Suami Dadakan

Suami Dadakan
extara bab 67


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


Gue aja jajan masih di kasih orangtua gue, ngapain juga gue jajanin Lo!!!


"Aku mau pulang!" cetus Rizka yang sudah bangun sedari tadi, tak terima dengan kata-kata kekasihnya.


"Iya, hati-hati di jalan ya, dadah cantik" teriak Ay saat kekasihnya benar benar pergi.


Ay menatap punggung gadis itu dengan senyum kecil, selama ini tak ada satupun yang ikhlas menemaninya jika sedang berkunjung ke pinggiran kota, panti asuhan atau pun panti jompo.


Seringnya Melisa mengajak ia dan saudaranya yang lain ke tempat tempat seperti itu ternyata membekas dalam hatinya hingga saat ini tanpa kedua orang tuanya tahu.


Ia selalu menyisihkan uang jajannya Setiap bulan yang masuk kedalam rekening pribadinya untuk sekedar membeli makan siang yang layak atau jajanan kecil asal bisa melihat anak-anak itu tertawa bersama.


"Ih, ngelamun!" suara seorang gadis membuyarkan lamunan Air.


"Lama gak?, pacar kamu kabur lagi?" tanya si gadis sambil terkekeh.


"Iya nih, sedih banget. Aku tuh sering banget di tinggal cewe disini dan untungnya aku punya kamu, Yang" jawab Air dengan wajah sedih yang ia buat buat.


"Hahaha, aku tuh kaya cewe penampung cowok lagi patah hati" sahut Kahyangan


"Ada kamu yang nyambungin" goda Air yang di balas pukulan dari gadis cantik itu.


"Gak mempan aku di rayu kamu"


Gadis itu bangun dari duduk meninggalkan Air yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Yang, tunggu!" teriak Air yang berlari menyusul gadis berambut panjang sepinggang itu.


Kini Air dan Kahyangan duduk di tengah tengah anak anak yang sudah menghabiskan makan siang nya, keduanya selalu datang seminggu sekali meski hanya sekedar bermain atau mengajarkan Calistung.


Anak-anak jalanan atau anak yang memang tak mampu itu selalu menyambut kedatangan mereka dengan antusias, bahkan ada tiga orang yang kini sudah bersekolah berkat Air dan kahyangan.


"Yang sudah selesai berhitung bisa ambil bingkisannya di sana ya" titah yayang pada anak-anak.

__ADS_1


"Iya, kak....." sahut mereka berbarengan.


Tiga puluh menit sudah, kini saatnya mereka pun ikut pulang setelah anak anak selesai mengerjakan tugasnya dah mendapat hadiah kecil untuk di bawa pulang.


"Makan dulu yuk, aku laper" ajak Air pada Yayang yang masih membereskan barang-barangnya.


"Iya, aku juga tapi cari tempat yang enak buat duduk santai ya" pintanya.


"Siapa sayang" kekeh Air, gadis itupun langsung memukul bahu Air dengan tasnya.


"Yayang, bukan sayang" ocehnya sambil naik ke atas motor.


"Dari pada aku sebut kamu sarang, hahaha" goda remaja tampan itu.


"Cepet jalan, jangan gombal mulu"


Air yang masih tergelak menyalakan mesin motor besarnya, ia melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang begitu pelan karna gadis yang duduk di belakangnya itu tak pernah mau memeluknya.


"Bisa nyampe lebaran kuda, Yang" gerutu Air yang sudah gatal ingin menarik gas Motornya.


"Yang penting nyampe!" jawabnya.


Yayang yang sudah hapal dengan Air hanya tersenyum di balik punggung lebarnya.


.


.


.


.


"Nah, nyampe kan?" kata Yayang setelah tiba di sebuah restauran sederhana berbentuk lesehan


"Ya udah cepetan, aku laper" Air Langsung menarik tangan gadis itu masuk kedalam restaurant.

__ADS_1


Setelah memesan beberapa menu makanan kini mereka duduk berhadapan, sambil menunggu pesanan datang ternyata Air memilih membalas beberapa chat dari kekasih juga keluarganya.


Sedangkan kahyangan hanya diam memperhatikan pria di depannya itu..


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku yakin pernah bertemu dengan mu sebelum nya.. tapi entah kenapa, kamu seperti sulit ku gapai??


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Kalian.


kaget gak?


Kaget gak?


kaget ya... masa enggak 😂😂😂😂


Wah... kok yayang sama Kakak Ay sih 🤭🤭🤭


Gimana tuh teh..

__ADS_1


Hayo yang gak ikhlas Bumi patah hati sini merapat


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2