
🍂🍂🍂🍂
"Cicit?" gumam Melisa pelan dengan kedua mata fokus melihat punggung cucunya, Samudera, yang kini sudah hilang dari balik pintu kamar mereka.
"Mau ngadon cicit baru buat kita, Ra" timpal Reza sambil mengusap punggung Khumairahnya.
"Oh... " jawab wanita yang rambut putihnya kini terurai hingga sepinggang.
Rain yang duduk diatas pangkuan Reza nampak bingung, terbukti dengan tak adanya suara apapun yang keluar dari mulut bocah menggemaskan itu.
Miyuh Buuum
Reza dan Melisa langsung terkekeh, ia ambil Rain dari pangkuan suaminya lalu di baringkan tepat di sisi tubuh langsingnya.
"Mhiunya lagi di pinjam dulu, Bum-Bum bobo sama Amma ya disini" ucap Melisa sambil membenarkan selimut di tubuh mungil cicitnya.
Nda...
Penolakan Rain membuat pasangan baya itu saling pandang tanpa ekspresi dan senyum.
Cek lek.
Lagi lagi keduanya menoleh secara bersamaan kearah pintu yang terbuka, ada Samudera yang kembali datang dengan sesuatu di tangannya.
"Apalagi?" tanya Reza yang paham dengan yang akan di lakukan Samudera.
"Biar bisa tidur, Dede pinjemin Gajah dede ke Bum-Bum. Tapi jangan di ilerin ya" ucapnya sambil menyerahkan si Gajah besar berwarna abu-abu itu pada anaknya.
__ADS_1
Nyenyeh Bubum.
"Ish, Phiu pinjem dulu ya anak ganteng, gantian oey"
Sam mencium seluruh wajah Rain, Melisa dan tentunya juga pada Reza serta gajahnya. Dia keluar setelah mengucapkan bye bye....
"Ra, nih anak enaknya diapain ya" ucap Reza sambil terkekeh.
"Gak usah macem-macem, cepetan tidur!"
.
.
.
Melisa yang melihat pemandangan manis suami dan cicitnya hanya bisa bisa mengulum senyum, kenangannya masa mudanya kembali terlintas di otak yang kini tak lagi bisa menampung banyak hal.
Apa yang di rasakan Samudera tentu pernah di alami Gajahnya, saat dimana belalainya sudah ON tangisan si kembar mulai terdengar. Namun, bedanya ia dan Reza dulu tinggal di apartemen tak ada siapapun yang bisa mereka andalkan untuk di titipi Air, Bumi dan Cahaya. Satu-satunya cara hanya menunggu si kembar kembali tertidur sampai akhirnya mereka pun ikut terlelap dan Reza akan bangun pagi dengan merajuk manja karna hasratnya kembali harus ia tahan.
Hal atau kejadian yang pastinya semua pasangan suami istri dunia nyata pun pernah mengalaminya, betul tidak? betul dong.. betul banget dan betul sekali. 😌
Tapi keseruan itu tak terulang saat sang buah hati melewati masa balitanya, dan malam malam mendebarkan seperti itu biasanya akan di rindukan suatu hari nanti. Yang awalnya kesal dan jengkel perlahan menjadi keseruan tersendiri bagi yang terbiasa mengalami gangguan darurat.
"Kenapa, Ra. Kok ngelamun?" tanya Reza saat melihat mata lentik indah istrinya begitu teduh.
"Gak apa-apa, lucu aja liat Rain. Pasti abis gangguin dede lagi enak-enak" sahutnya sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Udah biasa, sebelum mereka juga kita dulu yang ngalamin, Ra." jawab Reza sembari mencium kening dan kedua pipi bulat Rainerly Rahardian Wijaya, bayi laki-laki yang dua puluh tahun kemudian akan mengusai perusahaan Rahardian Group.
"Kamu istirahat ya, Ra" titah Reza yang kini tangannya sembari mengusap pipi Khumairahnya.
"Nanti aja, masih pengen liat kalian"
"Loh, kok gitu, jangan bilang kamu malah lagi kepengen ya, Ra" goda Reza yang langsung membuat pipi istrinya itu merona.
"Memang kenapa?".
.
.
.
Maaf.. aku udah gak kuat, sayang!!!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Udah uzur baaaaang 🤣🤣🤣🤣
Cukup tahu diri juga rupanya kesayangannya aku, tapi tetep cinta meski udah....
Ah.. otak gue mulai travelling ngebayangin tuh belalai yang dulu tegak berdiri sekarang ciut mengekerut.
Astaghfirullah, kaaaaan!
__ADS_1