
🌻🌻🌻🌻
"Kocok dulu sebelum....."
"Disedot!"
Melissa meraih minuman yang dipegang suaminya, meminumnya sampai habis setengah, Reza yang melihat hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Capek ya sampe haus gitu?" kekehnya.
"Lagian lama, Pake di baca segala padahal kan tinggal minum" jawab Melisa yang menyerahkan lagi minuman itu.
"Tapi kan disuruh di kocok dulu, Ra"
"Arisan kali ah, dikocok kocok, haha"
Melisa kembali merebahkan dirinya disisi Reza, menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami yang selalu memberinya rasa aman dan nyaman, sampai keduanya terlelap hingga pagi.
.
.
.
Rutinitas pagi..
"Mah, hari ini mau kemana?" tanya Bu tiba-tiba datang saat mamanya sedang sibuk menyiapkan sarapan.
"Gak tau, coba tanya papa" sahutnya setelah mendapat ciuman selamat pagi dari si tengah.
Bumi kembali ke kamarnya, tujuannya kini justru ke kasur kakaknya yang masih terlelap dengan mata tertutup sangat rapat.
"Kak, bangun dong"
Ay menggeliat sedikit, namun masih enggan membuka matanya karna cahaya belum sama sekali masuk kedalam kamarnya yang masih temaram.
"Kak, bangun!!" Lagi-lagi Bumi mengguncang bahu Ay, mulai menggangunya dengan memainkan daun telinga kakaknya itu.
"Apa sih" sentaknya karna terkejut, rasa geli membuat Ay langsung bangun dari tidurnya.
"Bangun, udah siang!" serunya lagi masih memaksa Ay bangun.
"Minggu woy Minggu "
Si sulung kembali menarik bantal guling pisang kesayangannya lagi, Bumi pun me dengus kesal.
"Hari ini mau kemana?, papa gak bilang sama kakak acara hari ini kita ngapain?" tanya Bumi yang mulai tak sabar.
"Lah, mana kakak tau. Tanya sana sama papa ngapain tanya sama kakak" Ay yang kesal hanya bisa mengumpat dalam hati, ia yang baru saja tertidur harus di ganggu oleh adiknya.
__ADS_1
"Begadang Mulu sih!" Bumi menggerutu sambil berjalan lagi keluar kamar.
.
.
.
Hari beranjak siang, kini semuanya sudah berkumpul di meja makan melahap sarapan yang pastinya di buat oleh tangan wanita luar biasa mereka.
"Pah, hari ini kita mau kemana?" tanya Bumi saat sudah menggeser piring kosongnya.
"Maunya kemana?" Reza balik bertanya, di penghujung Minggu memang biasa untuk mereka keluar rumah meski hanya makan malam diluar.
"Aku sama Abang ke toko buku boleh?" pinta si tengah, Namun si bungsu lah yang melirik ke arah Bumi.
"Aku ikut!" seru Cahaya.
"Aku juga, hahaha" Ay ikut menimpali.
"Mama juga ikut ah.." Tiba-tiba Melisa juga bersuara membuat yang lain mengalihkan fokusnya padanya.
"Tumben!" ucap Langit.
"Hem, lagi pengen keluar aja. Lagi males main main sama gajah!!" jawabnya, Dan Reza memelototinya sambil menahan tawa.
******
Dengan langkah cepat tentu Cahaya langsung menarik mamanya menuju rak deretan novel yang ingin ia beli sesuka hatinya
"Kamu dibaca semua gak sih dek?" tanya Melisa saat si bungsu memasukan beberapa buku ke dalam keranjang yang ia bawa.
"Baca dong, mah" sahutnya masih sibuk memilih dan memilah.
Reza hanya duduk di sofa yang di sediakan untuk menunggu dengan secangkir kopi yang sudah ia pesan.
Ay melipir ke bagian rak yang banyak tersusun rapih buku otomotif dan sejenisnya, kecintaannya pada dunia balap dan motor semakin menjadi setelah remaja.
"Udah ketemu?" tanya Langit.
Bumi mengangguk sambil tersenyum, dua tangannya memperlihatkan dua buku besar incarannya.
"Ya udah, kita ke Buna yuk" ajak Langit.
"Abang gak beli apa-apa?"
Langit menggelengkan kepalanya.
"udah banyak banget buku dirumah" jawabnya sambil terkekeh.
__ADS_1
Keduanya berjalan beriringan menghampiri Melisa dan Cahaya, namun sesuatu terjadi..
.
.
.
"Maaf... aku gak sengaja!!"
Bumi bertabrakan dengan seorang gadis hingga buku yang mereka bawa harus berserakan di lantai.
"Maaf ya, ya ampun!" ucapnya lagi sambil membereskan buku buku tersebut.
"Gak apa-apa, kita sama-sama saling gak lihat tadi" sahut Bumi sambil tersenyum.
Keduanya kini sudah berdiri berhadapan, ada raut rasa bersalah jelas di wajah gadis itu.
"Ayo, Kak" suara Langit membuyarkan tatapan intens keduanya.
"Ah, iya"
Langit mengangguk sopan pada gadis tersebut Sebelum akhirnya berjalan lebih dulu.
"Aku duluan ya" pamitnya.
"Ya, hati-hati" balas Bumi.
Remaja tampan itu menatap punggung gadis berambut hitam legam itu dengan Sangat serius sampai akhirnya iapun sadar saat namanya dipanggil oleh Air.
"Bu... "
Bumi mengangguk, namun siapa sangka ia tak sengaja menemukan sebuah kalung putih yang sangat cantik berliontin sebuah nama.
.
.
.
.
"Yayang..."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
Yang aus yang aus 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
eh salah.. yang baper.. yang baper !!!
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗🤗**