cinta suaminya jauh melebihi ia terbang saat ini.


"Dulu honeymoon di laut jadi tuh kan si kembar, ya kali aja ini jadi lagi, Ra" ucap Reza sembari membelai pipi merah istrinya.


"Kalo jadi mau apa?" tanya Melisa.


"Kalo jadi, aku mau kasih nama, awan, udara, angin, bulan, bintang, hahaha" Reza tertawa dengan candaannya sendri.


"Ish, kamu tuh kasih nama suka aneh-aneh" protes sang istri.

__ADS_1


"Lucu tau, Ra. Aku mau mereka lain dari yang lain biar manggilnya gampang" jawabnya sambil tersenyum membuat Melisa semakin merah merona.


"Ini tomat gak abis abis di pipi kamu!" tambahnya lagi lalu menciuminya berulangkali.


"Mas, kita pergi dadakan gini apa gak apa-apa?" tanya Melisa mulai cemas.


"Jadi Suami dadakan aja bisa, apalagi cuma pergi, Ra"


"Anak-anak takut nyariin, besok kan sekolah, mas Reza juga harus kerja"


"Ini aku mau sambil kerja, Sayang"


Melisa tak lagi bertanya, dia yang tak pernah tau dunia bisnis hanya diam mengiyakan.


Dalam hatinya ia terus berdoa agar Air tak rewel tanpanya, sekalipun ia menangis nantinya ia berharap semua orang bisa menenangkan bocah cengeng itu.


******


Dengan tangan yang masih saling menggenggam, Melisa menghentikan langkahnya lagi saat suaminya sudah membuka pintu resort mewah.


"Kamu kenapa sih?" tanya Reza yang kembali memeluk KHUMAIRAHnya.


"Apa ini harus?" bisiknya pelan, ada genangan air di ujung matanya.


"Harus! karna aku mencintaimu, aku akan selalu buatmu bahagia dengan ku, hanya dengan ku" jawab Reza penuh penegasan.


Kembali wajah yang sudah menitikan air mata itu di tangkapnya, di cium dengan sangat-sangat lembut.


.


.


"Masuk, mandi, terus........."

__ADS_1


"Apa?" goda Melisa sambil terkekeh.


Reza justru tertawa, mengangkat tubuh istrinya ala bridal style menuju kamar mandi.


Membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh mereka masing-masing adalah hal yang paling menyenangkan bagi pria yang otak dan pikirannya sudah penuh dengan nama istrinya.


"Mau disini?" tanyanya saat mendudukkan Melisa di atas wastafel.


"Haha, gak usah aneh aneh" Melisa mencubit hidung Suaminya yang sudah mengedipkan satu matanya, ada senyum liar di ujung bibirnya yang ia sudah tau kemana isi otaknya kini bertraveling ria.


.


.


.


"Ponsel aman, kan? "


.


.


.🍁🍁🍁🍁🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Aman bang, udah gue Bungkus pake daun pisang 🤭


Si Ay lagi di ajak maen di kandang ayam!


yang nungguin cerita babang Ricko sama Ameera udah launching bisa langsung capcus buat kasih like Sama komen jangan lupa simpan jadi favorit ya..


inshaallah rajin up soalnya akan dibikin santai gak seberat Reynand yang nguras emosi 🤭🤭


__ADS_1


__ADS_2