Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara bab 59


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu membuat Air menoleh dari kursi meja belajarnya, ia menatap pintu itu dengan perasaan lain.


"Masuk" sahutnya malas, lalu kembali pada layar laptopnya yang menyala.


"Kak..."


Air menoleh lagi, ada Reza yang berdiri di depan pintu dengan wajah sedikit berantakan.


"Pah, ada apa?, mama mana?" tanya Air yang langsung menanyakan keberadaan mamanya


"Mama dirumah sakit" ucap Reza lirih.


"Papa bohong, ngapain mama di rumah sakit? ini kan udah malem" ujar Ay yang tadi langsung terlonjak dari kursinya.


"Mama sakit, tadinya cuma mau periksa tapi malah pingsan disana" jelas Reza yang semakin mendekat ke arah anak sulungnya itu.


"Ayo, Kakak mau ketemu mama, kita kerumah sakit Pah" rengek Air yang langsung menarik tangan Reza, tapi pria itu diam bergeming.


"Ayo papa!"


"Besok aja ya, papa pulang cuma mau kabarin kalian aja, papa mau balik kerumah sakit lagi nemenin Mama"


"Kakak ikut, Pah" pinta Air yang sudah berkaca-kaca matanya.


"Besok aja, biarin mama istrirahat ya, kalian juga istirahat dirumah jangan tidur malam-malam" titah Reza pada si sulung yang sudah duduk lesu di tepi tempat tidur.


"Aku mau sama mama" pintanya lagi lirih, air matanya sudah tumpah, melihat hal itu Reza ikut duduk di sisi putranya merangkul bahu lebar itu untuk lebih dekat dengannya.


"Doakan mama baik-baik aja ya, biar cepet pulang lagi sama kakak, Bu juga adek, mama juga sedih disana tanpa kalian"


Air berhambur memeluk Reza dan menangis di dalam dekapan pria itu sambil terus terisak.


"Udah ah, kamu tuh udah gede, jangan cengeng kak" Reza malah menggoda anak sulungnya itu yang sering sekali menitikkan air mata.


"Kakak sedih, Pah"

__ADS_1


"Besok kalian pulang sekolah langsung kerumah sakit ya"


Air hanya mengangguk sembari mengusap pipinya secara kasar.


"Kamu tidur ya, papa pergi dulu" pamit Reza pada si sulung.


Keluar dari kamar Air, Reza masuk kedalam kamarnya sendiri untuk mengambil baju ganti, Karna ia akan menemani sang istri di rumah sakit setidaknya sampai lusa.


"Titip anak-anak ya Mba. liat liat Chaca sama Ay" pesan Reza pada ARTNya.. dari ketiga anaknya cuma Bumi yang bisa ia andalkan dalam keadaan genting dan darurat.


"Iya, Pak. salam buat Ibu"


Reza hanya mengangguk lalu bergegas keluar menuju lobby apartemen.


Selama perjalanan kerumah sakit, hatinya tak tenang ingin segera sampai karna tak ingin meninggalkan KHUMAIRAHnya terlalu lama meski dengan alasan bertemu anak-anaknya.


****


"Raaaaa"


Reza masuk dengan langkah pelan, Melisa yang berbaring langsung menoleh kearah suaminya yang berjalan mendekat.


"Pasti sayang, aku udah bilang kalau pulang sekolah mereka baru boleh kesini" Reza mencium kening Istrinya.


"Aku mandi dulu sebentar ya"


"Kenapa gak mandi dirumah aja?" tanya Melisa.


"Aku gak bisa ninggalin kamu lama-lama sayang"


Reza masuk kedalam kamar mandi, sedang kan Melisa mengatur posisi tidurnya agar lebih nyaman.


Usai Reza membersihkan dirinya, ia segera ikut merangkak ke tengah kasur untuk tidur bersama Melisa yang hampir terlelap.


"Aku mencintaimu, berjanjilah esok keadaan mu harus lebih baik ya"


******


"Jangan ngebut kak" pesan Bumi saat sepulang sekolah, ia lebih dulu menghampiri kakaknya di parkiran motor.

__ADS_1


"Hem, iya. kakak udah ga sabar pengen ketemu mama, kakak mau tau keadaan mama" ucapnya, lalu menutup kaca helm.


Air langsung menyalakan starter motor besarnya yang memiliki suara yang memekakkan telinga.


Pemuda itupun mulai menjalankan nya meninggal kan Bumi yang masih berdiri sendiri.


.


.


.


.


Air yang sampai lebih dulu langsung memarkir kan motor nya, membuka helm kemudian bergegas masuk kedalam rumah sakit milik kelurganya.


BRAAAAKKK....


"Eh, jalan pake mata dong!" sentak seorang gadis yang masih memakai seragam sekolah.


.


.


.


.


.


Jalan pake kaki, bukan pake mata sayang!!!


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Nabrak siapa kak.??


aku kepo 🤣🤣🤣🤣🤣


kenalan terus kenalin ya 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2