Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara bab 114


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Reza dan Langit baru saja turun dari pesawat pribadi milik keluarga RAHARDIAN, keduanya langsung masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka selama lima belas menit.


"Selamat datang, Tuan besar dan Tuan muda" sapa seorang supir perusahan yang bertugas untuk menjemput di bandara.


"siang juga, pak" sahut Reza dan Langit bersamaan, keduanya bergegas masuk karna mereka sudah kembali di tunggu di kantor cabang bagian barat.


Langit mengendurkan dasi yang begitu sesak mengikat lehernya, bayangan meeting tadi masih saja menari di pelupuk mata, dimana semua orang bertepuk tangan puas dengan hasil kerjanya begitu juga dengan sang calon mertua, Reza tak henti-henti tersenyum bangga padanya.


Drrrtttt.... drrrrrt... drrrrtttt...


Getaran ponsel di saku jas Langit membuat pemuda yang kini beranjak dewasa itu langsung sigap meraihnya, Ia tertawa kecil saat nama pujaan hatinya tertera di layar benda pipih miliknya


"Iya sayang" sapanya kemudian saat suara Cahaya begitu bagai candu di telinganya.


"Abang udah pulang, kan?" tanya nya langsung.


"Udah, ini lagi di mobil"


"Langsung pulang, kan?"

__ADS_1


Langit terkekeh sambil menoleh ke arah Reza yang memandangnya bingung, ia tahu jika pemuda di sebelahnya itu sedang berbicara dengan putri bungsunya.


"Abang ke kantor lagi, ada meeting sebentar habis itu langsung pulang ya" jawab Langit, bayangan gadis itu sangat melekat di matanya.


"Aku ke kantor ya"


"Jangan, nanti Abang aja yang pulang, kamu diam-diam dirumah ya sayang"


"Baiklah, aku akan menunggu Abang pulang tapi belikan sesuatu untukku" pintanya manja seperti biasa.


"Siap sayang, Abang akan belikan semua keinginan mu" ucap Langit, sepertinya ia lupa dengan siapa yang duduk di sisinya itu.


*E**hem*...


Reza berdehem kecil mendengar perbincangan Langit dengan si bungsu, rasa rindunya kini berlipat lipat pada Cahaya hidupnya itu, bayi mungil yang dulu paling ia sayang karna kondisinya yang paling lemah dan harus puas bolak-balik rumah sakit kini sudah menjadi gadis cantik yang manja, yang bergantung pada semua orang didekatnya.


Jika ingat kini gadisnya itu sudah bersama Langit, rasa tak ingin rela melepaskan begitu kuat dalam hatinya bagaimana mungkin gadis kecilnya itu kini sudah termiliki oleh orang Lain.


Mobil berhenti di salah satu kantor cabang milik Reza, keduanya turun dan bergegas masuk menuju lantai lima belas dimana ruang rapat berada.


"Selamat siang semuanya" sapa Reza lebih dulu sebelum ia duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Rapat di mulai, jejeran para petinggi dan rekan bisnis sudah duduk di tempatnya masing-masing termasuk Langit, ia yang sudah di kenal sejak dulu sebagai anak angkat keluarga Rahardian namun kini sudah merangkap menjadi calon menantu dan yang lebih membuat ia terkenal adalah saat dua bulan lalu ketika Papa mengenalkannya sebagai Direktur di perusahaan Pusat.


Tentu kini keberadaannya sangat di butuhkan dan kinerjanya juga di perhitungkan.


Usai rapat selama hampir dua jam, dua pria tampan itu langsung masuk kedalam ruangan Reza.


Duduk berhadapan di sofa dengan menegak satu kaleng minuman dingin.


"Kami harus makin biasa sekarang" ucap Reza memecah keheningan.


"Iya, Om"


"Ajarkan juga dua adikmu, Om gak yakin si kakak mau serius. Harapan terbesar cuma di kamu sama Bumi" tambah Reza lagi.


Reza memang sudah merasa sedari kecil anak sulungnya itu tak pernah berminat untuk terjun ke dunia perkantoran, maka saat tahu Air tak masuk kuliah dua hari ini ia cukup bisa memaklumi.


Kita pulang kerumah oppa, ada yang mau Om bicarakan dengan kalian semua!!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Wah, babang mau ghibah kayanya.

__ADS_1


Nyuruh kumpul semua πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️


__ADS_2