
🌻🌻🌻🌻🌻
"Apa ini milikmu?"
Bumi membuka sebuah kotak kecil, meraih isinya kemudian memperlihatkannya pada gadis di hadapannya itu.
Dengan tangan bergetar, Yayang mencoba mengambilnya dari tangan Bumi.
"Ayah!"
Bumi langsung meraih tubuh Kahyangan, ia memeluknya dengan sangat erat saat mata gadis itu mulai berkaca-kaca.
"Ini kalung dari ayah" lirihnya di sela Isak tangis dalam dekapan Bumi.
"Menangis lah, aku ada untukmu" bisik Bumi, gadis itu ternyata semakin histeris.
Reza yang baru turun dari lantai atas merasa heran, ia mencoba bertanya lewat sorot matanya pada sang istri namun hanya di jawab dengan gelengan kepala.
"Sudah ya, jangan menangis lagi"
Kahyangan mengurai pelukannya, sedang Bumi menghapus air mata gadis itu dengan ibu jarinya.
"Terima kasih sudah menjaga kalungku, terima kasih banyak" Yayang meremat benda kecil itu di depan dadanya.
"Aku menyimpannya selama ini, sama seperti aku menyimpan perasaan ku padamu" Bumi meraih tubuh langsing itu.
"Jangan pergi lagi, aku sudah lelah menunggumu. Jadilah milikku maka ku pastikan dunia dalam genggaman mu"
"Tapi aku--_"
"Ssstt... Aku mencintaimu"
.
.
.
BRAAAAAAAAAKKKKK
Drama romantis yang penuh harus harus terpotong karna suara rak sepatu yang lagi-lagi jatuh karna ulah ceroboh si sulung.
__ADS_1
"Mah, jangan di taro disini bisa gak sih!" Protes Air.
"Mau di taro dimana pun kalo rak nya cinta sama kakak pasti selalu nabrak kakak, iya kan Pah!" kekeh Melisa.
Air yang baru datang menarik nafasnya saat melihat Kahyangan bersama dengan Bumi.
"Ada apa ini?" tanyanya sambil jalan mendekat.
"Kalian sama banget!" keluh Kahyangan menatap dua pemuda itu secara bergantian.
"Mereka kembar" sahut Melisa, wanita itu tersenyum kearah Kahyangan yang di rangkul oleh anak keduanya itu.
"Kamu kenal Yayang?" tanya Ay, ia masih tak mengerti dengan apa yang terjadi antara sang adik dengan teman wanitanya itu.
"Dia orang yang aku tunggu lebih dari tiga tahun ini, kak" jawab Bumi, senyum dan tatapan penuh cinta jelas terlihat dari kedua matanya.
"Nunggu doang, gak nyari kan!" ejek Ay.
"Aku mencarinya, kak. Tapi baru hari ini aku bisa menemukannya"
Kahyangan tersentak kaget saat tubuhnya di peluk Bumi dari belakang, pemuda itu sedang sangat bahagia hari ini sampai ia tak perduli dengan tatapan aneh kakak dan juga orangtuanya.
"Ish, Ribut kamar mulu"
"Sekali dapet cewek bucinnya lebih lebih dari gajah senior ya" ejek Air yang langsung masuk kedalam dapur, ia menarik kursi meja makan sambil melahap keripik dalam toples besar.
"Makan malam disini ya" ajak Melisa pada Kahyangan.
"Iya, Tante"
"Panggil mama, gak apa-apa" Melisa mengusap pipi putih mulus Yayang yang tiba-tiba merah merona.
"Aku masih gak ngerti" ucap Yayang pada Bumi, semuanya sangat mendadak. Bahkan ia tak mengenal keluarga yang ternyata menerimanya dengan hangat.
"Gada yang perlu kamu mengerti, cukup fokus padaku maka kamu akan mendapat limpahan kasih sayang dari kami"
Bumi menarik tangan Yayang menuju dapur, disana sudah ada Air dan Reza sedang menunggu Melisa menyiapkan untuk makan malam.
"Papa mau kenalan sama calon mantu, ah" goda Reza pada Yayang, gadis itu langsung menunduk menyembunyikan rasa malunya.
"Genit, si papa" ejek Ay.
__ADS_1
"Genit gimana?, Gak liat tuh muka adek kamu garang banget"
" Kayanya bakal ada yang mau minta kawin, Pah" bisik Air.
"Nikah, kak" protes Reza.
"Kalian jangan nikah muda, harus kasian sama papa" ucap Reza dengan memasang wajah sedih.
"Emang papa kenapa?" tanya Bumi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Papa kan pas nikah udah tua!!
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Makan tuh mantan!!!!!
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Mak othor lagi siap2 mau jahatin kakak Bu..
Para pengawal kakak BU ayo siapkan senjata ðŸ¤ðŸ¤
kita berantem!!!
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1