Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 182


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Reza yang baru keluar dari kamarnya langsung tersentak kaget saat melihat dua putranya di depan pintu. Tatapan si kembar begitu penuh dengan pertanyaan.


"Ada apa?" Tanya Bumi.


"Kak..." Reza menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan si tengah.


"Mama kenapa?, kalian bertengkar?" Si sulung ikut bertanya.


Reza tersenyum, ia menyentuh kedua pipi jagoannya itu dengan tangannya.


"Kita bicara di bawah ya" ajaknya kemudian, dua pemuda tampan itu langsung mengekor berjalan di belakang Papanya.


Sampai di ruang tengah, ketiganya duduk bersama.


Reza menatap satu persatu putranya secara bergantian, masih ada guratan kantuk di wajah tampan mereka.


"Apa papa dan mama mengganggu istrirahat kalian?" tanya Reza yang di Jawab gelengan kepala oleh keduanya.


"Kak.. Ada sedikit masalah yang sedang papa, mama dan Abang hadapi kali ini, Papa mohon kalian untuk menjaga adek" pinta Reza pada Air dan Bumi.


"Abang?, Abang kenapa?" tanya si kembar berbarengan.


"Abang ada di luar kota, sedang ada urusan dengan keluarganya" jelas Reza, ia tersenyum kecil saat melihat kedua putranya saling pandang dengan raut wajah Kebingungan.


"Maksud papa keluarga siapa?" tanya Bumi


"Perasaan kita keluarganya deh" timpal Air.


Reza membiarkan dua anak tampannya itu memberi ia begitu banyak pertanyaan, Reza cukup mengerti bahwa kini pasti rasa penasaran si kembar sedang meronta-ronta.


"Pah, jawab dong" seru Air yang semakin kesal.


Reza membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman, bagaimana pun ia akan menceritakan tentang Langit pada Air dan Bumi.


"Ibu kandung Abang sedang sakit, Sekarang Abang disana bersama ibunya" jelas Reza.


"Jadi Abang masih punya keluarga kandung!" gumam Bumi.

__ADS_1


"Gimana ceritanya, Pah? ish.. si papa Cctv-nya buanyak banget dah!" kekeh Air sambil mengacungkan dua ibu jarinya kearah sang gajah.


"Papa sudah tahu lama, tapi ibunya tak pernah mengganggu dan hanya memperhatikan Abang dari kejauhan, selama ini semua aman sampai akhirnya ibu kandung Abang jatuh sakit bahkan semakin parah"


"Dia disini?, deket kita?" tanya Bumi semakin penasaran, bahkan anak keduanya itu sudah meringsek mendekat.


"Ya, awalnya disini, tapi semenjak jatuh sakit papa bawa ibu kandung Abang ke luar kota untuk penyembuhannya" kata Reza setelah membuang nafas beratnya.


Anak istrinya tak pernah tau bagaimana pusingnya ia mengurus keluarganya agar tetap aman dan bahagia tanpa terusik siapa pun.


Tapi sekuat apa pun ia menjaga, tetap saja Tuhan yang menentukan semuanya.


"Apa Abang akan pergi dan tinggal dengan orang tua kandungnya?" Ada rasa takut terselip di dalam hati kedua anaknya itu.


"Semoga enggak, kita tahu kan, gimana sayangnya Abang sama kita" tutur Reza meyakinkan anak-anaknya itu


"Mama pasti marah, ya?" tebak Air.


"Sedikit kecewa, bagaimana pun ini terlalu mendadak, kak" kata Reza, ia ingat kembali pada KHUMAIRAHnya yang masih di dalam kamar, entah apa yang sedang dilakukan sang istri kini.


"Sudah Siang, bersiap lah untuk kuliah. kali ini sarapan di kampus ya" titah Reza saat melirik jam di dinding.


Tak ingin menambah pikiran anak-anaknya, ia pun memilih kembali kedalam kamarnya.


CEKLEK...


Pintu yang ternyata tak di kunci membuat Reza bisa masuk dengan mudahnya, langkahnya berhenti di ambang pintu saat melihat Melisa masih di tempat yang sama saat ia tinggalkan tadi.


Wanita yang kini sangat berantakan itu duduk bersandar di dinding dengan wajah ia tutup dengan kedua tangannya sendiri.


"Ra... sayang!" Reza mengusap kepala sang istri dengan posisi berjongkok di depan Melisa.


"Sayang.. " panggilnya lagi karna belum ada sahutan apa pun dari istrinya.


Reza menarik nafasnya dalam-dalam, ia begitu terluka melihat KHUMAIRAHnya yang sangat terpukul.


Dengan nekat, Reza langsung meraih tubuh langsing Melisa untuk di bawa ketempat tidur, ia yang begitu lemas tak kuasa lagi untuk berontak dalam gendongan sang suami.


"Aku lelah, ngantuk banget, Ra" keluh Reza setelah membaringkan Melisa ke tengah kasur.

__ADS_1


"Boleh aku peluk kamu?" pinta Reza


Melissa kembali menitikan air matanya, tak ada Isak tangis histeris seperti tadi, setidaknya ia sedikit tenang saat ini.


Reza langsung meraih tubuh Melisa, ia dekap wanita yang sedang merasa ketakutan akan ditinggal Langitnya.


"Kita tidur sebentar ya"


Melisa hanya mengangguk kecil, belum ada senyum di wajah Cantiknya sampai detik ini pertanda ia masih sangat terluka.


"Mas.."


"Iya, sayang" sahut Reza dengan mata yang sudah terpejam hampir terlelap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Apa saat nanti kita bangun, Abang udah pulang?


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Abang akoh kunci di hatiku , Mel..


sorry ya gak bisa pulang ,😂😂😂😂

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2