Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 55


__ADS_3

🌻🌻🌻


Rossa yang cuma berdua dengan Ameera dirumah hanya merengut kesal, berkali kali ia mencoba menghubungi Reza namun ponselnya selalu tak aktif.


Kepergian kakak sepupunya yang tanpa pamit itu membuatnya kesal dan uring-uringan.


"Masih belum bisa dihubungi, kak?" tanya Ameera.


"Belum, dek, kemana ya?"


"Apa pulang ke apartemen?" Ameera mencoba menebak.


"Kata Tante gak ada,dek"


Rossa terus saja mengirim pesan dan melakukan panggilan walau hasilnya tetap sama.


*******


"Mas, aku pengen ketoprak" pinta Melisa sembari memainkan dada polos suaminya.


"Jangan aneh-aneh!"


"Tapi aku laper, aku mau makan!" Melisa menggoda Reza dengan mencubit pipinya.


"Ra, ini tengah laut, mana ada ketoprak"


" Enakan dirumah kalau gitu, Disni juga di kasur terus.. Huuuuuaaaaaaa"


Melisa berpura pura menangis malah membuat suaminya terkekeh gemas.


"Besok kita turun ke laut mau?"

__ADS_1


"Haha, makasih suamiku sayang!"


"Katanya bosan?" tanya Reza sambil mengecup kening istrinya.


"Gak ah, aku mendingan tidur"


"Iya, kamu mendingan tidur biar aku bebas Patroli"


Melisa mencebikkan bibirnya sambil tergelak, walau mereka hanya bermain dikamar namun keduanya nampak sangat bahagia, mungkin benar kata suaminya, Reza memang fokus hanya pada dirinya disini bahkan dering ponsel pun tak terdengar selama mereka berlayar.


_____________


Hari ini hari terakhir mereka honeymoon, ada raut kecewa jelas terlihat di wajah Melisa yang nampak malas untuk membersihkan tubuhnya.


"Ko belum mandi?" tanya Reza yang baru masuk kedalam kamar.


Melisa diam bergeming, bahkan menoleh pun tidak ia lakukan.


Matanya sayu menatap dirinya sendiri di pantulan cermin samping tempat tidur.


"Berlayar lagi?" tanya Melisa polos.


"Hemmm, ke luar angkasa juga boleh," kekeh Reza menjawab pertanyaan Melisa.


"Ish, aku serius,Mas!"


"Kamu tinggal bilang, mau kemana?" ucap Reza sambil memeluk Melisa dari belakang.


"Asal denganmu, aku bahagia, Mas"


"Sama aku mah gak usah kemana-kemana, cukup di kamar aja, Ra" goda Reza sebelum ia memberikan lagi dan lagi jejak petualang di ceruk leher istrinya.

__ADS_1


Melisa memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malu dan wajah merah meronanya..


"Mumpung belum ada ini"


Reza mengusap perut yang masih sangat rata milik istrinya, meski belum ada pembicaraan soal anak diantara mereka namun didalam sudut hati masing masing sungguh anugrah terindah itu sangat mereka nantikan.


"Mas Reza pengen punya anak?" tanya Melisa


"Emang kamu fikir aku piknik terus buat apa? tapi aku gak terlalu memaksa, Ra..aku masih menikmati saat berdua bersamamu" jawab Reza santai.


"Mas Reza mau berapa?" tanyanya lagi.


"Berapa aja, satu..dua..tiga.. aku sih ok aja bahkan sepuluh pun aku siap!"


"Banyak banget!" protes Melisa.


"Aku cuma bikin, biarkan Tuhan yang mengatur berapa banyak anugrah yang akan ia titipkan pada kita,Ra"


Melisa mengangguk, ada senyum kecil di sudut bibirnya.


Suami dadakan nya ini sungguh luar biasa sosok pria yang masih memeluknya ini tak pernah banyak menuntut, ia selalu mengungkapkan cintanya dengan cara yang berbeda.


"Berjanjilah untuk selalu bersikap manis padaku, Mas" pinta Melisa penuh harap.


"Kamu yang paling special, Ra!"


"Benarkah?" Jantungnya kini berdegup kencang siap mendengar rayuan suaminya.


"Iya, karena aku sudah memberikanmu dua telur makanya special".


🙈🙈🙈🙈

__ADS_1


Gak bang, othor mah gak ngerti masih polos banget 🤔🤔🤔🤔🤔...


Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️❤️


__ADS_2