Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 156


__ADS_3

🌻🌻🌻


Menjelang petang suasana kamar Melisa mendadak ramai, papa dan Ameera datang menjenguk triplets di rumah sakit menyusul mama dan eyang yang datang lebih dulu sedari sore..


"Hallooooooo, adek datang" teriak si cantik saat membuka pintu kamar.


"Berisik!" sahut Reza yang sedang menggendong baby ay yang rewel.


"Biarin" sungutnya sambil terus berjalan mendekat.


"Aku mau lihat dong"


"Gak boleh, sana sana jauhan!" kata Reza sambil menunjuk kening adiknya dengan telunjuk.


"Kakak jahat, Pah " jurus andalan si bungsu akhirnya keluar.


"Sini, sama Mama" kata papa yang sudah merentangkan tangannya.


"Ini namanya siapa, ini kakaknya atau adiknya?" tanya Ameera pada Mama.


" Ini baby Bu, yang kedua" jawab mama.


"Wah, namanya lucu ya. Hai aku aunty Meera" ucap Ameera memperkenalkan diri pada salah satu keponakannya.


"Hah?, apa dek?, ounta? hahahaha" ledek Reza sambil tertawa terbahak-bahak.


"Aunty kak, si kakak makin nyebelin ya" dengus Ameera kesal.


"Bodo!"


"Kapan di bawa pulang?" Tanya Ameera.


"Lusa sayang, kan baby girl nya belum pulih" sahut mama.


"Gimana Za?, apa hasilnya?" tanya papa yang kini sedang memangku baby Bu.


"Caca belum ngabarin, Pah. Tapi barusan udah aku tengok kesana nafasnya udah mulai teratur dan stabil"

__ADS_1


"Alhamdulillah" ujar mama dan papa berbarengan.


"Mungkin karna dia paling kecil ya, duh kasihan cucu perempuan mama" lirih wanita paruh baya itu.


"Eeeakkk" Baby Bu mulai menggeliat dari tidur lelapnya, mencoba mencari sesuatu yang bisa membuatnya kembali tenang.


"Aduh, sayangnya Oma haus ya?, yuk kita ke mama dulu" mama langsung meraih si tengah dari dekapan suaminya untuk di bawa kepada Melisa.


"Kalo yang ini lebih tenang ya, kalem banget kayanya, beda sama Ay ribet banget gak sabaran, hahaha" kekeh Reza Sambil memandangi bayi keduanya walau bayi pertamanya masih dalam rengkuhannya.


"Ay kaya mas Reza, rakus" bisik Melisa, membuat reza membulatkan matanya karna terkejut.


"Tapi enak kan?" balasnya dengan berbisik juga.


"Ih, apaan sih!"


Ia yang memancing ia juga yang harus menahan malu, entah Semerah apa wajahnya kali ini karna suaminya sudah tersenyum menahan tawa.


"Dua tahun ini aku ngalah, tapi colek colek dikit gak apa-apa ya"


"Mas Reza nih godain aku terus, Mah" adu Melisa pada mama mertuanya


"Anak baru satu hari, awas kamu macem macem ya" ancam mama sambil menjewer telinga kanan anaknya.


"Enggak, Mah"


Usai menyusui keduanya dan meletakkan kembali ke box bayi, kini saatnya Melisa bisa merenggangkan ototnya.


Punggungnya masih terasa pegal dan sakit belum lagi bagian perut bawah yang akan berdenyut saat ia bergerak dengan tergesa.


Mama, papa dan Ameera sudah kembali kerumah tinggal ia dan Reza berdua, hmm..salah! yaitu berempat. Ya berempat dengan Air dan Bumi yang sudah terlelap dengan tenang.


"Kamu istirahat ya" titah Reza sambil membenarkan selimut.


"Aku belum ngantuk, Mas"


"Jam sembilan nanti, Ay pasti bangun buat nyusu, lumayan ada waktu satu setengah jam lagi buat kamu istirahat"

__ADS_1


"Aku lapar" Kata Melisa pelan karna dua jam lalu ia baru saja menghabiskan semangkuk sup pangsit ayam yang di bawa mama.


" Ya udah aku ambilin dulu ya"


Reza bergegas menuju sebuah meja besar dekat rak tv tempat semua makanan dan cemilan tersedia.


"Mau pakai nasi?" tanya Reza.


"Masih sisa apa?" Melisa balik bertanya.


"Ada salad buah, capcay ayam sama ikan pepes kayanya nih dibungkus pake daun" jawab Reza yang sibuk memeriksa semua isi wadah.


"Aku mau capcay ayam aja"


Dengan sangat telaten Reza menyuapi lagi dan lagi sendok berisikan berbagai sayuran kedalam mulut istrinya dengan obrolan santai tak terasa sepiring Capcay pun sudah pindah kedalam perut Melisa.


"Udah habis, kamu istirahat ya. aku ada kerjaan sedikit"


"Oh, ya udah mas Reza kerja aja, aku gak akan ganggu, janji!" ujarnya dengan senyum manis.


"Bener ya?"


Reza akhirnya beranjak ke sofa depan TV yang terhampar Karpet, mulai membuka laptop dan beberapa berkas yang dikirim asistennya dari kantor.


Sang istri hanya memperhatikan dari atas tempat tidur dengan seksama, memandang wajah serius suaminya yang jauh berbeda jika berurusan dengan pekerjaan.


Terima kasih..


Maaf aku selalu merepotkan mu, Mas.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Buat KHUMAIRAH apa sih yang enggak walau harus sampe ketiduran, iya gak bang?🤭🤭


Like komen nya yuuuuuuuuk 👍👍❤️


__ADS_1


__ADS_2