
🌻🌻🌻
BRUUKKK
"Ih, apa sih?" sentak bumi saat kakaknya menjatuhkan tubuhnya dengan sangat keras.
"Pengen pipis"
"Pipis toilet, Napa sini sih?" sungutnya lagi karna tidurnya merasa terganggu.
"Anterin, ayo" rengek Ay pada adiknya.
"itu pintunya deket, ih" sahut Bu menunjuk sebuah pintu Bergambar kucing ajaib.
"Takut, Dek"
Bumi mendengus kesal sambil bangun dari tidurnya, menyibakkan selimut dan bergegas turun lebih dulu
"Cepetan!"
"Iya, galak galak aja ih" cebik Ay pada si tengah yang sudah menyilang kan kedua tangannya di dada.
Air tak pernah berani masuk kedalam kamar mandi sendiri jika malam hari, ia akan terus merengek pada Adiknya agar mau menungguinya di depan pintu seperti halnya malam ini.
"Udah, yuk bobo lagi" ujarnya sambil terus berjalan ke arah tempat tidur.
"Kok kasur aku?" kata Bumi saat melihat kakaknya meringsek masuk kedalam selimut nya yang bergambar kartun kesukaannya, bus kecil berwarna biru muda.
"Kakak bobo sini ya" sahutnya dengan senyum lebar hingga terlihat seluruh gigi putih bersihnya
"Tidur sana, ah" unjuk bumi ke kasur Ay yang bergambar Spongebob kuning.
"N'Da mau, sini aja" jawabnya keukeh malah kini ia sudah memeluk bantal guling milik Bu.
Bocah pendiam itu hanya menggeleng kan kepalanya dengan raut wajah kesal, ia sudah bisa membayangkan akan menjadi korban ke lasakan tidur sang kakak malam ini.
"Tidurnya diem ya, jangan dorong dorong aku atau tendang aku" ancam Bumi sebelum ia memejamkan matanya.
"Hem" jawab Ay dengan mata sudah terpejam.
***
__ADS_1
Pagi hari gelak tawa sudah meriuhkan ke seisi dapur kotor di lantai bawah, karna si sulung Ay yang ikut menyiapkan sarapan pagi bersama para pelayan, ada saja yang ia lakukan dan ia usili yang akhirnya berujung kehebohan.
"Udah yuk, kita tunggu di meja makan" ajak mama pada cucu tampannya itu.
"Kan belum di taruh kerupuknya" elak Ay yang tak ingin beranjak.
"Iya, nanti semua masuk kok kedalam wadahnya, yuk kita liat oppa lagi apa sama adek" mama terus merayu Air agar mau keluar dari dapur, kebiasaannya yang sering membantu Melisa memasak sering terbawa jika dirumah kakek neneknya.
"Yuk!"
Mama menghela nafas saat Air lebih dulu berlari keruang tengah sambil berteriak.
Kok mama jadi balik kaya ngurus kamu pas kecil lagi sih, Za..
Ay tuh kamu banget !!
Gumam mama dengan senyum hangat sambil terus menatap punggung kecil Air yang terus berlari.
"Burungnya mandi lagi?" Tanya Ay pada papa saat pria paruh baya itu menjemur burung burung peliharaannya.
"Kan kemarin udah, jangan setiap hari nanti sakit" jawab papa.
"Kakak mandi tiap hari gak sakit, oppa?" selorohnya polos, namun langsung mendapat sorotan tajam dari Bumi.
"N'Da, kakak itu NaGa" jawabnya penuh penekanan.
"Hem, apa ya kok oppa lupa sih?"
"Iiiiih...NaGa. aNAk GAnteng!" ucapnya penuh penekanan.
"Ganteng aja apa ganteng banget?" goda mama yang kini sudah ikut bergabung.
"Ganteng banget, kalo ganteng maksimal itu punya papa, hihihi" tawanya sanbil menutup mulut.
"Kalo kakak Bu, ganteng banget juga ya" kata mama.
"Bu ganteng doang, gak mau ngomong, haha" ejeknya dengan tawa lepas.
"Biarin!" sahutnya ketus.
"Tuh kan, ngomongnya satu doang"
__ADS_1
"Sudah, ayok sarapan lalu kita kerumah sakit jenguk adek" ajak mama, sebelum Ay menangis tentunya.
"Gak jemput Abang?" tanya Bumi serius.
"Nanti Abang nyusul sepulang sekolah, ok"
Kedua bocah tampan itu langsung mengangguk paham, mama langsung menuntun tangan mungil Bumi menuju meja makan, begitupun dengan papa, tangan kekarnya yang hangat menggenggam erat tangan kanan Air agar tak lari darinya.
"Ish, pada lama banget sih" kata Ameera, gadis remaja cantik itu ternyata sudah duduk manis di meja makan siap untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
"Tumben udah turun?" tanya mama aneh pada anak gadisnya itu, biasanya Ameera harus di ancam lebih dulu jika harus bangun pagi.
"Iya, mau berangkat pagi, mah" sahutnya nya yang hanya menyantap roti gandum panggang dengan selai kacang.
"Aunty tau gak?" tanya Ay tiba-tiba.
"Gak, kan kakak belum bilang" jawabnya Santai.
"Ini kerupuknya siapa hayo yang goreng?"
"Hem, pasti kakak iya kan?, haha" seloroh Ameera, ia sudah sangat hafal dengan celoteh keponakannya itu.
"Bukanlah, mbak yang goreng kakak cuma masukin dalem topes tuh" unjuk nya pada wadah besar di ujung meja makan yang berisikan kerupuk udang kegemarannya.
"Ish, nyebelin banget!" sungut Ameera kesal, jika ia menjawab mbak yang menggoreng pasti Ay akan mengelak jika ia yang melakukannya, begitu saja terus drama perdebatan antara Ameera dan Air sampai lebaran monyet tiba.
.
.
.
.
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Thor Napa gue dibawa bawa sih 🙈🐒🐒🐒
Au ah kesel juga sama si Ay.
pengen nyium bapaknya gak kena kena 😭😭😭
__ADS_1