
BUGH
Terdengar suara pintu tertutup dengan keras membuat Melisa yang sudah duduk didepan menoleh kebelakang.
Sedangkan Reza yang sudah ikut masuk pun hanya mengernyitkan dahinya aneh.
"Mau apa kamu,Cha?" tanya Reza.
"Ikut kakak!" jawabnya dengan memasang wajah imut layaknya remaja.
"Kemana?" tanya Reza lagi.
"Kemana aja asal sama kakak"
Reza melirik Istrinya yang hanya diam dengan posisi tenang, tak ada raut kesal atau kecewa di wajah cantiknya.
"Boleh?" tanya Reza pada Melisa.
"Boleh lah ,Mas. bukankah dia sepupumu yang artinya juga sepupu ku?" jawab Melisa dengan anggukan dan senyuman.
"Terima kasih, sayang"
Reza lagsung menyalakan mesin mobilnya menuju arah kantornya lebih dulu, ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani hari ini.
Sampai di lobby parkiran VVIP, ketiga turun berbarengan, Melisa langsung mengapit suaminya dengan bergelayut manja di lengan pria yang sudah menikahinya dua bulan lalu itu.
Sedangkan Rossa?
gadis centil itu hanya mendengus kesal disisi lain Reza.
Setalah memasuki lift Reza menarik tubuh istrinya dalam pelukannya, diciuminya wajah cantik sang istri tanpa ampun, Melisa yang biasanya meronta kali ini ia biarkan saja suaminya berlaku sesukanya justru ia sangat menikmati sentuhan itu.
Melisa melirik kearah adik sepupu suaminya yang sudah memerah wajahnya menahan kesal namun ia alihkan dengan bermain ponsel.
"Bentar ya,Ra" ucap Reza saat semuanya sudah berada di ruangannya.
"Iya, Mas" Melisa mengusap lengan suaminya yang terlihat ototnya karna hanya memakai kaos.
Reza langsung duduk di kursi kebesarannya dengan Viana yang berdiri didepan meja menunggu semua berkas beres di tandatangani.
" Ada lagi?" tanya Reza setelah meletakan ballpoint nya..
__ADS_1
"Sudah,Pak" jawabnya sopan sedikit menundukkan wajahnya.
"Kalau ada sesuatu yang penting kirim email saja ke saya" pesan Reza pada sekertaris cantiknya.
"Baik, Pak" sahut Viana dan berlalu.
"Udah,Mas?" tanya Melisa yang sudah mendekat kearahnya dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
"Udah, sayang" Reza sekilas mencium pipi kanan Melisa.
Kini ketiganya kembali berada didalam mobil, hanya pasangan suami istri ini saja yang mendominasi obrolan sedang Rossa hanya menjawab Sekenanya.
Lama perjalanan sekitar hampir 2 jam kini mobil mewah Reza sudah terparkir di depan taman hiburan terbesar di ibu kota, panas terik tak menyurutkan semangat Melisa untuk segera masuk menggandeng tangan suaminya.
"Nanti, Ra. aku bayar karcis dulu"
"Aku kira ini punya mas Reza" kekeh Melisa.
Reza hanya mengacak rambut istrinya gemas.
"Nanti ya, kalau kita udah punya banyak anak"
"Kalau kamu mau aku bisa bikin, dari pada kesini aku harus bayar" bisik Reza ditelinga Melisa.
****
Reza terus menggenggam tangan istrinya kemanapun langkah mereka berpijak, Melisa tak sedikit pun memberi ruang untuk adik sepupunya itu mendekat apalagi menyentuh bagian tubuh suaminya.
"Kamu mau naik apa?" tanya Reza sesaat mereka sudah berada di tengah-tengah semua wahana permainan.
"Aku mau jalan-jalan aja"
"Huft, datang kesini gak naik apa apa gak seru loh kak,Mel" seru Rossa mengejek.
"Aku mau menikmati hariku dengan suamiku, kalau kamu mau main? aku sangat mempersilahkannya Rossa!" balas Melisa.
Rossa mendengus kesal dengan jawaban Melisa yang menjengkelkan dan parahnya kakak sepupunya itupun tak membela.
"Ayo, Hubby" ajak Melisa kemudian sembari menarik tangan Reza.
"Mau beli minum gak?" tanya Reza pada istri juga sepupunya.
__ADS_1
"Aku mau ice-cream aja" jawab Melisa namun tidak dengan Rossa, ia hanya diam sambil memicingkan matanya.
"Tunggu disini biar aku yang beli"
***
"Huft, panas ya,Cha!" ujar Melisa sambil mengipas kipaskan tangannya kearah wajahnya.
"Hem," jawabnya singkat.
"Untung suamiku kaya raya, meski kulitku nanti terbakar sinar matahari aku yakin HUBBY ku pasti akan menyuruhku untuk perawatan yang paling mahal agar kulit ku kembali putih" kekeh Melisa menggoda Rossa yang sudah menekuk wajahnya karna jengkel.
"Dasar benalu" jawab Rossa ketus.
Belum Melisa membalas ternyata suaminya lebih dulu datang dengan membawa 3 cone besar ice-cream rasa coklat.
Reza memberikan satu cone pada Rossa yang di balas senyuman manja dan rengekan terima kasih ala gadis remaja.
"UPS, jatuh" ucap Melisa.
Rossa dan Reza langsung menoleh kearah Melisa yang tak lagi memegang ice-creamnya.
"Aku beli lagi, ya"
"Gak usah, aku mau berdua sama mas Reza"
Reza hanya tersenyum kecil kemudian menyodorkan ice-creamnya ke mulut sang istri.
"Enak banget ya, apalagi bekas bibir suamiku"
"Mau yang langsung?" goda Reza.
Tak butuh waktu lama, Reza langsung ******* bibir istrinya yang masih tersisa sedikit ice-cream di ujung bibir Melisa.
Rossa yang melihat adegan itu langsung membelalakkan matanya terkejut..
Masih berani bermain api?
rasakan sendiri akibatnya, dasar setan kecil.
________________
__ADS_1