Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara bab 72


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Melisa dan Reza melepas kepulangan Langit ke kota di mana ia mengemban ilmu, pemuda itu kian semakin semangat karna beberapa bulan kedepan ia akan berkumpul dengan keluarga besarnya lagi.


Niat baik dan rencana papa pun sudah Reza bicarakan dengannya, tentu Langit menerimanya dengan senang hati karna ia sadar diri siapa yang gadis yang akan ia Pinang nanti adalah pewaris sesungguhnya, cucu perempuan dan anak perempuan satu-satunya keluarga Rahardian.


"Jaga diri kamu disana baik baik ya" pesan Melisa saat ketiganya sudah ada di bandara.


"Iyaa, Bun. Bukanya juga sehat-sehat ya disini".


Anak dan ibu saling berpelukan erat, karna baru dua bulan kedepan lagi mereka baru bisa bertemu.


"Aku pamit, Om" ucap Langit kini pada Reza, pria itu pun memeluknya dan beberapa kali menepuk bahu pemuda yang kini hampir sejajar dengannya


"Hati-hati, dan kabari jika sudah sampai" pesan Reza pada Calon menantunya itu.


Ia tak bisa menolak saat dulu Langit meminta satu janji darinya, ia melihat keseriusan dan harapan dari kedua mata Langit yang benar-benar tulus mencintai putri bungsunya.


"Siap, Om"


"Titip Chaca ya" kekehnya kemudian yang membuat Reza akhirnya mencibir pemuda itu.


Usai berpamitan, ia langsung melangkah jauh meninggalkan kedua orang tua angkatannya itu menuju pesawat pribadi milik keluarga.


Burung besi nan gagah juga mewah itu akan membawanya jauh menggapai mimpi yang sedikit lagi ia raih.


Aku akan kembali..


Kembali membawa sebuah gelar yang akan membuat kalian bangga padaku!


****


Disekolah si kembar


"Kak, aku pulang sama kakak ya" pinta Cahaya pada kakak sulungnya.

__ADS_1


"Jangan, pulang sama Bumi aja" tolak Ay


Si cantik tentu langsung merengut kesal karna pasti ia gagal lagi untuk mampir membeli es campur kesukaannya.


"Kak Bu itu kalo bawa mobil gak mau berenti berhenti, kak" rengekan Cahaya membuat Air memutar bola matanya malas.


"Kalo tempatnya Ok, kakak mau!" sahut Bumi, yang tak suka di salahkan oleh sang adik.


"Kakak ada urusan, gak bisa langsung pulang lagian udah bilang juga sama mama" ucapnya sambil meraih helm kemudian menaiki motornya.


"Penting banget emang?"


"Iya dong, pake banget banget" kekeh Ay, kini ia sudah menyalakan mesin motor besarnya.


CUP


CUP


Dua kecupan mendarat di pipi Si Bungsu yang memanyunkan bibirnya karna tak bisa ikut pulang dengan kakak sulungnya itu.


"Tapi besok aku pulang sama kakak ya"


Air langsung menarik gas, dan kini motor besar itu perlahan menjauh dari kedua adiknya.


"Yuk pulang" ajak Bumi pada Cahaya.


"Hem" sahut Chaca malas.


.


.


.


Pemuda tampan yang memakai helm full face itu pun membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan tinggi hingga kini motor besarnya berhenti di sebuah rumah dimana begitu banyak lansia berada.

__ADS_1


"Sore, Ay" sapa salah satu wanita saat Air baru saja melangkah masuk.


"Hahaha, sore mbak" jawabnya sambil memberikan wanita itu sebuah bungkusan besar.


"Duh si ganteng tau aja kita laper" kekeh wanita itu, ia adalah salah satu pelayan di rumah panti jompo yang kini Air datangi


"Nenek yang aku bawa kemarin gimana, mbak?" Tanya Ay


"Kondisinya udah jauh lebih baik, kalau kemarin masih nangis-nangis tapi sekarang udah enggak, Ay" sahutnya.


"Wah bagus dong"


"Aku liat dulu ya, moga aku gak di cakar lagi ya kaya kemarin, hahaha" tawa Ay bersama yang lainnnya.


Air meninggalkan para perawat dan pelayan menuju sebuah kamar paling ujung, ia membuka pintu kamar itu dengan sangat pelan namun ia terkejut saat melihat ada seorang gadis sedang menyisir rambut si nenek sambil bercerita.


.


.


.


.


.


.


.


"Lo ngapain disini?"


💞💞💞💞💞💞💞💞


Siapa, Ay?

__ADS_1


Tukang salon ya 😂😂😂


Like komennya yuk ramaikan ♥️♥️


__ADS_2