Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra bab 130


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Kita berbeda, Bu...


Tasbih ditanganmu takkan bisa bersatu dengan salib yang menggantung di leherku.


Bahkan meski Tuhan itu satu..


Tapi tetap saja Amin kita tak akan pernah sama!


Maaf......


Gadis itu bangkit dari duduknya menghampiri Bumi yang tertunduk lemas, ia menarik kepala pemuda itu kedepan dadanya. Yayang mengusapnya dengan begitu lembut saat ia dengar ada Isak tangis yang begitu lirih, Bumi tak mampu berkata apa-apa, dadanya begitu sesak Karna harapannya tiba-tiba hancur hanya karna sebuah KEYAKINAN.


.


..


"Bu..." panggil Yayang, ia pun tak hentinya mengusap air mata.


Tangis dalam diam itu sangat menyakitkan.


"Diam! aku tak ingin bicara!" ucapnya dengan suara parau.


Kahyangan yang masih memeluk pemuda itu hanya bisa menghela nafas, apa yang dirasakan Bumi tentu ia juga merasakannya meski perasaannya belum sekuat dan sedalam Bumi tapi pemuda ini mampu memberikan ia rasa nyaman yang luar biasa karna sikap dan caranya melindungi, belum lagi saat ia menjadi satu-satunya dalam hati Bumi.


Pemuda itu tak pernah menoleh kelain arah jika sedang bersamanya.


Bagi Bumi, Kahyangan adalah pusat dari seluruh hidupnya.


" Jika kamu ingin mundur, aku persilahkan. Tapi satu hal yang harus kamu tahu kalau aku akan tetap disini mengulurkan tangan bila nanti kamu menoleh lagi padaku" ucap Yayang, gadis itu tak sanggup lagi saat tubuh Bumi seakan ia rasa tak bertulang.


"Aku mencintaimu!" gumam Bumi hampir tak terdengar.

__ADS_1


"Aku tahu ! aku tau kamu sangat mencintaiku. Aku wanita paling beruntung yang bisa di mendapat begitu besar cinta darimu" balas Kahyangan disela Isak tangisnya.


"Jangan pergi, tetap bersamaku, ku mohon!" pintanya yang malah menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Kahyangan.


Keduany saling memeluk begitu erat bahkan Bumi akan lebih histeris jika saja ia tak menggigit bibirnya.


"Aku Takan pergi, sudah cukup aku pernah melepaskan dan untuk kali ini aku akan coba bertahan" jawab Yayang sambil mengusap punggung Bumi.


pemuda itu mengurai pelukannya, Yayang tersenyum saat melihat wajah tampan Bumi kini sangat berantakan dan kacau, matanya merah sembab dengan kebasahan di kedua pipinya.


Kahyangan menghapus jejak air mata itu dengan ibu jarinya yang lembut.


"Bibirmu berdarah" ucap Yayang.


"Hatiku terlalu sakit untuk menerima semua ini, Yang" jawab Bumi, ia bahkan tak merasa perih sama sekali karna hanya luka perasaannya yang ia rasakan.


"Ku obati sebentar ya" Gadis itu bangun kemudian berjalan menuju rak kecil samping lemari pendingin.


"Tahan ya, mungkin sedikit perih" ucapnya saat kembali, keduanya duduk berhadapan.


Bumi menahan tangan mungil gadis itu yang hendak memberikan obat di bibirnya.


"Kenapa? Biar aku obati lukamu"


Bumi menggeleng kan kepalanya, iapun menangkup wajah cantik Kahyangan yang sudah tersimpan rapih di lubuk hatinya yang terdalam.


"Aku tak butuh itu semua, Yang"


Tangannya kini perlahan turun ke leher jenjang Kahyangan, dengan sangat pelan ia menarik tengkuk gadis itu sampai akhirnya kedua bibir mereka bersatu.


Bumi menyesap lembut bibir ranum Yayang, pasangan itu memejamkan kedua matanya untuk saling menikmati sentuhan yang baru pertama kali mereka rasakan seumur hidup.


"Kamu milikku, akan selalu menjadi milikku" tegas Bumi setelah puas berciuman.

__ADS_1


"Aku akan selalu bersama, mari berjuang bersama walau lelah itu akan ada" balas Kahyangan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ya, aku akan berjuang bersamamu karna saingan ku bukan lagi ciptaannya melainkan PENCIPTANYA.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Kisah mereka cuma 1 konflik ya..


Lebih ke kesabaran keduanya berjuang 🀭🀭


si kakak udah silaturahmi bibir duluan πŸ˜‚


Batu aja di tetesin air lama lama bisa bolong, apalagi cuma batako yang di tabrak si kakak juga rubuh πŸ˜‚πŸ˜‚.


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️β™₯️

__ADS_1


__ADS_2