
π»π»π»
Malam ini keduanya memutuskan untuk menginap walau niat awal hanya berkunjung
tapi karna Melisa terus memaksa akhirnya Reza mengiyakan dengan memberikan syarat kalau malam ini ia akan mengadakan patroli malam untuk mengecek keadaan hutan dan goa yang baru saja terjamah.
"Besok aku mulai kerja lagi, udah hampir dua Minggu aku gak kekantor" ujar Reza sembari menutup tubuh polos sang istri.
"Aku juga mau ke panti asuhan"
"Enggak!"
"Loh, kenapa?" tanya Melisa bingung, ia merasa aneh dengan jawaban suaminya.
"Nanti ada si brengsek itu lagi!"
"Ya ampun, Mas! dia gak tiap hari kesana lagian kalau kesana juga pasti ketemunya sama Umi atau Kak Ilham"
"Aku bilang, enggak!"
"Mas Reza jahat ih, aku mau kesana. boleh ya aku kangen sama anak anak kangen Langit juga" rengek Melisa sambil mencubit kecil dada suaminya yang tak memakai baju.
"Suruh mereka kesini, gak usah kamu yang kesana" titah Reza lebih tegas.
Bayangan uluran tangan Ricko saat di klinik masih membekas di pelupuk matanya, terlebih saat ia tahu bahwa sang istri juga satu mobil saat kembali kesini.
Walau ia tak memungkiri jika memang harusnya ia berterima kasih pada Ricko. Namun kecemburuan telah menutup mata hatinya.
****
Pagi ini Melisa bangun lebih dulu untuk menyiapkan keperluan suaminya, walau tak se perih kemarin namun ia masih sesekali meringis kesakitan.
Terkadang ia harus berhenti sejenak saat berjalan terlalu cepat.
Reza yang memperhatikannya hanya tersenyum kecil, ada rasa gemas dan Kasihan melihat kondisi sang istri sebab semua itu tak lain karna ulahnya sendiri yang sudah mengobrak Abrik lahan perhutanan dengan tugas Patrolinya.
"Masih sakit banget?" tanya Reza saat Melisa memakaikan dasi dilehernya.
"Sedikit" jawabnya malas, ia masih merajuk karna tak diijinkan keluar rumah.
__ADS_1
Reza yang paham dengan nada bicara sang istri langsung membawanya ke tepi ranjang, mendudukkan tubuh langsing itu di atas pangkuannya.
"Aku tuh sekarang takut kalau kamu gak ada" lirih Reza.
Melisa masih diam, ia sedang memperhatikan raut wajah sang suami yang mendadak sedih.
"Aku gak akan kemana-mana" jawabnya kemudian, ia tahu maksud dari perkataan Reza.
"Terimakasih,Ra!" Reza menghela nafasnya berat.
Reza lalu mencium kedua pipi istrinya sekilas.
"Ini mau begini aja?" kekeh Reza.
"Eh, kamu yang narik aku duluan" Elak Melisa malu.
"Ya udah yuk, kita turun sarapan" ajak Reza Kemudian yang dibalas anggukan kecil oleh istrinya.
Keduanya menuruni tangga sambil saling menggenggam tangan, raut bahagia jelas terlihat di wajah mereka.
"Pagi, Mah.Pah" sapa Reza dan Melisa.
" Pagi" sahut kedua orang tuanya bersamaan.
"Iya, Pah"
"Adek kapan pulang,Mah?" tanya Melisa yang merasa kesepian jika adik iparnya itu tak ada.
"Bilangnya lusa, Mel" jawab mama.
"Sepi banget kalo si adek nginep di sana" ujar Reza, ia pun merasakan hal yang sama.
"Disini juga dia kesepian gak ada temen, kalau disana kan ada Nusa" timpal papa.
"Aku boleh gak kalau kesana" pinta Melisa.
Reza langsung menoleh kearah istrinya.
"Kemana?" tanyanya kemudian.
__ADS_1
"Ketempat adek nginep, bukannya itu rumah adiknya mama?"
"Iya, Mel.. nanti kapan-kapan kita kesana ya, cuma harus atur jadwal dulu biar bisa ketemu" jawab mama.
"Kenapa? sibuk banget ya, Mah?"
"Mereka pejabat negara, jadi sering keluar"
Melisa hanya mengangguk paham, namun jauh di relung hatinya, ia sangat malu ternyata memang benar jika keluarga suaminya bukanlah berasal dari kalangan biasa.
***********
"Siang, Pak" sapa Viana saat melihat bos besarnya kembali ke kantor.
"Siang, Vi.. gimana kantor?"
"Beres, Pak semua bisa kita handle" jawab Viana yang membuat Reza merasa lega.
Selama masa terpuruknya ia sama sekali tak pernah tau bagaimana perusahaannya, semua kewajiban juga pekerjaan ia limpahkan pada orang orang kepercayaannya namun masih di bawah pengawasan Papa.
Reza langsung masuk kedalam ruangannya membuka jas lalu duduk di kursi kebesarannya, sebelum ia membuka laptop ia raih lebih dulu sebuah Figura yang terpampang fotonya bersama sang istri.
"Kesayangannya aku, kalau di Rayu jadi KHUMAIRAH, kalau tidur jadi cicak, eh sekarang berubah jadi pinguin" kekeh Reza sambil mengusap foto mereka.
"Jangan pergi lagi, tetaplah bersamaku apapun yang terjadi"
Tok tok tok..
Suara ketukan pintu membuyar kan lamunan Reza, dan saat ia menoleh betapa terkejutnya saat ia melihat siapa yang sudah berdiri di ambang pintu.
Seseorang yang tak pernah terfikir kan akan datang menemuinya.
"Mau apa?" tanya Reza sinis.
ππππππππ
Like yuuuuuuukkkk.
banyak like banyak pahala loh..
__ADS_1
apalagi mau komenπ€π€π€..
ππππππ