
🌻🌻🌻🌻
"Terima kasih untuk makan malamnya" ucap Bumi saat rekan kerjanya mulai bangun dari duduk sambil mengulurkan tangan padanya.
"Sama-sama, sampai bertemu lain waktu" balas Bumi.
Sepeninggal dua orang tadi, ia langsung menoleh ke arah belakang sambil tersenyum.
"Sini" ucap Bumi sambil merentangkan kedua tangannya agar gadis Kesayangannya yang sudah menunggu sedari tadi cepat menghampirinya.
"Lama ya"
"Enggak, kan aku tau kamu lagi kerja" jawab Yayang yang sudah berhambur memeluk Bumi.
"Terimakasih untuk pengertianmu";
Kini keduanya duduk bersama dalam satu meja yang tadi dipakainya untuk rapat, Bumi sengaja tak memesan makanan karna ia sudah berjanji akan makan malam dengan Kahyangan.
"Aku mau yang ini" kata Yayang pada seorang pelayan yang siap mencatat pesanan mereka.
"Kamu mau apa, sayang?" tanya si cantik dengan rambut hitam tergerainya.
"Samain aja sama kamu" jawabnya dengan mata tak lepas dari kahyangan.
"Samain ya, Mbak" pintanya lagi pada si pelayan.
Bumi segera memalingkan wajah Kahyangan agar menatapnya, ia tak suka jika kedua mata gadis itu melihat selain kearahnya.
"Apa?" tanya Yayang.
"Tadi kamu manggil aku apa?" goda Bumi.
"Hahaha, sayang" tawa gadis itu hingga kedua mata sipitnya hampir terpejam.
__ADS_1
"Hey, jangan tertawa nanti aku pergi kamu gak tau" ejek Bumi.
Kahyangan yang masih tergelak langsung mencubit lengan pemuda tampan di sampingannya itu.
"Jangan berani-beraninya kamu ninggalin aku ya" ancam Yayang.
"Mana mungkin aku meninggalkanmu setelah aku puas menunggu dan mencarimu selama lebih dari tiga tahun"
Kahyangan kembali tergelak namun kali ini ia sambil menangkup wajah Bumi dengan kedua tangannya.
"Terima kasih, terimakasih untuk semuanya'' ucap Yayang dengan mengedipkan satu matanya.
"Jangan menggodaku, atau aku akan mengulangi kesalahanku lagi" bisik Bumi dengan senyum menyeringai
"Ups! baiklah"
Usai saling melempar candaan kini saatnya mereka menyantap makan malam yang sudah di pesan tadi menikmatinya sampai habis tak tersisa.
"Terserah padamu, atau mau kerumahku?" ajak Bumi.
Kahyanagn tersenyum simpul, belum siap baginya bertemu lagi dengan keluarga Bumi dalam waktu dekat sebelum pemuda itu memberitahu kedua orangtuanya tentang perbedaan mereka.
"Aku ingin kamu lebih dekat dengan keluargaku termasuk Cahaya, papa terlalu mengekangnya akhir-akhir ini, aku rasa ia butuh teman untuk berbagi dan bercerita"
Bumi mendesah kecil mengingat adik perempuannya yang tak kunjung sembuh dari penyakitnya meski pengobatan ia lakukan sedari baru saja di lahirkan, keluarganya selalu menyimpan ketakutan jika seandainya anak bungsu itu harus tiada secara mendadak tanpa mengenal waktu.
pemasangan ring di jantung telah lama di lakukan tapi tetap saja kesehatannya belum stabil, hanya Langit yang membuat Cahaya bertahan selama ini.
"Aku ingin masuk kedalam keluargamu saat mereka tahu hubungan apa yang sedang kita jalani saat ini, sayang"
" Mereka akan menerimamu, apapun yang terjadi pada kita. mama dan papa akan selalu menyambutmu dengan hangat"
Kahyangan tentu semakin tak tega saat Bumi mengatakan itu, baginya sikap terbuka antar keluarga adalah hal paling penting dalam sebuah hubungan hingga ia tahu bagaimana selanjutnya ia dan Bumi akan mengambil keputusan dan langkah selanjutnya.
__ADS_1
Karna ia mengerti , pemuda itu tak main-main dengan perasaannya.
"Kita terlalu jahat jika harus lebih lama menyembunyikan ini, Bu"
"Aku paham itu, tapi setidaknya tunggu kondisi mama lebih baik, dan--_" Bumi menjeda ucapannya sambil menarik tangan Kahyangan
"Dan apa?" tanya Gadis itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan tunggu sampai pernikahan Kakak Ay selesai di laksanakan
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Akankan yayang patah hati 🤭🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1