Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 145


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Semua kembali menunggu walau kesal, tapi keluarga sangat mengerti apa yang sedang dirasakan si sulung saat ini.


"Udah?" tanya Reza saat anaknya datang dengan nafas terengah-engah


"Mules doang, Pah" sahutnya lemas.


Seluruh keluarga hanya tersenyum kecil melihat tingkah Air, Lalu masuk kedalam mobil masing-masing.


Kali ini mereka benar-benar pergi menuju rumah Hujan yang kurang lebih memakan waktu empat puluh lima menit dari kediaman Rumah utama.


"Pelan-pelan, kak" protes Reza saat mobil melesat dengan begitu kencangnya di tengah jalan ibu kota yang masih ramai lancar.


"Biar cepet nyampe, Pah" jawab Air.


"Kenapa?, kakak mules lagi?" kali ini Melisa yang bertanya


"Enggak! Biar cepet pulang lagi, mah"


Pasangan Suami istri yang duduk di kursi belakang itu saling pandang dengan tatapan bingung.


"Kenapa pengen cepet pulang, sampe aja belum?"


"Kakak gemetaran, Pah. Pengen peluk pisang"


*****


"Tadi mama kamu tanya, apa kita akan nyusul Air secepatnya, Bu" ucap Kahyangan yang duduk disisi Bumi.


"Lalu kamu jawab ap?"


"Aku bilang, aku mau selesaikan kuliahku sampai beres semua" jawab Kahyangan Sambil tersenyum.


Begitupun dengan Bumi yang menoleh sembari ikut tersenyum juga.


"Yah, meski itu bukan alasan utama" tambahnya lagi

__ADS_1


"Jalani saja Semuanya seperti biasa, Jika saatnya tiba pasti akan ada jalan keluarnya. Aku percaya itu"


"Terima kasih, Bu. Terima kasih masih bertahan denganku diatas kata perbedaan"


"Sama-sama sayang" balas Bumi, senyum gadis itu kini diatas segalanya bagi pemuda itu.


.


.


.


.


Ketiga mobil sudah berhenti di depan rumah Hujan yang sederhana, Bangunan satu lantai dengan pagar sepinggang ternyata sudah nampak ramai dengan kedatangan beberapa orang yang duduk di teras rumah.


"Rame ya, kak" Ujar Reza sebelum turun.


"Iya, kakak juga baru tau!"


Ketiganya keluar disusul dengan yang lainnnya, semua berjalan beriringan menuju rumah Hujan yang langsung disambut beberapa orang.


"Waalaikum salam" jawab semua orang sambil menunduk hormat, tanpa mencari tahu siapa mereka tapi jika di lihat dari kendaraan yang terparkir diluar sana cukup membuktikan orang macam apa sebenarnya yang datang berkunjung.


"Silahkan masuk" ucap salah seorang yang sepertinya paling tua diantara semua orang yang hadir karna perawakannya hampir sebaya dengan papa.


"Iya, Terima kasih"


Kini dua belah pihak keluarga sudah duduk di ruang tamu, ada beberapa kerabat juga dari pihak Hujan.


"Sebelumnya kami mohon maaf sudah datang berkunjung malam-malam begini" ucap papa memberi tahu maksud dan tujuan anak dan cucunya datang.


"Tak apa, tak mungkin berkunjung jika tidak punya niat baik, bukan?" balas pria baya tadi.


"Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri lebih dulu, Saya Wisnu dan ini istri saya" ujar papa yang kemudian menunjuk kearah mama.


"Ini anak saya Reza beserta istrinya, Melisa"

__ADS_1


"Ini cucu pertama saya Air yang mempunyai niat baik datang kemari"


"Dan ini ada Bumi, kahyangan, Cahaya beserta Langit" jelas papa yang sudah memperkenalkan semua keluarganya.


"Wah, apa dua pemuda ini kembar?" tanya salah satu yang sepertinya takjub dengan dua anak laki-laki di hadapan mereka.


"Iya, kembar tiga tepatnya, yang perempuan ini yang paling bungsu" Jawab Reza sambil mengusap kepala Cahaya.


Semuanya mengangguk paham.


"Baiklah, mungkin langsung saja kami memberitahukan maksud dan tujuan kedatangan kami sekeluarga berkunjung kemari tak lain dan tak bukan hanya untuk melamar Nak Hujan untuk cucu pertama saya, Air"


Hujan yang memang belum nampak kehadirannya akhirnya di panggil keluar.


"Apa ini gadisnya?" goda salah satu dari pihak Hujan.


"Iya, yang itu" sahut Air, ia langsung meraih tangan Melisa, dan wanita itu terkejut saat tangan anaknya begitu dingin ia rasa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ma... pegangin kakak ya...!!!!


💞💞💞💞💞💞♥️💞💞💞💞

__ADS_1


Ayo kak pingsan biar Mak othor kasih nafas buatan 🤭


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2