Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 102


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Kini hanya ada Melisa dan Cahaya di apartemen selepas kepergian Reza menuju luar kota untuk urusan pekerjaan, Air belum juga pulang semenjak menarik paksa tangan Hujan siang tadi sedangkan Bumi yang memang belum saatnya ia pulang dari kampus.


"Nanti Abang kesini, Mah" ucap Cahaya, namun matanya tetap fokus pada layar ponselnya.


"Suruh abang nginep, biar besok pagi berangkat dari sini. Oma sama Opa masih di rumah Aunty kan?"


Cahaya mengangguk, jari-jari lentiknya terus menari di atas layar benda pipihnya, senyum tak lepas dari wajah cantik si bungsu yang masih fokus bertukar pesan dengan Langit.


"Oh, Abang mau ajak adek pergi , mah" kekeh Cahaya.


"Kemana?" tanya Melisa yang kini sudah duduk di sebelahnya.


"Makan malem sama temen kantornya"


Melisa mengangguk menyetujui rencana anak angkatnya itu untuk membawa si bungsu keluar rumah, Ia tahu karakter Langit yang jauh berbeda dan berbanding terbalik dengan Suaminya.


Jika Reza lebih memilih menyembunyikan pasangannya jauh dari tatapan mata orang-orang di luar sana, lain hal dengan Langit.


Pemuda yang kian semakin dewasa itu akan selalu menggenggam tangan mungil kekasih hatinya kemanapun kakinya berpijak.


Langit akan dengan sangat bangganya mengenalkan Cahaya sebagai calon istrinya, bahkan ia selalu menggoda kekasih kecilnya itu sebagai ibu dari lima anaknya kelak.


******


Bumi yang baru pulang mendekati jam makan malam langsung masuk kedalam kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.


Matanya langsung ia pejamkan saat rasa kantuk mulai menggodanya untuk sebentar saja terlelap.

__ADS_1


Belum sampai ia bermimpi kantuknya seketika menghilang saat dering Ponselnya berbunyi.


Yayang.


"Hallo, Yang" Sapa pemuda itu untuk pujaan hatinya.


"Bu, aku mau ke luar kota malam ini, nenekku meninggal" ucapnya sambil terisak.


Bumi langsung bangun dari tidurnya, ia terlonjak kaget saat mendengar kabar duka cita dari keluarga kahyangan.


"Aku turut berdukacita, Yang"


"Terima kasih, Bu. Aku akan bersiap sekarang" ucap gadis manis itu.


"Aku akan mengantarmu ya" Tawar Bumi, satu hari ini tak bertemu saja gadis itu sudah berhasil mengacak-acak hatinya.


Bumi menghembus nafasnya, pasrah akan keputusan yang diberi Kahyangan.


"Baiklah, tapi kumohon kabari aku jika sudah sampai, jangan membuatku menunggu kabar darimu, dan Satu lagi--_"


"Aku berjanji tak akan sungkan menghubungi mu lebih dulu" Kahyangan terkekeh sambil melanjutkan ucapan pemuda itu yang sengaja ia potong.


Banyaknya aturan yang di berikan Bumi padanya entah kenapa membuat gadis itu merasa aman, bahkan ia dengan polosnya mencatat semua keinginan pemuda itu dengan senang hati.


Meski tak permintaan untuk menjadi sepasang kekasih namun Bumi dan Kahyangan seakan telah terikat tanpa sadar.


"Gadis pintar kesayanganku" seru Bumi dengan kekehan kecil.


"Aku pergi sekarang ya, sampa jumpa nanti, Bu"

__ADS_1


"Hati-hati dijalan, jangan buat aku cemburu dengan hilangnya kamu dari jangkauan ku" pesan Bumi lagi.


.


.


.


.


.


"Aku tak kan lari darimu, meski nanti hubungan kita tak semudah yang kita bayangkan. Tapi aku akan selalu berpegangan tangan padamu sampai pada saatnya mungkin kita lelah di kemudian hari"


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


nih anak kenapa ya, ada yang ngerti dia ngomong apa?? πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„


ups!!!


lupa.. lagi berdukacita ya πŸ™πŸ™


makanya rada galau...


otewe masalahnya Bumi dan Kahyangan😘😘😘


Kabooooooooooooorrrr.......


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️

__ADS_1


__ADS_2