
🌻🌻🌻
"BRISIK!"
Bumi yang tiba-tiba datang, langsung duduk dan menyambar makanan Air yang belum di sentuh sama sekali, Hujan yang melihat semakin kesal dengan tingkah dua anak kembar yang sangat terkenal ketampanan juga kekayaannya.
Apalagi saat Bumi mengganti mobil sportnya yang hanya ada tiga di seluruh dunia para gadis semakin gencar mendekat, tapi bukan Bumi namanya jika ia meladeni para gadis tersebut, ia cukup tersenyum kecil saat di sapa atau mengucapkan terima kasih ketika ada yang memberinya sesuatu.
"Dasar kembar sial!" umpat Hujan lagi, gadis itu benar-benar pergi meninggalkan Bumi yang dengan lahapnya menyantap makanan yang dibawanya, sedangkan Air malah tertawa melihat raut wajah kesal Hujan.
.
.
.
"Kamu belum makan?" tanya Ay, akhir akhir ini adiknya terlihat lebih berisi.
"Udah, tapi laper lagi"
"Kamu mau langsung pulang, atau mau kemana?" tanya Air.
"Mau ke toko buku sebentar" sahut Bumi dengan mulut penuh makanan.
"Nanti bilang mama ya, Kakak pulang malem" kata Air sambil menyambar kunci motor dan jaketnya.
"Mau kemana?"
"Biasa, banyak urusan!" kekeh Ay langsung berlalu meninggalkan adiknya.
Langkah kakinya langsung menuju parkiran dimana tempat motor sport keluaran barunya berada, pemuda itu masih senang dengan hobby nya meski sedikit mengancam keselamatan.
__ADS_1
Air melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah bengkel milik salah satu temannya yang juga sekaligus menjadi tempat tongkrongan para anak muda.
"Wah, big bos kita baru mampir lagi nih" sapa Bobby si pemilik bengkel.
"Haha, Sibuk banget, ini baru ada waktu" sahut Air yang langsung membuka lemari pendingin untuk mengambil satu kaleng minuman bersoda.
"Sibuk pacaran kali" timpal Shandi, membuat yang lain ikut tertawa.
Air langsung ikut bergabung dengan yang lain, banyak yang mereka bahas dari mulai perihal motor, balap liar sampai mantan tak luput dari perbincangan lima pemuda tampan itu, suara gelak tawa saling lempar kulit kacang sampai saling ejek sudah biasa terjadi di tempat itu.
TRIIIING
Air meraih ponselnya saat terdengar suara notifikasi pesan.
*Yayang
[ Jadi jemput gak?]
*Air
Baru saja ia ingin bangkit dari duduknya ternyata bahunya di tahan seseorang.
"Ay, pa kabar?" Sapa orang yang menahan bahu Air tadi.
"Eh, kok Lo disini?, kapan pulang?" tanya Air yang terkejut melihat salah satu temannya baru kembali dari luar negeri.
"Haha, dia baru tau!" ledek Bobby.
"Wah kalian gak kasih tau gue!"
Air kembali duduk, bertukar kabar dan cerita pada temannya sampai ia lupa dengan pesan yang ia kirim barusan pada gadis yang kini sedang menunggunya.
__ADS_1
****
"Katanya lima belas menit?" gerutu Yayang yang kesal karna sudah hampir tiga puluh menit ia menunggu.
Berkali-kali menghubungi Air tapi tak satupun panggilannya di jawab, Begitupun dengan pesan yang ia kirim, jangan kan di balas di baca pun belum.
"Gak biasanya Air begini, kalau aku minta jemput pasti langsung dateng" gumamnya lagi sambil mengusap layar ponselnya.
"Apa dia lagi sama pacarnya?, tapi tadi pagi bilang hari ini cuma mau ke bengkel!" Yayang terus saja berbicara sendiri mencoba menebak nebak apa yang terjadi pada pemuda yang lebih dari satu tahun ini begitu dekat dengannya.
Gadis itu semakin kesal, Karna pasti anak-anak sudah menunggu mereka seperti biasa.
Akhirnya dengan langkah gontai Yayang memilih masuk kembali kedalam gedung yang sepuluh menit lalu baru saja ia tinggalkan. Menyusuri lorong-lorong yang di penuhi ribuan buku yang tersusun rapih sampai kedua matanya menangkap satu sosok yang ia tunggu sedari tadi.
.
.
.
.
.
.
" Ya ampun! di tungguin ternyata disini!"
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Eh emang nakal ya si kakak 🤣🤣🤣
__ADS_1
Tapi yakin itu si ay? 🙄🙄
Like komen nya yuk ramai kan ❤️