
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Langit pulang lebih dulu menuju apartemen menjemput Melisa dan juga Cahaya kerumah utama karna semua akan berangkat bersama dari sana.
Semua sudah di persiapan meski hanya memiliki waktu beberapa jam saja sebelum keberangkatan mereka pukul tujuh malam nanti.
"Abang" Cahaya menoleh saat derap suara langkah jelas terdengar
"Sayangnya Abang kok belum siap-siap?" tanya Langit yang langsung menghampiri gadis cantik itu di dapur.
Pria itu langsung mencium pipi Cahaya dan meletakkan dagunya diatas bahu pemilik hatinya itu.
"Belum, aku masih bantuin mama nyiapin ini sedikit lagi"
Langit memutar tubuh langsing Cahaya agar berhadapan dengannya, menangkup wajah cantik itu dengan kedua tangan besarnya.
"Cepat mandi, waktunya kurang dari dua jam lagi sayang" titah Langit.
Gadis itu mengalungkan tangannya di leher Langit, ia tatap dengan intens pria yang masih memakai stelan jas itu.
"Abang kapan melalukan hal seperti kakak?"
"Jika kakak Bumi bersedia dilangkahi, Abang siap sayang" jawab Langit.
Cahaya langsung memeluknya dengan begitu erat, rasanya semakin hari ia semakin takut untuk melepas Langit.
Aku rasanya tak kuat lagi bertahan lama, Bang.
Aku lelah..
tapi aku mencintaimu..
Ia yang sempat merasa sesak nafas lagi tadi siang membuat Cahaya semakin berkecil hati untuk bisa mendampingi Langit.
Aku merasa tak punya waktu lama lagi.
******
Semua sudah berkumpul diruang tamu, tinggal menunggu Air yang masih bersiap Karna telat pulang.
Langit duduk di sebelah Cahaya yang bersandar lemas padanya, wajah gadis itu sedikit pucat walau sudah memakai polesan makeup yang berwarna.
Sedangkan Kahyangan memiilih duduk disisi Melisa saat tadi Bumi dipanggil Reza menuju ruangan papa.
"Apa kalian akan buru-buru juga seperti kakak?" tanya Melisa pada Yayang, gadis manis yang terlihat sedikit pendiam.
"Aku akan menyelesaikan kuliahku dulu, Mah" jawab Kahyangan malu, apalagi saat Cahaya melirik kearahnya.
__ADS_1
"Ya, selesaikan dulu tanggung jawab kalian, jodoh tak kan kemana" pesan Melisa.
Kahyangan hanya mengangguk paham, meski alasan sebenarnya bukan lah itu, dan ia rasa Bumi belum membicarakan semua tentangnya pada keluarga.
"Bumi berbeda saat bertemu lagi denganmu" ucap Melisa meraih tangan Yayang.
"Berbeda?" tanya Yayang bingung, ia takut jika ternyata Kehadirannya membawa pengaruh buruk bagi putra kedua keluarga RAHARDIAN itu.
"Ya, wajahnya tak sekaku dulu" kekeh Melisa.
Kahyangan yang awalnya tercengang akhirnya membuang nafas lega.
"Mama membuatku takut" gumam gadis itu.
"Dia sangat bahagia sepertinya denganmu, hatinya lebih hangat tapi untuk orang lain tentu sudah di tutup rapat"
Kahyangan tersipu malu, di puji oleh calon mertua tentu adalah kebanggaan tersendiri bagi setiap para gadis.
Tapi Ia tersenyum getir saat mengingat perbedaan yang membentang diantara ia dan Bumi.
"Jika dulu tanpamu saja anak itu begitu setia menjaga hati demi kalungmu, dan saat bertemu denganmu sudah bisa dipastikan betapa ia akan kuat mengikatmu, Yang. Kedua anak mama begitu Posesif mirip seperti papanya, apa yang menjadi miliknya tak ingin ada yang menyentuhnya lagi" ucap Melisa.
"Anak Buna yang satu ini lebih posesif sepertinya" goda Langit pada si bunhsu ia semakin mengeratkan pelukannya.
"Hey, jangan Tanyakan itu, Bang" protes Cahaya.
"Kakak belum turun?" tanya Reza saat datang lagi keruang tamu bersama Bumi dan papa.
"Belum, Mas" sahut Melisa
Reza duduk kembali disisi KHUMAIRAHnya.
"Cantik banget sih, Ra" goda Reza pada sang istri.
"Malu ih, udah delapan kali mas Reza bilang gitu" ucap Melisa yang kembali merona karna pujian Suaminya.
Kahyangan yang baru tau keromantisan pasangan itu hanya mengulum senyum pada Bumi, pemuda itu menepuk sofa kosong di sebelahnya.
a
"Kuatin hati kamu kalo ada mama sama Papa" bisik Bumi saat gadisnya sudah pindah.
"Aku iri loh,Bu" ejek Kahyangan.
"Aku mencintaimu, Yang" bisiknya lagi sambil merangkul bahu Yayang.
"Nah tuh dia!" pekik Cahaya yang sudah bosan menunggu.
"Lama banget sih, kak" ujar Melisa saat si sulung baru turun dari tangga.
__ADS_1
"Maaf" kekehnya sambil mengusap tengkuknya.
"Ya sudah ayo" ajak Papa kemudian.
Semua keluar dari rumah menuju garasi, sudah ada tiga mobil yang sudah disiapkan.
Satu mobil Bumi dan Kahyangan.
satu mobil Langit bersama Cahaya serta oppa dan omma mereka.
Sedang satu mobil dibawa Air dengan Kedua orangtunya.
"Tunggu!" ujarnya saat semua semakin mendekat kearah mobil.
"Ada apa lagi, kak?" tanya Reza.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kakak mules....
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Gugup ya Kak 🤗🤗🤗
Makan daun jambu sini biar gak sakit perut 😂😂
Kaya embe 🐐🐐🐐
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1