Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 141


__ADS_3

🌻🌻🌻


Perkara ceker tak selesai sampai disitu, Reza harus menahan mual saat Melihat istrinya dengan lahap menyeruput semangkuk sup yang berisikan beberapa ceker ayam berwana putih lengkap dengan sayur-sayuran.


"Ra, kamu jorok. itu kan kaki" kata Reza.


"Enak, bagus loh buat anak kita" sahutnya.


"Tapi tetep aja itu kaki alias ceker"


"Yang penting enak, aku Kenyang"


"Dapet darimana sih?" tanya Reza penasaran.


"Eh Iya. dapet dari Viana nanti gantiin ya uangnya ke dia aku gak punya uang" ucapnya sambil terus sibuk menggigit satu persatu jari jemarinya ayam tersebut.


"Kamu kaya kanibal, Ra. sumpah"


"Biarin, enak!!" balas Melisa tak mau meladeni suaminya.


"Itukan ayam kalau maen gak pake sendal, nyeker terus, udah gitu dia keliling entah apa yang udah dia injek semasa hidupnya"


"Jelas nyeker lah kan gada yang jual sendal ayam di dunia hewan"


"Ah, iya, aku lupa!" Reza akhirnya terkekeh dengan fikiran anehnya sendiri.


Seorang presiden direktur harus memikirkan kehidupan ayam yang bermain tanpa sendal


Drrtt drrrtttt drrrtttt


Getar ponsel di saku kemejanya membuat berhenti sejenak dari lamunan dunia hewan.


"Rissa" gumamnya sebelum menggeser layar benda pipih.


"Oh, iya. ingetlah"


"Hem"


"Ok!"


Hanya itu yang di dengar Melisa, telinga fokus mendengar kan meski penuh dengan makanan.


"Jadwal kontrol di majuin besok, Ra" kata Reza setelah menaruh ponselnya diatas meja


"Ko bisa?" tanya Melisa, santai. buatnya kapanpun itu tak pernah menjadi masalah.

__ADS_1


"Rissa mau ke Lombok"


Melisa menoleh, kali ini ia mengernyitkan dahinya, hatinya mulai tergelitik untuk tahu.


"Jadi juga dia jodohin, haha" Reza tergelak sendiri meski istrinya belum bertanya.


" Di jodohin?" tanya Melisa, kini ia semakin penasaran.


" Iya, semenjak pacar pertamanya meninggal dia gak pernah pacaran lagi" jawab Reza, ia Seperti sedang memutar masa lalu.


"Kasian banget" lirih Melisa.


"Iya, pacarnya tertabrak pas di depan matanya sendiri dan meninggal di pangkuannya, aku aja gak bisa bayangin rasanya jadi dia"


Reza menoleh kearah istrinya, lalu tersenyum.


"Makanya aku selalu takut kalau kamu tidur terlalu nyenyak sampe aku apa-apain gak bangun"


"Bukannya seneng?" cibir Melisa.


"Seneng kalo lagi piknik, tapi kalo enggak ya aku takut" sahut Reza, matanya menatap punggung sang istri yang sedang berdiri mencuci tangan.


"Kenapa Seneng?" tanyanya lagi sambil berjalan mendekat.


"Kan aku sering bilang buat bareng, haha"


"Aw, ampun, iya.. sakit tau... udah..Raaaaa" teriakan Reza menggelegar ke seisi ruangan kerjanya.


"Aku mau pulang," pintanya kemudian dengan muka di tekuk, kesal.


"Iya, ayo pulang"


Reza bangun dari duduknya sambil mengusap lengannya yang terasa panas karna cubitan istrinya yang tak henti henti.


Ia membereskan berkas dan mematikan layar laptopnya, lalu mengambil jas yang tersampai di kursi kebesarannya.


"Yuk," ajaknya sambil mengulurkan tangan.


Tentu Melisa dengan senang hati menyambutnya, dan langsung bergelayut manja pada sang suami.


Di dalam lift keduanya terus saling menggoda, tak ada yang mau mengalah saat kedua bibir mereka bersentuhan jika bukan karna bunyi TRING terdengar menandakan kini sudah berada di lantai akhir.


"Terusin dirumah" bisik Reza, dengan mata memohon.


Melisa mengangguk, lalu keduanya keluar menuju tempat parkir.

__ADS_1


"Langsung pulang atau gimana?" tanya Reza saat mobil mewahnya mulai keluar dari area perkantoran.


"Pulang aja, pengen berendem" jawab Melisa.


"Tumben, jarang jarang kamu berendem kalo gak lagi mandi berdua"


"lagi pengen aja" sahutnya.


"Kamu gak mandi aja tetep cakep, enak manis gurih, sempurna" kekeh Reza dengan mata fokus ke jalan raya namun mulutnya justru sibuk mengoceh.


"Eh, mas belok kanan cepetan" titah Melisa sedikit panik.


"Ada apa sih, kita kan lurus" Reza yang bingung namun tetap menuruti istrinya untuk berbelok arah.


"Udah ikut aja" jawab si ibu hamil.


"Apa sih, Ra?" tanya Reza semakin bingung melihat raut wajah Melisa yang mengukir senyum di sudut bibirnya.


"Gak apa apa, udah ikut aja"


"Ya aku ikutin apa, kita mau kemana ini?"


"Lurus aja, eh belok kiri" titahnya.


"Kamu suka gak jelas gini deh" oceh Reza kesal karna tak tahu arah kemana tujuannya.


"Stop, udah yuk kita pulang" ucap Melisa dengan santainya.


"Pulang?" tanya Reza.


"Iya, ayo pulang mobil parabotnya juga udah masuk gang tadi, emang mas Reza mau masuk ke dalam gang?"


"Jadi tadi kamu nyuruh aku ngikutin mobil losbak tadi?" tanya Reza tak percaya.


"Iya, lucu kan..warna warni terus ada suara parabot parabot parabot lima ribuan parabot parabot, ha-ha-ha " Melisa Mengikuti suara yang di keluarkan oleh pedagang perkakas rumah tangga tersebut.


"Astaga!" lirih Reza sambil menggeleng kan kepalanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Istrimu tetep emak emak bangπŸ™„πŸ™„πŸ™„..


udah untung cuma di ikutin, gak di borong!


Like komennya yuk ramaikan ❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2