Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 154


__ADS_3

🌻🌻🌻


Melisa kini sudah di pindahkan ke ruang inap pasien yang mirip bak hotel bintang lima, semua lengkap dan serba ada bahkan ini lebih mewah dan luas dari ruang inap yang pernah ia tempati dulu. Ruang tunggu keluarga serta mini kitchen pun tersedia, sungguh luar biasa persiapan untuk menyambut para sang pewaris Rahardian grup.


Tiga box bayi sudah berjejer rapih di sisi ranjangnya yang bisa di tempati oleh dua orang sekaligus, ranjang empuk nan nyaman siapapun akan betah dan langsung terbuai mimpi indah jika sudah berbaring di atasnya.


Namun tidak dengan si ibu baru itu, matanya selalu menatap satu box yang masih kosong.


"Mas, si bungsu kapan dibawa kemari? aku belum lihat" rengek nya lagi pada Reza.


"Sabar sayang, baby masih di urus Caca"


Hanya alasan itu yang bisa di berikan oleh Reza, meski ia pun tak yakin jika sang istri akan selalu percaya padanya.


"Eeeaaak"


Tangis kencang di box pling ujung mulai menggelegar ke seisi kamar, Reza dengan sangat sigap bagun dari duduknya dan berjalan menuju dimana bayi bayinya berada.


"Kenapa? haus ya?"


"Bawa sini, Mas. bisa kan gendongnya" kata Melisa.


"Kalo di bungkus gini aku bisa, Ra" sahut Reza sambil meraih tubuh mungil bertopi biru itu.


"Kamu tuh, kaya apa aja bilang di bungkus!" sungut Melisa kesal sambil menerima bayinya.


"Apa dong? kalo bukan di bungkus?"


"Di bedong, itu yang aku tahu, entahlah! tapi kedengarannya lebih baik dari pada di bungkus"


"Haha, iya sayang, maaf" ujarnya sambil mencium pipi Melisa sekilas.


"Mas, ini yang pertama kan?" tanya Melisa memastikan.


"Iya, ini jagoan aku yang pertama yang paling cengeng, nangis terus" kekehnya sambil menjawab.


"Ish, dia gak akan nangis kalo gak haus, Mas"


"Adek nya lebih kalem loh, Ra, santuy banget"


Melisa membuka tiga kancing bajunya untuk mengeluarkan salah satu bongkahan besar berisi asupan kehidupan untuk ketiga bayinya itu.


"Duh, pelan pelan dong" kata Melisa sambil mengusap pipi putih kemerahan baby-nya.


"Emang udah adaan ya?" tanya Reza serius.


"Belum, kayanya belum banyak deh"


"Lagi usaha banget tuh dia"


Reza benar benar takjub dengan apa yang dilihatnya, bayi kecil itu terus menggeliat dengan mata terpejam sambil terus merengek.


CEKLEK


"Mah," sapa Reza saat pintu terbuka kemudian munculah seorang wanita paruh baya dengan membawa dua tentengan besar.


"Sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya mama setelah lebih dulu mencuci tangannya.

__ADS_1


"Baik, Mah. tapi masih sakit sih aku belum bisa banyak gerak" sahut Melisa.


"Hallo, baby boy, sayangnya oma"


Mama menyapa cucu pertamanya yang masih dalam pelukan sang menantu.


"Udah banyak ASI nya?" tanya mama kemudian.


"Belum, Mah. makanya nangis terus" jawab Melisa merasa kecewa dengan dirinya sendiri.


"Gak apa-apa, baru sehari wajar nanti kalau sudah tiga hari pasti banyak, anak-anak mu pasti berkecukupan"


"Iya, Mah"


"Kamu coba bantuin Melissa dong, pijit PD nya pelan pelan" titah mama pada anaknya yang malah sibuk memainkan topi yang dikenakan si sulung.


"Iya, tadi Caca juga udah ngajarin"


"Kamu udah makan belum?" tanya mama saat melirik jam sudah pukul sembilan pagi.


"Udah sih tapi aku laper lagi" jawabnya pelan.


"Ya udah kamu makan lagi,biar baby nya mama gendong Sebentar, kamu harus cepat pulih, Nak" kata mama sambil meraih tubuh mungil itu dalam dekapan Melisa.


Reza langsung mengambil piring berisi ikan dan sayur juga nasi yang masih hangat, menyuapi sang istri yang makan dengan begitu lahap.


"Lapar kenapa gak bilang?" ujar Reza saat menyodorkan sendok ke mulut Melisa yang ternyata ini adalah piring keduanya


"Tadi sih enggak, pas mama dateng langsung laper" jawabnya sambil terkekeh.


"Alasan!"


Pandangannya beralih ke box sebelahnya dimana si tengah mulai menggeliat, mengerjapkan sedikit mata kecilnya dan mulai menaikan satu tangannya.


"Wah, pinter ya sayang. kalian bergantian sepertinya" ucap mama sambil menggendong si tengah dan mulai menimangnya karna Melisa belum selesai menghabiskan makanannya.


"Bawa kemari, Mah" kata Melisa setelah lima menit mama menimangnya.


"Sudah makannya?"


"Udah, Mah"


Mama berjalan mendekat, lalu menyerahkan si tengah pada menantunya yang sudah kembali membuka tiga kancing bajunya.


"Sini aku pijitin" kata Reza yang sudah siap beraksi dengan tatapan menggoda.


"Gak usah!" sahutnya saat sang suami mengedipkan satu matanya


"Aku gak ngapa-ngapain sih, kamu GE'ER " ejek Reza sambil terkekeh.


Usai memijit secara perlahan dan lembut di sisi bagian PD Istrinya, si tengah langsung menyergapnya dengan lahap namun tenang, berbeda dengan si sulung yang selalu tergesa dengan iringan tangis tak sabarnya.


Kembar namun tak sama.. bathin Reza.


"Kalian udah ada nama belum?" tanya Mama.


Melisa langsung menoleh ke arah suaminya, Reza hanya mengangguk dan tersenyum simpul.

__ADS_1


"Udah, Mah" jawabnya mantap.


"Siapa?" tanya Melisa penasaran, karna ia tak pernah menyiapkan satu nama pun untuk calon bayinya.


"Mau tau aja apa mau tau banget?" goda Reza yang gemas dengan raut wajah serius istrinya.


"Ih, aku serius loh, Mas" dengus Melisa kesal, karna suaminya masih saja bersikap jahil di tengah rasa keinginan tahuannya yang meronta ronta.


"Nama adalah doa, Za" kata mama mengingat kan.


"Kamu pasti ingat, kamu hamil saat kita pulang honeymoon kedua dulu kan?"


Melisa mengangguk, ingatannya kini berputar mengingat saat mereka berlayar beberapa hari setelah ia culik paksa oleh suaminya sendiri.


"Kita piknik di sana berkali-kali, dan aku rasa itu gol" bisiknya pelan.


"Lalu?" tanya Melisa sambil mengernyitkan dahinya.


"Makanya aku akan kasih nama mereka!"


Melisa dan mama sudah sangat serius menantikan jawaban Reza, kedua wanita itu bahkan tak mengalihkan pandangannya ataupun berkedip hanya fokus pada sosok pria yang sedang mengulum senyum.


"Nungguin yaaaaaaa" ejeknya kemudian.


"Hahahaha"


Reza malah tertawa terbahak bahak melihat ekspresi mama dan istrinya yang seperti sedang menantikan pengumuman luar biasa, sudah di pastikan telinga keduanya sedang terbuka lebar lebar saat ini.


PLAAaKKKKK


"Kualat kamu, Za" sungut mama kesal setelah melempar botol minyak Telon kearah anaknya.


"Sakit, mah" Reza meringis sambil memegang keningnya sendiri.


"Ehem, ok! aku akan kasih mereka nama"


" ***Air "


" Bumi "


" Cahaya "


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


hai...


adakah yang masih melek di jam 02.56?


makasih ya yang like di waktu dinihari kaya gini 👍👍👍


Kalian tau gak?


gimana downnya seorang author saat baca komen terselip kalimat kasar?


bijaklah dalam mengkritik, gak perlu ada kata Be Go atau To LoL bisa?


Like nya yuk 👍👍

__ADS_1


dah komen baiknya di tunggu ya ,❤️❤️


__ADS_2