
🌻🌻🌻🌻🌻
Liburan usai...
Malam ini waktunya Reza dan keluarganya kembali pulang ke apartemen untuk menjalankan aktivasi seperti biasa, meski anak-anak masih dalam masa libur sekolah tapi tidak dengan Langit, pemuda tampan itu harus segera menyiapkan segala keperluannya untuk masuk ke perguruan tinggi yang sudah Reza siapkan untuknya.
Perjalan masih sama seperti saat mereka pergi semuanya tertidur kecuali pasangan suami istri yang masih saja mengobrol membahas banyak hal terutama tentang ke empat anak mereka.
"Kita kasih tau Abang kapan, Mas?" tanya Melisa, tubuhnya sudah di selimuti oleh kain tebal karna rasa dingin yang bagai menusuk kedalam tulangnya.
"Besok malam, aku akan bicarakan semuanya" kata Reza menjawab pertanyaan sang istri
"Kamu udah kasih tau Abang?" Reza menoleh sebentar dan melihat KHUMAIRAHnya menggeleng
"Abang akan ikuti semua mau kamu dimanapun itu!" ucap Melisa setelah beberapa detik ia tersedian dengan tarikan nafas yang berat
"Aku tau, Anak itu memang baik dan aku akan menjadikannya jauh lebih baik" kata Reza dengan nada mantap penuh keyakinan.
"Untuk apa?, untuk mengurus perusahaan mu?" tanya Melisa sedikit ketus.
"Abang gak butuh itu, Mas. Dia hanya butuh rangkulan kita sebagai orang tuanya, terutama anak bungsu mu itu!" tambahnya lagi namun kali ini sedikit bergumam.
Reza mengernyitkan dahinya karna bingung dengan ucapan di akhir kalimat istrinya.
"Ada apa dengan Chaca?"
*******
__ADS_1
Perjalan jauh membuat semuanya melewati sarapan pagi karna terbangun hampir tengah hari.
Reza yang masih memeluk istrinya akhirnya bergeliat saat di rasa sinar matahari sudah masuk kedalam kamar apartemennya meski tertutup gorden tebal
"Ra... udah siang" Gumamnya di ceruk leher Melisa yang masih saja harum baginya.
"Hem..."
Mendengar ******* sang istri naluri kelelakiannya justru merasa tertantang, tangannya mulai merayap kemanapun yang ia inginkan.
Menyibak kan gaun tidur tipis istrinya sampai sebatas perut, Melisa yang sadar akhirnya terperanjat kaget.
"Udah, siang!" pekiknya keras sambil langsung bangun membuat Reza kesal.
"Kamu kenapa sih, kebiasaan banget!"
"Apa.. apa..." Sungut Reza yang kesal lalu bangun dari tidur kemudian berlalu ke kamar mandi dengan wajah masam.
"Kenapa sih, bangun tidur marah-marah" gumam Melisa yang ikut bangun sembari menyambar luaran baju tidur tipisnya.
sambil menunggu Suaminya mandi ia memilih menyibukkan diri dengan membuka semua gorden dah jendela, merapihkan tempat tidur mereka yang sangat berantakan meski semalam tak melakukan apapun.
"Ra, laper" ucap Reza yang baru keluar dari kamar mandi, masih menggunakan handuk yang hanya melilit di pinggangnya.
"Mau sarapan apa?" tanya Melisa.
"Sarapan?" sahut Reza dengan manautkan kedua alisnya.
__ADS_1
" Kamu gak liat ini jam berapa, Ra" Reza berkata sambil menunjuk jam yang menempel di dinding.
"Hahaha, jam sebelas, By" Kekeh Melisa sambil menutup wajahnya dengan bantal yang ia pegangan sedari tadi membuat Reza justru mendekat dan merebut bantal tersebut dari tangan istrinya
Keduanya kini saling pandang, terdiam menikmati manik mata yang seolah sedang saling mendamba.
Reza berjalan maju membuat istrinya reflek mundur ke belakang hingga sampai ke ujung ranjang.
"Nyicip dikit ya" bisiknya sambil meraih tangan istrinya agar membuka handuk yang masih menutupi bagian inti dari tubuhnya yang sudah menegang sedari tadi
.
.
.
.
.
"Krriiiukkkkk....kkkruuuuucuuuuukkk"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Makan dulu bang, biar kuat ngebor hutannya 😂😂
Like komen nya yuk ramai kan
__ADS_1