
🌻🌻🌻🌻
"Eh, Bumi mana?"
Air yang menoleh ke belakang baru sadar saat Adiknya itu tak ada di dekatnya.
"Nah loh, kakak kemana?" timpal Cahaya yang juga Kebingungan.
"Coba Abang telepon dulu sebentar ya"
Langit langsung merogoh saku switer nya untuk meraih benda pipi yang tersimpan disana.
Hanya nada tunggu yang terdengar oleh ketiganya meski Langit menghubunginya sampai lima kali.
"Gak di angkat, kak"
Air mengedarkan pandangannya, ia mencari sosok yang memiliki tubuh dan wajah sama persis dengannya.
"Kemana sih?, gak mungkin si culik kan?" kata Cahaya, matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Enggak, Yank, udah jangan khawatir ya, kita cari aja"
"Si Bumi kelakuan sering ilang gak jelas!" dengus Air kesal.
Kini tiga anak pewaris Seluruh harta RAHARDIAN grup itu bergegas mencari keberadaan Bumi yang tiba-tiba menghilang entah kemana.
Air memilih berpencar sendiri dengan alasan agar mudah menemukan adiknya itu, Cahaya tentu ikut dengan Langit, pemuda itu Takan mengizinkan gadis cantiknya itu sendirian
"Cari ya yang bener, Awas aja kalo malah pacaran!" ancam Air sebelum pergi.
"Ih, aku nyari, kak.. emang kakak pikir aku ini gak panik?" sungut Cahaya.
"Ya kali, Malah mojok di bawah pohon"
Cahaya hampir saja memukul Air dengan sendal yang ia kenakan jika saja Langit tak menahan tangan nya.
"Udah yank, kok malah ribut sih. kapan nyarinya!"
Langit menarik tubuh si bungsu agar menjauh dari kakaknya yang terus saja menggodanya.
" Udah, kamu cari ke sebelah sana, biar Abang sama adek cari disekitaran sini"
__ADS_1
Air hanya mengangguk, kemudian bergegas meninggalkan Kedua pasangan itu untuk mencari si tengah.
"Kemana sih, tiba-tiba pergi gak pamit. Mau liburan ribet banget yang satu pingsan yang ini ilang, kayanya gue doang yang bener" kekehnya dengan bangga, padahal sebenernya ia lah yang sering menjadi biang rusuh dalam rumah sampai semua keluarganya harus menahan nafas Karna rasa kesal dan jengkel.
"Duh mana panas banget lagi, ini taman segede gini gada Abang Abang lewat apa ya?" Air terus saja menggerutu sendiri sambil berjalan tanpa arah, ia hanya mengikuti kemana langkahnya pergi.
Matanya membulat sempurna saat melihat stand minuman yang nampak sedikit sepi, hanya ada seorang bapak tua yang sedang membereskan dagangannya.
"Permisi, pak saya mau beli minum" ujarnya yang sudah berdiri di belakang bapak tua tadi.
"Oh, iya silahkan. Mau beli yang mana?" jawab si bapak dengan begitu ramahnya.
Air yang bingung nampak sejenak berpikir sebelum akhirnya ia mengambil satu botol sedang minuman bersoda.
"Ini aja, pak" jawab Air..
"Oh, ini aja? iya silahkan" Balas si bapak sambil memberikan satu sedotan untuknya namun si tolak secara halus.
"Gak usah"
Langit memberikan kartu yang diberikan papanya yang ia simpan di saku celananya sedari tadi.
"Wah, pakai uang aja, dek" ucap si bapak sambil terkekeh.
"Berapa ya?" tanyanya kemudian.
"Sepuluh ribu, dek" jawab si bapak sambil tersenyum.
Air membuang nafasnya dengan kasar sambil merogoh seluruh kantong celananya.
"Yah, cuma ada segini" ucapnya pasrah sambil tersenyum kecil.
"Ya udah kalo gak ada gak apa-apa, dek"
"Eh, enggak.. kakak ambil yang harganya segini aja, ada?"
"Ada, air mineral botol" sahut si bapak dengan tak enak hati.
"Ya udah kakak ambil ini aja, yang ini gak jadi ya pak" Air meletakan lagi minuman bersoda nya kemudian menukarnya dengan air mineral botol.
"Saya boleh duduk sebentar kan pak?" pintanya setelah menegak setengah minumannya.
__ADS_1
"Oh, iya tentu, silahkan"
Air mendudukkan dirinya di bangku kayu panjang yang langsung menghadap ke hamparan bunga-bunga yang berwarna warni.
.
.
.
"Huft... "
Suara seorang gadis dengan nafas terengah-engah mengalihkan pandangan Air yang sedikit melamun.
"Kenapa?, capek banget kayanya?" tanya Air dengan wajah cool nya siap untuk tebar pesona.
"Hah?, ah... iya panas banget nih" jawabnya sambil terkekeh campur kaget juga salah tingkah.
"Mataharinya terik banget" tambahnya lagu sembari mengusap keningnya yang bercucuran keringat.
"Bukannya kamu sama matahari itu sama ya?" tanya Air, wajah tenang dan suara lembutnya bagai menghipnotis gadis yang duduk di sebelah nya itu.
"Aku sama matahari, sama apanya?"
.
.
.
.
.
.
Sama-sama gak bisa di liat terlalu lama...
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Jadi yang Mojok sebenarnya siapa kak?🤔🤔🤔
__ADS_1
Gue bilangin si Abang Lo ya 🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ❤️😂