Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 102


__ADS_3

🌻🌻🌻


" Hypertensi Gestasional"


Itulah kata yang di ucapkan dokter Rissa saat Reza ikut bersamanya, kini dua orang itu sudah duduk berhadapan di ruangan sang dokter.


"Apa itu? gue gak ngerti" tanya Reza bingung.


"Iyalah, Lo kan taunya tanda tangan doang" ejek Rissa dengan senyum jahilnya.


"Cepet jelasin, gue mau nemenin istri gue!"


"Hypertensi Gestasional itu tekanan darah tinggi yang di alami saat kehamilan, dah parahnya Melisa sangat beresiko mengalami itu karna dia_-"


"Terus gimana? Lo bisa cariin dia obat kan? selain Lo dokter mana lagi yang bisa nanganin istri gue" ucap Reza tak sabar.


"Tunggu dong, gue belum selesai ngomong" dengus Rissa kesal.


"Ok, lanjutin," kata Reza mencoba tenang mendengarkan apa yang mau Rissa katakan.


"Tekanan darah tinggi itu terjadi karena Tekanan pada plasenta meningkat" ucap Rissa, ia memperhatikan raut wajah Bingung pria di hadapannya itu.


"Gue gak ngerti bahasa Lo" ujar Reza.


"Model kaya Lo taunya bikin doang" kekeh Rissa sambil meneguk minumannya.


"Sialan Lo"


"Melisa juga mengalami pre-eklampsia"


"Apaan lagi itu?" tanya Reza semakin bingung.


"kondisi yang di tandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urin, juga bengkak di kaki juga lengan" Rissa kembali menjelaskan.

__ADS_1


"Iya kakinya bengkak" lirih Reza membenarkan ucapan dokter sekaligus sahabatnya itu.


"Melisa berisiko melahirkan dini"


DEG..


Reza langsung menatap tajam kedua mata Rissa, dan Rissa hanya mengangguk.


"Maaf, Za" ucapnya pelan.


Reza menghela nafasnya berat, sungguh sakit hati dan kepalanya saat ini.


"Tapi gue harap Melisa bisa melahirkan normal sesuai HPL yang udah gue kasih tau, gue akan berusaha semaksimal mungkin ibu dan bayinya sehat sampai waktunya"


"Lalu gue harus gimana?"


"Jangan buat dia strees, itu kuncinya. Hatinya harus selalu happy" jawab Rissa.


"Bukan hanya Lo yang harus lakuin itu, orang orang di sekelilingnya juga, Za"


Reza terdiam, dia mengernyitkan dahinya seakan sedang berfikir.


"Ok, gue balik ke kamarnya dulu".


Reza melangkah kan kakinya dengan cepat menuju kamar dimana sang istri berada, Ia membuka pintu dengan sangat pelan.


Namun Reza terkejut saat melihat KHUMAIRAHnya sudah sadar.


"Raaaa"


Pria itu langsung berhambur memeluk istrinya, menumpahkan segala rasa yang menyesakkan dadanya.


"Kamu sadar, sayang?" kata Reza setelah mengurai pelukannya.

__ADS_1


"Mas, aku haus" ucap Melisa pelan.


"Iya, Ra. tunggu" Reza langsung menuangkan air putih kedalam gelas kemudian di sodorkannya ke mulut sang istri setelah ia membantu Melisa bersandar.


"Cukup, Mas"


"Sayang, aku mengkhawatirkan mu" kata Reza yang sudah menangkup wajah Melisa dengan kedua tangannya.


"Aku-_" Belum Melisa meneruskan ucapan tubuhnya kini kembali dipeluk.


"Jangan begini lagi sayang, aku gak sanggup melihatmu seperti ini" Reza menitikan air matanya, tangannya terus mengusap punggung sang istri yang biasanya selalu ia lakukan sebelum tidur.


"Aku mencintaimu, aku akan selalu menjagamu, Ra"


"Iya, Mas, maaf aku sudah membuat mu khawatir" ucap Melisa yang masih dalam pelukan suaminya.


"Jangan membuat ku cemas lagi ya" pinta Reza.


"Aku janji, Mas. aku janji gak akan berulah lagi aku akan jadi istri yang baik untukmu aku akan selalu menuruti maumu, Mas. Aku akan jaga anak kita semampuku, aku akan buat dia lahir ke dunia ini agar mama dan papa bisa bangga. Anak kita akan jadi kebanggaan orang tuamu, Mas. Aku janji..aku janji.. aku mohon jangan buang aku layaknya sampah karna aku hanya punya kalian"


Reza yang kaget dengan apa yang dikatakan Melisa akhirnya mengurai pelukannya.


"Apa maksudmu, Ra?" tanya Reza serius.


"Jangan buang aku" lirihnya sedih sebelum kembali menutup matanya.


"Raaaaaaaaa"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Molor lagi dah si KHUMAIRAHnya πŸ₯ΊπŸ₯Ί


Like komennya yuk ramaikan β™₯️β™₯οΈπŸ€—

__ADS_1


__ADS_2