
🌻🌻🌻
CEKLEK..
Reza membuka pelan pintu kamar ruangan istrinya dirawat, selangkah demi selangkah ia mendekat kearah ranjang, dilihatnya sang KHUMAIRAH sedang terlelap dengan majalah yang masih berada di dekapannya.
CUP
Satu kecupan mendarat sempurna di kening Melisa, Reza tersenyum manis sambil mengusap pucuk kepalanya.
Kamu terlalu banyak mendapat masalah, maafkan aku sering melukaimu lewat orang orang di sekelilingku.
aku akan selalu membelamu tak perduli siapapun yang mengganggumu**
"Eugh"
Melisa menggeliat saat ia merasakan sentuhan lembut di pipinya, ia membuka matanya perlahan.
"Mas Reza" ucap Melisa dengan suara serak khas bangun Tidur.
"Aku ganggu tidurmu ya?"
Si cantik itu pun menggeleng, ia merentangkan kedua tangannya ingin di peluk.
"katanya sebentar, ko lama?" tanyanya dengan wajah kecewa.
"Maaf, Ra. ada yang harus ku urus"
"Apa itu?" tanyanya lagi sambil mendongakkan kepalanya.
CUP.
Ciuman sekilas mereka lakukan.
"Aku habis ngurusin tikus kecil" kekehnya.
Melisa Kembali memeluk suaminya, ia tahu suaminya sedang menjahilinya dengan kata-kata yang tak mudah ia pahami.
"Semuanya pada pulang, aku juga mau pulang, Mas" rengek ibu hamil itu.
"Tadi diperiksa lagi gak sama Caca?"
Melisa menggeleng kan kepalanya, hidungnya sengaja ia gesek gesekan di dada sang suami.
"Ish, tuh orang makan gaji buta"
"Hust, pasien nya gak cuma aku, Mas" oceh Melisa.
"Tapi aku minta dia untuk mendahului mu"
"Aku udah baikan, Mas"
Reza semakin mengeratkan pelukannya, di ciuminya pucuk kepala sang istri berkali-kali.
"Apa dia rewel?" tanya Reza mengusap perut Melisa.
"Dia anak baik, dia kuat" kata Melisa dengan senyum bangga.
"Aku gak pernah ngerasain dia gerak kenapa ya?"
"Mungkin dia nyaman kalo di sentuh olehmu"
"Tapi aku ingin merasakannya" lirih Reza sedih, enam bulan sudah usia kandungan istrinya tak sekalipun ia merasakan tendangan kecil dari dalam perut Melisa.
"Padahal kalau udah gerak kaya lagi demo loh, Mas" kekeh Melisa, namun membuat reza sebal.
"Baiklah, aku akan menghukum ibumu!" ucap Reza dengan senyum jahilnya.
Bibirnya langsung ******* habis bibir ranum sang istri, tangannya semakin menekan tengkuk Melisa untuk memperdalam ciumannya.
Tak hanya sampai disitu, ia pun transit sebentar di gunung Everest.
Menikmatinya dengan sentuhan lembut sambil meninggalkan jejak jejak petualangnya.
BRAAAKK
"Aw," Reza meringis saat istrinya mendorong tubuhnya.
"Siapa tadi, Mas?" tanya Melisa panik.
"Gak tau," jawabnya kesal.
"Serius, Mas tadi ada yang nutup pintu kan?"
"Ya udahlah biarin, udah keluar juga, lanjutin lagi cepetan" Reza kembali menarik tubuh Melisa, wanita hamil itupun kembali pasrah.
****
Pagi hari esoknya.
"Gimana?" tanya Reza saat dokter Rissa usai memeriksa istrinya.
"Iya, dok. Tapi kapan bisa pulang?" kata Melisa.
__ADS_1
"Ih, gak sabaran banget pengen pulang ya, padahal disini juga bisa nengok in Dede bayi loh" Rissa justru menggoda Melisa dengan melirik ke arah Reza.
Reza melotot kearah Rissa yang sedang tertawa sedangkan Melisa menutup wajahnya dengan selimut.
"Pagi semuanya" sapa mama yang baru datang bersama papa.
"Pagi, Pah, Mah"
"Pagi, Om, Tante"
Reza, Melisa dan Rissa menjawab berbarengan dan mencium punggung tangan kedua orang tua itu bergantian.
"Bagaimana, ca?" tanya papa langsung.
"Tenang, Om. menantu dan cucu kuat dan sehat" jawab Rissa dengan mengacungkan kedua jempol nya, Gadis ini memang tak pernah sungkan dengan keluarga Rahardian sifatnya yang ceria memudahkannya dekat dengan siapapun.
"Baguslah, bisa pulang sekarang?" tanya mama.
"Bisa, Tante"
"Loh, itu bukannya Tante Desy?" ucap Melisa terkejut.
kini mata ke empat orang itupun menatap layar TV LED yang tergantung di dinding.
"Iya, itu Desy, Pah" kata mama lirih.
"Iya, itu adikmu mah" jawab papa, lalu berjalan ke arah sofa.
"Ada apa?" tanya Rissa bingung.
"Lihat saja, dan nikmati" sahut papa yang sudah duduk disofa single dengan tangan melipat di dada.
"Pah, ada apa?"Mama kini mulai mendekat dan ikut duduk di sofa, tinggal Reza dan Melisa yang saling pandang di ranjang.
"Mama tonton saja beritanya" titah papa bergeming.
"Ya tuhan, Mas" ucap Melisa tak percaya sambil menutup mulutnya.
"Papa selama ini diam, tak ingin ikut campur urusan keluarganya tapi jika mereka mulai mengusik keluarga papa, maaf mah, papa Takan tinggal diam" kata papa sambil meraih tangan mama yang masih diam mengamati isi berita.
Mama menoleh dan tersenyum getir, ia mengerti maksud perkataan suaminya.
"Seorang Abdi negara tertangkap selingkuh, dan di giring ke pihak berwajib" Rissa membaca dengan pelan apa yang di beritakan di TV.
"Biar adikmu tahu rasanya, bagaimana ada duri dalam rumah tangganya. Anakku pria baik mah, aku percaya itu tapi nyatanya tidak dengan suaminya" ucap papa membeber kan kelakuan adik iparnya itu.
"Bukankah sakit rasanya saat suami di goda wanita lain? tapi dengan mudahnya dia memasukkan Rossa dalam hubungan anak menantuku, dan kesalahan fatalnya adalah mencoba meracuni Melisa dengan omong kosongnya" dengus papa kesal.
"Papa bisa lebih dari ini jika terjadi sesuatu pada menantu juga cucu Papa"
Mama sudah menitikan air matanya, ia berhambur memeluk Melisa dan menangis.
"kamu kenapa diam saja, Mel?" ucap mama disela Isak tangisnya.
"Mah, maaf"
"Tidak, sayang. Mama yang harusnya Minta maaf" kata mama lagi penuh penyesalan.
"Sudah, Mah. aku udah gak apa-apa"
"Mama tidak akan mengakuinya sebagai keluarga jika terjadi sesuatu padamu" mama menangkup wajah menantunya itu dan mencium keningnya.
"Lalu gimana dengan Tante Desy?" tanya Rissa walau ragu.
"Biarin aja, biar tau rasa" kekeh Reza namun Langsung mendapat cubitan di perutnya.
"Mas, Tante pasti terluka banget sekarang" ucap Melisa lirih.
"Jangan terlalu baik, maafkan jika kamu mau tapi ku mohon jangan pernah bertemu lagi dengannya" jawab Reza.
Melisa hanya mengangguk tanda paham.
"Maafkan papa, Mah. Biarkan Desy mendapat hukuman yang sama dengan apa yang Melisa rasakan"
"Iya, mama mengerti, mama juga tak habis fikir dengan apa yang ia lakukan"
"Anakmu ini terlalu tampan, Mah" kekeh Reza lagi membuat ke empat orang yang ada di dekatnya langsung menatapnya malas.
"Kayanya Ocha pasti pulang deh!"
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Nah loh.. setan kecil bakal pulang 😂
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️❤️
🌻🌻🌻
Reza tertawa saat mendengar ucapan Rissa yang mengatakan jika Ocha akan pulang, ia terkekeh geli sampai melempar tissue kearah dokter cantik itu.
"Suka-suka dialah, pulang juga kerumahnya bukan kerumah gue" ucap Reza di sela gelak tawanya.
"Tapi dia kalau kerumah gimana?" tanya Melisa pada Reza, pria itupun langsung menangkup wajah istrinya.
__ADS_1
"Kita pulang ke apartemen, beres kan?" jawabnya santai.
"Ya sudah, mama bantu bereskan barang mu ya, Mel".kata mama
"Antar om bertemu kepala rumah sakit ya, Ca"
"Beres, Om"
Kini Papa dan Rissa berjalan menuju lift, tujuannya adalah menemui kepala rumah sakit yaitu dokter Ibrahim yang terletak di lantai enam.
"Ca, gak ada yang kamu sembunyikan dari om kan mengenai kesehatan Melisa?" tanya papa saat keduanya berada di lift khusus.
"Berdoa saja, Om. Aku cuma gak mau mendahului takdir, aku berusaha semaksimal mungkin agar bayi dalam kandungan Melisa sehat dan selamat, namun jika tuhan berkehendak lain, aku bisa apa?"
Pernyataan dokter Rissa bagai ribuan pisau yang menghujam dada papa, ia tak bisa membayangkan jika harus kehilangan cucu yang amat ia inginkan.
"Om akan lakukan apapun agar bayi itu selamat lahir ke dunia,bahkan jika perlu om akan bawa Melisa ke luar negeri"
"Om, kita urus disini aja dulu, rumah sakit ini banyak dokter terbaik, percaya sama aku ya Melisa ibu yang kuat"
Papa tersenyum walau hatinya kini kacau, entah kenapa dari awal mengetahui sang menantu hamil papa selalu khawatir.
"Sudah,Om. Aku balik ke ruangan ku ya" pamit Rissa setelah berada di depan pintu dokter Ibrahim sang kepala rumah sakit.
****
"Nak, kita liburan yuk?" ajak mama tiba-tiba mengangetkan anaknya yang sedang menjahili istrinya.
"Reza banyak kerjaan, Mah" jawabnya langsung menarik diri dari sisi tubuh Melisa.
"Biar istrimu lebih happy" kata mama lagi.
"Nanti deh, aku beneran deh gak bisa kalau sekarang, aku cek schedule dulu nanti biar Viana yang atur ulang" ucap Reza menjelaskan.
"Kamu mau liburan, Ra?" tanya Reza pada Melisa yang hanya diam saja.
"Aku mau ke panti asuhan, semalam aku mimpiin Langit" jawabnya sedih, kini tangannya sudah meremat selimut yang menutupi kaki sampai pinggangnya.
"Anak laki-laki itu ya, Mel?" tanya mama.
"Iya, Mah"
"Anaknya baik dan sopan, Ameera juga beberapa kali menanyakannya"
"Sopan apanya?, nempel di tempat terlarang terus begitu" dengus Reza kesal.
"Udah deh, gak usah mulai" Melisa mengingatkan sang suami yang sudah memasang wajah masam.
"Ada apa dengan anak itu, anaknya baik" kata mama membela.
"Mas Reza gak suka, Mah" sahut Melisa jujur.
"Lebih tepatnya aku cemburu,Ra"
"Cemburu sama anak kecil, gimana nanti jika anak kalian lahir?"
"Kan ada mama!" kekeh Reza, tutup botol pun mendarat sempurna di keningnya.
"Aw," jerit Reza kesakitan.
Tiba tiba pintu terbuka, ketiganya kini menoleh ke arah yang sama.
"Ayo, kita pulang tapi sebelumnya kita makan siang dulu ya" kata papa yang datang kembali setelah pertemuannya dengan dokter Ibarahim.
"Mama bantu kamu ganti baju dulu ya,Mel" ucap ma yang langsung memegang tangan menantunya itu untuk turun dari ranjang.
kini keduanya melangkah kearah kamar mandi.
"Hey, son son kamu mau kemana?" tanya papa saat putra sulungnya itu hendak menyusul ke kamar mandi.
"Ih, papa apaan sih panggil aku begitu, nanti kedengaran istri ku" oceh Reza pada papanya.
"Kenapa?, papa suka nama itu" kekeh papa
"Aku udah gede ya, bentar lagi mau punya anak" ucap Reza dengan bangganya.
"Ya udah sana, kamu inget kan?, jangan pura pura lupa!" ujar papa sambil mendorong tubuh anaknya.
"Iya, iya..Huh, aku baru nemuin punya papa yang jahatnya bikin aku istighfar terus" sungut Reza kesal sembari menutup pintu.
"Loh, mas Reza kemana?" tanya Melisa saat keluar dari kamar mandi setelah beberapa saat berganti pakaian.
"Suamimu sedang menjalankan hukuman" jawab papa santai, pria paruh baya itu masih duduk di sofa secangkir kopi ditangannya.
"Hukuman apa, dimana?" tanya Melisa lagi bingung.
"BERDIRI MENGHADAP KAMAR MAYAT"
🔥🔥🔥🔥🔥
Wah, si papa beneran hukum babang Reza 😂
selamat menjalankan hukuman ya bang 🤭
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan ♥️🤗