Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 191


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Kesehatan Diana yang semakin membaik membuat Reza dan Langit akhirnya memutuskan membawa wanita itu lagi ke kota, tentu dengan memberi pengertian luar biasa untuk Melisa, dua pria beda generasi itu sampai harus memutar otak saat akan berbicara dari hati kehati dengan wanita Kesayangan mereka itu. jangan sampai Melisa tersinggung apalagi terluka.


"Jangan di jemput apalagi menyusulnya kesana, Paham!" ujar wanita yang sudah melahirkan si kembar ke dunia.


"Buna, Abang cuma jemput di Bandara boleh ya" pinta Langit memohon.


Dada Melisa terlihat naik turun menandakan bagaimana sesaknya ia saat ini.


Ia masih tak sanggup membayangkan kasih sayang anaknya akan terbagi dan tak lagi hanya untuknya.


"Mas Reza gak usah ikut!" cetusnya pada sang suami.


"Aku?, ngapain juga aku ikut!" jawab Reza menunjuk wajahnya sendiri dengan jari telunjuknya.


"Buna mau bikin ibuku terasing?" tanya Langit yang langsung membuat Melisa menoleh kearah anak angkatnya itu.


"Apa maksud kamu?" Melisa balik bertanya.


"Hah! Enggak, Bun" Langit dengan cepat meraih minumannya untuk mengalihkan obrolan tapi usahanya gagal saat melihat Melisa pergi tanpa sepatah katapun.


"Bun... Buna... tunggu!" jerit Langit yang panik, ia yang berusaha ingin mengejar pun di tahan oleh Reza.


Langit yang sempat melihat tetes air mata jatuh di wajah cantik Melisa langsung dibuat frustasi.


Ia mengusap wajahnya sendiri kemudian mengacak rambutnya juga. Ia ingin sekali menjerit sejadi-jadinya.


"Buna.. maafin Abang!"


*****

__ADS_1


Jam empat sore Langit sudah tiba di bandara, ia menunggu Diana didalam mobil dengan rasa tak tenang dan gelisah karna sedari kemarin malam Ia masih belum juga mendapatkan maaf dari Buna nya.


Dunia bagai runtuh dalam sekejap ketika ia sama sekali tak bisa menghubungi Melisa, ketukan pintu di depan kamarnya pun di abaikan.


Tok..tok.. tok..


Ketukan kaca jendela mobil membuyarkan lamunan pria tampan itu.


"Mami" lirihnya lalu dengan cepat membuka pintu mobil.


"Mami, maafin Abang ya cuma bisa jemput disini" ucapnya tak enak hati setelah mencium punggung tangan Diana.


"Gak apa apa, Mami ngerti kalo kamu sibuk lagi pula ada Nana yang temenin Mami" jawab Diana yang melirik kearah Nana yang sudah duduk di kursi depan samping supir.


"Ya, terimakasih ya , Na"


"Sama-sama, Bang. Udah kewajiban saya menemani dan mengurus Nyonya Diana" balas wanita cantik itu.


Langit hanya mengangguk dan tersenyum, ia meraih tangan ibu kandungnya untuk ia genggam selama perjalanan.


"Mami sama Nana tinggal disini ya, Abang cuma bisa beli ini untuk tempat tinggal Mami" ujar Langit sambil berjalan ke arah jendela besar lalu membuka gordennya.


"Itu kantor Abang kerja, Deket kan!" kekehnya sembari menunjuk gedung mewah pencakar langit yang begitu kokoh.


"Mami tau, sayang"


Langit merengut Sedih, sepertinya ia lupa jika maminya itu memang selalu ada di dekatnya sejak dulu, ia saja yang bodoh tak pernah menyadari hal itu.


Usai makan malam Langit dan Diana duduk bersantai di balkon apartemen dengan selimut tebal membungkus tubuh Diana, meski berkali-kali anaknya meminta untuk masuk tapi tetap saja wanita tak menggubrisnya.


"Dingin loh, Mam"

__ADS_1


"Gak, kamu gak usah Khawatir, Bang" sahut Diana mengusap bahu putranya.


"Kamu kenapa di panggil Abang?" tanya Diana memulai obrolan yang lebih serius.


"Kan adekku ada tiga" jawabnya Santai.


"Kamu bahagia?"


"Hem, jangan tanyakan itu. Aku sangat sangat bahagia" sahut Langit dengan bangganya.


"Mami tahu itu, keluarga Rahardian memperlakukan mu dengan sangat baik, harus dengan apa Mami membalasnya?"


Langit memeluk Diana dari samping, ia sandarkan kepalanya di atas bahu kanan sang ibu yang baru ia temukan itu.


"Mami gak harus berbuat apa-apa, cukup menunggu ku datang" ucap Langit dengan lirih. Ada dua hati yang harus ia jaga perasaannya kini.


"Apa Mami tak boleh mencari mu?,"


"Tanpa mencari, Aku pasti datang untuk Mami. Buna masih butuh waktu terbiasa tanpaku," jelas Langit serba salah.


"Baiklah, Mami akan bersabar untuk itu. Mami percaya padamu jika kamu sayang Mami, kan?"


"Tentu, tentu aku sayang Mami" Langit mencium pipi ibu kandungnya itu sangat begitu lembut dengan tangan masih memeluk.


Abang....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Dooooor 😂😂😂😂


Siapa tuh? kepo aja apa kepo banget 🤭🤭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2