
🌻🌻🌻🌻🌻
CEKLEK..
"Apa?" tanya Air saat membuka pintu kamarnya.
"boleh masuk?"
"Hem!" pemuda yang masih mengerikan rambutnya dengan handuk itu membuka pintu dengan lebar.
Bumi masuk lebih dulu di ikuti kakaknya yang mengekor di belakang, keduanya duduk di sofa panjang sudut ruangan.
"Ada apa?, lemes amat" tanya Air tanpa menoleh.
"Aku udah tau soal Yayang, kenapa kakak gak bilang dari awal?" Bumi balik bertanya, jauh didasar hatinya ia ingin sekali menyalahkan orang yang mirip dengannya itu.
"Biar kamu tau sendiri atau biar Yayang yang kasih tau kamu langsung" jawabnya santai sambil menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.
"Aku harus gimana? Aku sayang dia, kak" gumamnya lirih yang langsung membuat Air menarik nafasnya.
"Gak tau, bingung!"
Air memejamkan matanya, ingatannya kembali pada waktu setahun lalu saat ia nekat mengutarakan perasaannya.
Ya...hanya perasaannya tanpa meminta gadis Kesayangan adiknya itu menjawab.
"Kak.. apa dulu kakak sama sepertiku?"
Bumi menatap wajah Air yang masih terpejam, ia ingin jawaban pasti keluar dari mulut kakaknya.
Karna baginya kedekatan Air dan Yayang kini berubah jika ada dia diantara keduanya.
"Maksudmu apa?" tanya Air, ia akan memilih pura-pura bodoh saat ini.
"Kakak suka padanya, jawab jujur!"
Air tertawa sumbang mendengar pertanyaan adiknya itu, ia bangkit dari duduknya berjalan menuju meja belajarnya.
"Cewe mana yang aku gak suka, dek!" Kekeh Air.
__ADS_1
"kalian pernah berpacaran?" Bumi benar benar ingin tahu tentang hubungan mereka.
"Gak pernah!" sahutnya santai dan Bumi bisa menangkap kejujuran dari sikap sang kakak.
Kini Bumi yang bangkit dari duduknya, ia menghampiri Air lalu berdiri tegak di depan pemuda itu.
Aku sudah berciuman dengannya!!
Usai mengatakan itu Bumi langsung berlari sembari membanting pintu membuat Air tercengang kemudian mengumpat kesal.
"Apa! apa yang dia bilang tadi?"
"Ciuman! astaga gue aja belom"
Air menggigit ujung kaosnya Karna kesal.
"Dia lahir belakangan kenapa bisa ciuman duluan!"
Pemuda yang mendadak kesal itu langsung naik keatas ranjang, memeluk guling pisang Kesayangannya yang baru ia ambil dari apartemen sepulang dari pertigaan jalan.
Ciuman..
Air meraih ponselnya kemudian menghubungi Hujan, sedari sore tadi tak ada kabar apapun dari gadis itu.
*Air
[ Jan, Hujan deres! Lo dimana? ]
Sepuluh menit berlalu tak ada juga balasan dari calon istrinya itu, apalagi saat ia lihat pesannya ternyata sudah di baca.
*Air
[ Ada itik keselek kedongdong ]
[ Heh cewek cantik bales chat gue dong ]
Air semakin kesal saat pesannya hanya benar-benar dibaca tanpa di balas.
"Ya. ampun, cari ribut nih cewek" umpatnya sambil menggigit hidung guling pisangnya.
__ADS_1
*Air
[ Woy, chat gue bales! ini bukan koran yang Lo baca doang, Lo punya jempol gak buat ngetik!!!!!! ]
Lagi-lagi ia mengirim pesan mengomel pada Hujan yang langsung terbaca namun tak ada tanda-tanda gadis itu membalasnya, tentu kini amarah Air sudah sampai Ubun-ubun, karna ia mengabaikan pesan dari semua kekasihnya hanya untuk menunggu balasan dari Hujan.
Air yang sudah Sangat kesal akhirnya mengirim pesan suara agar gadis itu tau bahwa ia tak suka diabaikan secara terang-terangan seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" ***Lo bales chat gue sekarang atau gue Dateng kerumah Lo malam ini juga cuma buat cium Lo depan Bunda!!"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞***
Dih si kakak sirikan 😂😂😂😂
Tuh gajah kalo tau pasti ngamuk 😓😓😓
Anaknya pada Badung 🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1