
🌻🌻🌻
02.15.
Lagi lagi melisa melirik kearah jam yang menggantung di dinding sudah selarut ini namun ketiga buah hatinya belum ada yang mau memejamkan matanya.
hatinya mulai gelisah mengingat esok pagi suaminya juga harus berangkat ke luar kota selama dua hari lamanya, kini fikiran kotor sedang menari di kepalanya membuat hatinya semakin tak menentu.
"Ra.. kamu gak tidur?" tanya reza saat memasuki kamar usai melihat anak anaknya dari kamar sebelah, Reza sengaja menyuruh ketiga suster untuk mengajak bermain di luar kamar mereka agar melisa bisa beristirahat namun nyatanya ia tak sedetikpun bisa memejamkan matanya.
"Anak anak gimana?" tanya melisa saat reza mulai meringsek mendekatinya.
"Masih main main, belum ada yang tidur tapi Bu udah nguap terus, Ay lagi di timang kalo Chaca lagi di ajakin ngobrol ketawa terus" jawabnya menjelaskan.
"Bawa kesini deh, biar aku susui kalo pake ASIP emang lama mereka tidurnya"
"Kamu istirahat aja, biar itu jadi kerjaan Ncus ingat kan sama pesen aku?" tanya Reza dengan tatapan serius.
"Apa?"
" Kamu harus punya waktu buat diri kamu sendiri, seegaknya kamu bisa istirahat dengan tenang" ujar reza sambil mengelus kepala sang istri yang sudah banyak berkorban demi dirinya termasuk melahirkan dan mengurus ketiga anaknya, dan Reza tahu itu bukan hal yang mudah.
" Tapi aku gak akan bisa tidur kalo mereka aja gak tidur" sahut Melisa.
"Masa iya aku harus bikin kmu cape dulu biar cepet tidur, kan gak mungkin, Ra.." kekeh Reza sambil merengkuh tubuh sang istri agar masuk kedalam dekapannya.
"Apaan sih, seneng banget godain aku" sungut Melisa kesal.
"Sabar ya sayang, minggu depan kita mulai piknik lagi, sekarang aku usap usap aja dulu ya punggungnya" kekehnya lagi tapi langsung mendapat cubitan panas dari sang istri.
Lima menit.. sepuluh menit sampai dua puluh menit akhirnya melisa bisa terlelap juga dalam dekapan suaminya, tempat ternyamannya selama ini, Reza terus menciumi berkali-kali pucuk kepala sang istri sebelum akhirnya ia harus mengecek ketiga buah hatinya di kamar sebelah.
semua aman!!
****
__ADS_1
"Ra.. aku berangkat ya" bisik Reza tepat di telinga Melisa yang masih terlelap.
"Eugh" ia menggeliat dengan hanya membuka sedikit matanya saja.
"Loh mas Reza udah rapih?" tanyanya langsung bangun dengan raut wajah panik.
Reza terkekeh lalu kemudian meraih tubuh yang sedikit gemetar itu dalam rengkuhannya.
"Aku berangkat ya, kamu baik baik dirumah. Aku titip anak anak ya sayang" ucapnya sambil memeluk.
"Aku kesiangan, kenapa gak bangunin sih?" dengus Melisa kesal.
"Gak apa-apa, aku bisa sendiri yang penting kamu istirahat cukup" sahutnya yang lalu menciumi seluruh wajah Melisa.
" Tungggu sebentar biar aku antar sampai depan" Melisa segera turun dari ranjang bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci mukanya dan berganti pakaian, dilihatnya Reza masih duduk di tepi ranjang dengan mata yang fokus pada layar ponselnya.
"Kita sarapan dulu, Mas?" aja Melisa.
"Gak usah aku udah minum kopi, nanti bisa sarapan di bandara" jawabnya sambil bangun dari duduk.
Reza yang mengerti dengan kegundahan melisa hanya menghela nafas panjang sambil tersenyum lebar.
"Jangan sedih gitu, masa aku pergi kamunya cemberut" goda reza sambil mendekatkan kedua wajah mereka.
"Maaf, Mas.. aku bener bener minta maaf buat pagi ini"
"Jaga anak anak ya kamu cukup menyusui mereka selebihnya biarkan Ncus yang urus, jangan terlalu letih, jangan telat makan dan istirahat yang cukup, Ok!" pesannya panjang kali lebar, yang hanya dibalas anggukkan dan senyum kecil serta mata yang berkaca-kaca karna bagaimanapun juga ini pertama kalinya ia ditinggalkan oleh Reza dalam waktu lebih dari sehari.
sepeninggal Reza pergi Melisa kembali ke kamarnya karna waktu belum tepat jam enam pagi, masih ada waktu satu jam lagi untuk sarapan nanti.
Masuk kedalam kamar anak anak yang terletak pas di sisi kamarnya yang terdapat pintu penghubung dari dalam langsung.
" Belum pada bangun?" tanya Melisa setelah masuk menghampiri.
"Belum, Bu. tadi jam setengah lima baru pada tidur, kakak Ay malah setengah enam baru saya tidurin di box" jawab salah satu suster.
__ADS_1
"Maaf ya merepotkan kalian" kata Melisa dengan senyum rasa bersalah.
"Sudah menjadi tugas kami, Bu Melisa" sahut suster yang lainnya.
Akhirnya Melisa kembali ke kamarnya kali ini ia akan mandi sebelum sarapan bersama keluarganya, namun baru saja menyisir rambut panjangnya tiba-tiba terdengar tangis Ay yang melengking membuat Melisa sedikit menyunggingkan senyum karna dapat di tebak dalam hitungan detik kedua adiknya akan ikut merengek juga Karna terganggu karna jeritan kakak mereka.
"Kakak haus ya?" ucap Melisa saat Ay sudah mengecap dengan rakus wahdah ASI alaminya.
"Kalau nangis jangan kenceng kencang, kasian Dede loh" kini ibu muda itu terkekeh sambil mengusap kepalan baby-nya penuh sayang.
DRTTT DRRRTTT..
Suara getar ponsel terdengar di atas nakas, Melissa langsung meraihnya dan tersenyum setelah melihat nama di layar ponselnya.
Hubby... gumamnya.
"Iya, By.." sahutnya saat panggilan tersambung.
"Aku kangeeeeeeeen" jawabnya di seberang sana dengan lirih.
BRAAAKK....
terdengar suara kencang yang membuat Melisa akhirnya menjatuhkan ponsel.
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Baru berapa jam udah bilang kangen bang Siti bucin apa lebay 🤭🤭🤭..
like komennya yuk ramaikan ♥️
mampir juga di novel baruku yuk
#Menikahisahbatku.
__ADS_1