Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 202


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻


Tap..tap..tap..


Suara langkah jelas terdengar di telinga Melisa yang sedang membuat sarapan di dapur bersama Bi Siti ART yang selalu membantunya di apartemen, Senyum mengembang di wajah cantik alami wanita berusia dua puluh lima tahun itu dengan rambut yang masih basah terurai sampai ke pinggangnya.


"Mamaaaaaaa" teriak kakak Ay sambil menuntun adik perempuannya.


"Pagi sayang sayangnya mama" Melisa mencium si sulung dan si bungsu secara bergantian.


"Bumi mana?" tanya Melisa karna satu anaknya belum turun.


"Masih pakai baju sama papa" sahut si bungsu lembut.


"Oh, papa udah bangun?"


"Udah, kan tadi kakak nangis di kamar mama" sahut Chaca sambil terkekeh.


"Kakak kenapa lagi pagi pagi nangis?, kan mama udah bilang bangun tidur gak boleh nangis" kata Melisa sambil mengusap kepala putra pertamanya.


"Gak apa-apa, pengen nangis aja" jawab Air santai yang membuat Melisa terkekeh Karna gemas.


"Ya udah kalian duduk dulu sana, mama ke kamar dulu ya"


Setelah mendapat persetujuan dari kedua anaknya kini Melisa melangkah kearah tangga yang tak terlalu besar terbuat dari kayu untuk menuju kamarnya dan kamar anak di lantai dua.


"Mas.." panggil Melisa di kamarnya yang ternyata kosong.


Kini ia berbalik arah menuju kamar yang berada di sudut ruangan, kamar ketiga anaknya yang luasnya hampir seluruh lantai atas apartemennya.

__ADS_1


Pintu yang terbuka lebar memudahkan Melisa untuk tau langsung apa yang terjadi di dalamnya.


"Papa akan menaruh banyak harapan ke kakak"


Hanya itu yang Melisa dengar saat berdiri di ambang pintu, dilihatnya sang suami sedang memeluk erat tubuh bocah anak keduanya.


"Mas," panggil Melisa, membuat Reza Langsung mengurai pelukannya.


"Kakak udah mandinya?" tanya Melisa pada Bumi yang hanya di balas anggukan sekali.


"Kita sarapan ya sayang"


"Iya, Mah" sahutnya lalu bergegas keluar kamar untuk turun ke lantai satu, karna sudah ada kedua saudaranya yang lain menunggu.


"Mas Reza bukannya mandi malah peluk pelukan sama kakak Bu?" goda Melisa.


"Iya, adek juga cerita"


"Nangisin apa sih, aku tanya tetep nangis?" kata Reza yang kini sudah memeluk tubuh Istrinya.


"Gak tau, pengen nangis aja katanya"


"Udah kebiasaan banget bangun tidur nangis gak jelas" kekeh Reza.


"Mandi dulu sana, udah siang"


Reza mengurai pelukannya, berjalan Keluar dari kamar anaknya menuju kamarnya sendiri.


Membersihkan diri dari sisa-sisa kenikmatan yang ia reguk bersama sang istri semalam.

__ADS_1


Usai mandi ia langsung di layani oleh Melisa dari memakai kan baju sampai menyisir rambutnya itu semua istrinya yang melakukan dengan sangat telaten.


"Udah ganteng, tinggal sarapan terus berangkat ke kantor deh" kata Melisa sambil meletakan sisir di meja riasnya lagi.


"Aku ganteng siapa yang punya?" goda Reza dengan mengedipkan satu matanya.


"Aku dong" kekeh Melisa sambil mencolek hidung mancung suaminya.


"Mau di bagi gak?" tanyanya dengan menahan senyum.


"Enak aja, mas Reza macem-macem, bisa tanggung akibatnya nanti" ancam Melisa dengan tangan sudah berada di pinggang kiri kanannya.


"Kamu mau buat apa kalo aku macem-macem?" Reza makin senang menggoda, melihat berbagai macam Ekspresi istrinya setiap pagi selalu menjadi moodboster baginya selama di kantor nanti.


.


.


HAP..


"Aw...." pekik Reza tersentak kaget.


"Siap-siap aku belah tiga belalai gajah mas Reza, terus aku kepang, Mau?" ancam Melisa masih dengan tangan meremas inti Suaminya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Nah kan balik lagi ke si Otong 😭😭😭


like komen nya yuk ramai ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2