
🌻🌻🌻🌻
"Mau ganti baju, kakak mau sekolah ajaaaaaaaaa!”
"Kabur dia, Ra"
Reza tertawa melihat Air berlari meninggalkannya sambil berteriak kesal, Sedangkan Melisa justru pergi menyusul anak kesayangannya itu ke kamarnya.
"Kak..."
Melisa mengusap punggung Air dengan lembut, ia duduk di sisi ranjang yang tak begitu besar .
Lima belas tahun dua jagoannya itu tidur dalam satu kamar yang sama, Air belum mau tidur terpisah dengan alasan takut jika harus ke kamar mandi sendiri jika malam hari.
"Hem.." sahutnya tanpa bicara.
"Papa suruh apa tadi?, ayo lakukan" titahnya dengan lembut berbeda dengan Suaminya yang menyuruh dengan cara yang konyol.
"Gak mau, dingin!" tolak Air, wajahnya masih di sembunyikan di balik guling pisangnya.
"Kan ini yang harus ku terima saat kamu mengingkari janji kakak kan?" ucap Melisa mengingatkan Air dengan perjanjian mereka saat setahun lalu anak itu minta di belikan perangkat game online
Air bangun dan duduk di sisi mamanya, wajahnya sendu dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf.. kakak udah ingkar janji" ucapnya begitu lirih.
"Boleh tetep main, tapi?"
"Harus tetep bangun pagi buat berangkat sekolah" lanjut Ay.
"Dan ternyata pagi ini apa?"
"Kakak ngantuk, mah" Anak sulung nya itu tetap keukeh dengan alasannya.
"Ok, jadi sekarang kamu kebawah ikutin perintah papa"
__ADS_1
Melisa bangun dan berdiri, lalu mengulurkan tangannya pada putra pertamanya itu, tentu Air menyambutnya walau harus menarik nafasnya dalam-dalam lebih dulu.
Keduanya keluar dari kamar dengan tangan saling berpegangan tak bisa Melisa pungkiri, tinggi badannya kini hampir sejajar dengan kedua anak laki-laki nya.
.
.
"Turun lagi nih NaGa nya papa" ejek Reza, ia masih bersantai di sofa menonton pertandingan basket
"Ayo dong papa juga bantuin kakak" rengeknya yang sudah ikut duduk di samping Reza.
"Kamu yang ga sekolah kenapa papa harus ikutan?"
"Kan papa juga gak ke kantor, ih" Air mendengus kesal
"Gak ke kantor gara-gara kamu!" Reza mencubit pipi anaknya itu sampai mengaduh kesakitan.
"Cepet kerjain kak, nanti mama bikinin mie instan komplit, ayo cepetan" Melisa memberi semangat untuk anaknya agar mau menyelesaikan hukuman yang suaminya berikan.
"Iya, gantengnya mama"
Air langsung beranjak menuju kolam ikan yang berada di sudut ruangan, kolam yang tak begitu besar yang berguna hanya sebagai pemanis buatan.
"Dulu kakak kalo nyebur sampe sepinggang ya Pah, sekarang segini" Air tertawa sambil menunjuk lututnya yang sudah terendam.
"Kan kamu makin tinggi, kak" kata Reza, papa nya ikut duduk di tepian kolam yang terbuat dari batu alam
"Sama makin ganteng ya, kok papa bisa sih bikin kakak seganteng gini, hahaha"
Reza mencebikkan bibirnya sambil memutar bola matanya malas.
"Papa nya ganteng mamanya cantik ya anaknya luar biasa dong" seru Reza dengan bangganya.
"Luar biasa apanya?" tanya Air, tangannya sedang sibuk menyerok ikan ikan yang mengerubungi kakinya.
"Cengengnya" jawab Reza sambil tertawa.
__ADS_1
.
.
.
"Maaaaaaaaaaaaaah"
Reza dan Air menoleh ke arah pintu, ada Cahaya yang sedang di papah oleh Langit.
"Adek!" pekik kedua orangtuanya
"Kamu kenapa?" tanya Melisa, sedangkan Reza langsung menggedong putri bungsunya itu.
"Sayang, kenapa?" Reza yang melihat lutut anaknya terluka langsung terkejut, tangannya sampai bergetar saat menyingkap rok seragam Cahaya.
"Tadi kesandung, pah" jawabnya sambil merengek menahan sakit meski sudah di obati di ruang kesehatan sekolahnya.
"Udah mama bilang jangan suka lari" Melisa mengusap kepala Cahaya, menenangkan anak gadisnya yang kini sudah terisak lirih dalam dekapannya.
.
.
.
"LANGIT RAHARDIAN WIJAYA!!"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Wah.. kalo udah di panggil lengkap gitu biasanya babang ganteng keluar tanduk..
yuk kabur Abang Langit 🏃🏃🏃🏃
Atau ngumpet di bawah daster Mak othor 🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan
__ADS_1