Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 160


__ADS_3

🌻🌻🌻


Mobil mewah berwarna silver berhenti tepat di garasi kediaman Rahardian Wijaya, setelah mematikan mesin si empunya langsung keluar dan berjalan masuk kedalam rumah yang terlihat nampak sepi, langkahnya langsung menuju tangga yang melingkar kokoh dengan besi berukir di sisi kanan dan kirinya.


CEKLEK..


Reza membuka pintu dengan sangat pelan, alih alih takut anak dan istrinya sedang terlelap namun ternyata mereka sedang bermain dengan mama juga Ameera.


"Loh udah pulang?" tanya Melisa saat melihat kepala suaminya sudah melongok di balik pintu.


"Iya, aku kira lagi pada tidur" jawabnya sambil melepas jas dan berlalu ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


"Mau berangkat sekarang?" kini mama yang bertanya saat Reza sudah semakin mendekat


"Iya, kalau udah siap"


"Makan dulu, Mas"


"Gak deh, aku abis makan"


Setelah membereskan pompa ASI dan menaruh semua botol susu diatas nakas kini Reza dan Melisa menciumi kedua putranya secara bergantian sebelum berangkat kerumah sakit menjenguk si bungsu baby Cha.


"Jangan rewel ya kak, nanti dedenya kebangun" bisik Melisa pada si sulung. bayi pertama yang sedikit menguras tenaga orang orang rumah jika sudah menangis.


"Mah, kita pergi ya" pamit keduanya serasa menitipkan buah hati mereka.


"Iya, hati hati dijalan. berikan peluk cium dari mama untuk Cahaya ya" pesannya dengan mata berkaca-kaca.


******


"Cepet, Mas" ujar Melisa saat kereta besi milik suaminya sudah terparkir di lobby rumah sakit.

__ADS_1


"Sabar, Ra. kamu gak boleh gitu kamu aja belum pulih banget" protes Reza sambil menahan tangan istrinya yang hendak membuka pintu mobil.


"Diem disini, aku ambil kursi roda"


Melisa hanya mengangguk pasrah tak berani melawan karna dari sorot mata suaminya jelas terlihat suatu perintah yang tak ingin di bantah.


Reza keluar dari mobil, namun lima menit setelahnya ia kembali dengan satu perawat pria yang mendorong kursi roda.


"Ayo naik, hati hati" ujar Reza saat membuka pintu mobil sebelah kiri.


Usai Melisa duduk dengan nyaman, Reza tersenyum kearah perawat tadi.


"Terimakasih, biar saya saja yang bawa"


"Baik, pak" jawabnya dengan sopan lalu menepikan diri agar sang pemilik tempat ia mengais rejeki bisa lewat lebih dulu.


Sampai di lantai delapan kedatangannya sudah di sambut oleh Rissa juga dua suster cantik berbaju putih.


"Baik, Dok" .


"Keruangan ku dulu ya, kamu dulu yang aku periksa"


Melisa hanya mengangguk sambil tersenyum, kini ketiga sudah memasuki ruangan dokter Rissa siap melakukan pemeriksaan di bagian perut juga tensi darah.


"Semua Ok" ujarnya setelah selesai.


Seorang suster langsung merapihkan lagi baju Melisa yang sedikit tersingkap.


"Mau liat baby-nya sekarang?" tanya Rissa.


"Iya, aku belum liat langsung" sahut Melisa lirih, hatinya selalu mencelos jika mengingat anak perempuannya.

__ADS_1


Melisa kembali duduk di kursi roda, lalu di bawa keruangan rawat bayi dimana anak mereka berada sekarang.


"Bisa gendong?" tanya Melisa pada Dokter Rissa dengan mata merah menahan tangis.


"Boleh, di susui juga gak apa-apa. selama disini cuma dikasih sufor khusus"


Melisa semakin histeris saat bayinya di keluarkan dari kotak kaca inkubator, tubuh kecil yang di penuhi selang bagian dada.


"Sabar, Ra. kalau kamu nangis dedenya sedih nanti ASI nya gak keluar" ucap Reza sambil menggenggam tangan istrinya.


Dengan susah payah ia menghentikan tangisnya, dadanya yang selama ini sesak akhirnya bisa ia luapkan.


Kini hanya tinggal isakan kecil yang keluar dari mulutnya sambil terus berusaha menyusui si bungsu.


"Ayo, sayang..ini mama"


"Cepet sembuh ya, nanti kita pulang" lirihnya dengan derai air mata.


Tangisnya semakin pecah saat meraih tangan Cahaya, jari mungil itu berwarna biru lebam bibirnya pun sama dengan nafas terengah-engah ia berusaha menyusu dengan baik namun hasilnya nihil, Cahaya justru belum bisa meraihnya.


"Mama gak sanggup kaya gini" bisiknya lirih


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Hidup kalian terlalu sempurna selama ini..


di goyang dikit sama sakitnya si bungsu GK apa apa ya🤭🤭🤭🤭...


Karna pelakor dan pembinor gakan mempan.


Like komen nya yuk ramai kan ❤️

__ADS_1



__ADS_2