Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 146


__ADS_3

🌻🌻🌻


Di atas ayunan rotan yang menggantung di samping rumah mertuanya kini Melisa sedang menyibukkan diri membaca artikel dan memutar video tentang persalinan yang terkadang membuatnya harus berkali-kali membuang pandangan dari layar ponselnya.


Rasa yang tak bisa ia jabarkan, takut sedih mual bahkan bahagia.


"Apa aku bisa melewatinya?" gumamnya pelan.


"Aku takut, sangat takut"


Pemeriksan yang kini lebih rutin di lakukan dua Minggu sekali membuatnya jauh lebih tegang, hampir tiap malam ia tak bisa memejamkan matanya dan sudah bisa di pastikan, Reza harus lembur menggelar lapaknya Pikniknya agar sang istri cepat terlelap akibat lelah bercocok tanam batang singkong di area hutan belantaranya.


"Mel, " suara mama yang tiba tiba mengagetkannya.


"Iya, Mah" sahut Melisa mengusap dada, mama terkekeh saat melihat menantunya nampak terkejut.


"Masih sakit gak?" tanya mama sambil mengusap perut besarnya.


"Enggak, udah enakan"

__ADS_1


"Reza beneran masih gak izinin Caca buat kasih tau jenis kelamin anak kalian?"


"Iya, cuma dokter Rissa yang tau, aku sama mas Reza gak pernah liat apa yang ada di layar monitor saat periksa" keluh Melisa yang terkadang kesal dengan sikap aneh suaminya.


"Mama juga penasaran, cewek apa cowok ya?, perlengkapannya semua udah lengkap kan?"


"Udah, mah, semua udah ada, tapi aku juga gak tau sih masih kurang atau belum"


"Gampang lah, tinggal klik nanti juga sampe" Kekeh mama yang duduk di sampingnya.


****


"Aku pengen" bisiknya dengan nafas berat.


"Pengen apa?" tanya Melisa bingung karna kesadarannya jelas belum terkumpul semua.


"Pengen maen TTS.. naik turun" kekehnya namun dengan cepat langsung menyesap leher putih Melisa. Ia yang baru beberapa menit membuka mata kini kembali terpejam karna sentuhan suaminya yang mampu membuatnya melayang namun kini bukan ke alam mimpi melainkan ke surga dunia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


setiap inci tubuhnya tak lepas dari sentuhan bibir suaminya, dari pucuk kepala sampai perut besarnya semua mendapat kecupan tak terkecuali, lembut dan pelan hanya itu yang Melisa rasakan, ia tak lagi berdaya hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan Reza yang bagai menyetrum kan aliran listrik kedalam tubuhnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" Reza terus mengucap itu saat ia harus terus bertempur menguji adrenalin nya saat berpetualang, mengalirkan segala rasa bukan hanya nafsu semata.


Pesan Rissa agar keduanya lebih sering menyatukan diri sungguh itu adalah kesempatan yang tak mungkin ia sia-siakan, tanpa disuruh pun pria itu akan tetap berpetualang dan traveling kemanapun dan kapanpun ia mau.


Meski harus melakukannya dengan sangat hati hati jangan sampai membuat istri yang berada dalam Kungkungan harus meringis kesakitan.


Misi luar biasanya selesai dalam waktu beberapa jam, tubuh lemas yang penuh keringat cukup menunjukan bagaimana mereka bertempur dengan sangat menguras tenaga sampai akhirnya lenguhan kepuasan bisa mereka suarakan secara bersamaan.


"Terimakasih. Sudah membuatku selalu ingin lagi dan lagi, kamu benar-benar membuatku tak membutuhkan wanita lain selain dirimu, kamu lebih dari candu bagiku" ucap Reza sambil mengeratkan pelukannya setelah menarik selimut guna menutupi tubuh polos mereka.


Melisa hanya mengangguk, ia masih merasakan degup jantungnya yang masih berpacu dengan cepat bercampur rasa lelah.


"Mas, ko aku mules!"


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


kebanyakan rujakan tuh bang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Like ya please πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

__ADS_1


gak susah kan?


__ADS_2