
🌻🌻🌻🌻
Mah.. pegangin kakak ya..
Bisik anak sulungnya dengan nada bergetar menahan rasa gugup dan takut.
"Gak apa apa, sayang! ayo rileks"
Hujan duduk di hadapan Air, Ia tertunduk malu saat bertemu dengan semua keluarga Calon Suaminya itu.
"Nak Hujan pasti sudah mengenal pemuda ini, kan?"
Gadis itu mengangguk, tapi tak sedikitpun ia melihat kearah Air yang menatapnya dengan begitu intens.
"Kedatangan mereka semua ini untuk melamar, apa kamu bersedia menerima pinangan Nak Air menjadi suamimu?" tanya Anna, Bunda Hujan.
"Iya, Bun. Aku menerimanya" ucap tegas Hujan
"Alhamdulillah" seru semuanya Serentak.
Reza menyenggol lengan si sulung.
"Apa?" tanya Air polos.
"Kamu bawa cincinnya gak?" bisik Reza.
"Cincin apalagi?" Anak itu justru balik bertanya membuat papanya tercengang.
"Cincin yang kamu beli kemarin, Kak"
Air diam berpikir, seingatnya ia hanya membeli satu cincin kemarin.
"Kak, pakaikan cincin pertunangan Kalian" titah Papa.
"Lah itu cincinnya udah dipake sama Hujan" jawabnya polos menunjuk kearah Hujan.
Tentu semua mata pun ikut melihat kearah gadis itu.
"Kamu udah kasih cincinnya?" tanya Reza lagi.
"Udah, Pah",
"Kapan?" Melisa yang bingung hanya mengernyitkan dahinya.
"Tadi pagi"
__ADS_1
"Hah!!!" Dua keluarga itu saling melempar pandang satu sama lain, mana mungkin cincin yang seharusnya sudah diberikan saat ini justru sudah ia berikan lebih dulu.
"Kamu kasihnya dimana?" tanya Reza.
"Di kuburan, Pah!
*******
Usai lamaran sederhana kini keluarga Rahardian berpamitan untuk pulang karna malam semakin larut, Reza dan Melisa tentu mengkhawatirkan kesehatan mama dan papa.
"Pah, kakak anter Yayang dulu ya" ucap si tengah pada Reza.
"Iya hati-hati, langsung pulang ya" titah papanya.
"Siap!"
Bumi dan Kahyangan ikut berpamitan juga ke keluarganya Karna arah pulang yang berlawanan.
" Terimakasih sudah mau ikut, lain kali main kerumah ya" ucap Melisa setelah mengurai pelukannya.
"Iya, mah"
Kini pasangan beda keyakinan itu sudah berada dalam mobil sport yang siap mengantar mereka menuju rumah Kahyangan.
"Mamamu begitu baik, Bu"
Wanita yang sedang di bicarakan oleh gadisnya itu memang tak ada duanya jadi tidak salah jika papanya sangat mencintai sang istri, Reza adalah panutan semua anak-anaknya dalam mencintai pasangan, dimana ia tak pernah sekalipun berbicara kasar atau marah didepan orang lain.
"Mamamu beruntung memiliki keluarga seperti kalian, aku benar-benar iri kali ini"
"Tak perlu iri, Yang. Kamu akan merasakannya nanti"
Kahyangan mengusap lengan Bumi yang sibuk memutar stir mobilnya.
Ya... aku termasuk gadis paling beruntung di dunia ini karna di cintai olehmu, saat semua orang berlomba ingin mendapatkanmu tapi kamu memilih datang padaku dan bertahan bersamaku walau kita tahu kita akan merasakan sakit bersama!
"Oh ya, besok sore apa kamu bisa datang ke kantor ku?" tanya Bumi.
"Besok sore" pikir Yayang sejenak.
"Hem, iya. Aku ingin kamu menemaniku. Esok pekerjaanku banyak" kekeh Bumi. Ia butuh penyemangat agar bisa menyelesaikannya dengan cepat.
"Baiklah"
"Terima kasih, sayang" ucap Bumi sambil mengelus kepala Kahyangan.
__ADS_1
"Nanti ku suruh supir untuk menjemputmu"
Mobil mewah Bumi kini sudah berhenti tepat di depan rumah Kahyangan, semua nampak sepi bahkan lampu ruang tamu pun sudah di matikan.
"Ibu udah tidur kayanya, Yang"
"Hem, iya udah gelap" sahut gadis itu.
"Titipkan permintaan maaf ku pada ibu karna mengantarmu pulang selarut ini" Bumi benar-benar tak enak hati karna waktu sudah menunjukkan hampir jam dua belas malam.
"Iya nanti ku sampaikan, Karna ini acara keluarga jadi ibu pasti ngerti kok"
"Langsung istirahat ya, kamu kuliah pagi kan besok? aku gak bisa jemput nanti, maaf" ujarnya lagi saat melihat Kahyangan sudah membuka setbelt nya.
"Iya, kamu juga hati-hati ya"
Bumi menarik tubuh gadis itu dalam pelukannya, ia ciumi pucuk kepala Kahyangan berkali-kali. Rasanya ia tak pernah puas jika bersama gadis itu.
"Jangan pernah bosan mendengar kata cinta dariku ya" bisik Bumi, kini ia sudah mencium dua pipi yang mendadak merona.
"Justru aku bahagia, Bu" jawaban Kahyangan justru membuat pria itu hilang kendali.
Bumi kembali merasakan bibir manis milik Kahyangan , ia me lu mat nya dengan begitu lembut dan penuh perasan, tak perduli meski gadis itu menolak dan menekan dada Bumi agar melepas pagutannnya.
"Bu..." protes Yayang dengan nafas tersengal, serangan tiba-tiba dari pemuda itu tentu membuat Yayang bingung.
.
.
.
.
.
Maaf, ternyata aku melanggar janjiku"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Bang...... anak tengahmu yang ini mah nakal 😭😭😭
Padahal aku tuh gak pernah ngajarin loh🤪🤪
Yang harus di kawinin buru-buru itu Bumi.
__ADS_1
Diem diem menghanyutkan nih bocah maennya langsung praktek 🤭🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ♥️