
π»π»π»
Melisa langsung menutup tubuhnya lagi dengan selimut setelah sadar akan maksud dari perkataan suaminya.
"Enggak,Ra.. udah sini kita tidur aku juga cape"
"Beneran gak diapa-apain lagi?" tanya Melisa yang masih memegang erat selimut bagian dadanya.
"Enggak, sayang.Udah pagi juga tuh"
Reza melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan lebih dari jam lima pagi.
"Tidur dulu yuk, nanti siang nambah lagi" goda Reza yang sudah menepuk dada polosnya tempat dimana sang istri setiap malam menempel.
"Ih, belum apa-apa udah niat" cibir Melisa kesal namun dengan cepat ia meringsek mendekati suaminya.
"Enak tau!" bisiknya pelan namun mampu membuat Melisa merinding geli..
Reza memeluk erat sang istri dalam dekapannya, tak lupa ritual CapCipCup yang selalu mereka lakukan sebelum tidur, usapan lembut tangan sang suami di punggung Melisa mampu membuat gadis cantik ini cepat terlelap kealam mimpi.
"Terimakasih,Ra.. kamu wanita yang mampu menjaga kehormatan mu selama ini" di kecupnya lama kepala istrinya sebelum iapun terlelap karna rasa lelah.
*********
Sinar matahari yang terik mampu membuat pasangan pengantin yang baru mereguk nikmat dunia ini bergeliat.
Reza sedikit membuka matanya saat merasakan ada pergerakan di dadanya.
"Tumben belum bangun!" gumamnya saat melihat Melisa kembali tertidur.
"Lumayan ah, bonus dikit" kekeh nya dengan senyum jahil.
Reza menyibak selimut yang menempel sebatas leher istrinya.
"Wiih, banyak juga ternyata hasil karya gue" ucapnya bangga saat melihat banyak tanda merah diarea tebing sampai dua buah gunung Everest milik istrinya.
"Nambahlah, biar genap, ckckck"
perlahan namun pasti kini ia kembali berulah, tak puas hanya itu tangannya pun mulai beraksi saat menyentuh hutan belantara.
"Eugh"
__ADS_1
Melisa bergeliat saat tangan Reza mulai mengadakan patroli hutan!
Tak ingin aksinya kembali gagal, kini Reza langsung membungkam bibir sang istri dengan sentuhan hangat, sambil berusaha menancapkan pentungan nya di area hutan belantara.
ini sih beneran keenakan sampe gak bangun!
Reza terkekeh setelah menuntaskan tugas patrolinya.
Rasa lelah bercampur keringat yang membanjiri tubuh polosnya membuat ia kembali terlelap bersama sang istri tak perduli jika hari ini ia harus meringkuk seharian dibawah selimut Melisa.
"Awww"
"kenapa, Ra?" tanya Reza dengan mata sedikit terbuka.
" Sakit banget, aku kebelet" ucapnya meringis.
"Ayo aku bantu"
Reza langsung bangun dari tidurnya, meraih bathrobe untuk ia kenakan, sedang sang istri hanya dililitkan selimut sampai menutupi semua tubuh polosnya.
Ia menggendong ala bridal style masuk kedalam kamar mandi, menurunkannya lalu melepas selimut itu membuat Melisa panik.
"Haha, gemesnya!" kekeh Reza yang baru melihat tubuh polos sang istri.
"Belikin selimutnya" rengek Melisa sambil menahan malu.
"Katanya tadi kebelet,udah sana" Reza terus saja menggoda.
"Gak bisa jalan, sakit banget"
Matanya kini mulai berkaca-kaca menahan perih dan sakit.
"Maaf, Ra!"
****
Selesai dengan ritual mandi bersama yang pertama kalinya mereka lakukan Reza kembali menggendong Melisa menuju tempat tidur.
"Tunggu di sini, aku ambilin baju"
"Gak usah,Mas. aku bisa ko" cegah Melisa saat suaminya hendak menuju lemari.
__ADS_1
"Gak apa-apa, aku ambil"
Reza dengan cekatan mengurus Melisa, membantu memakaikan baju juga menyisir rambut panjangnya.
"Aku pesen makan dulu ya"
Melisa hanya mengangguk, ada senyum manis menghiasai wajah cantiknya yang sedang merona karna perlakuan manis sang suami hari ini.
Sambil menunggu pesanan makanan datang, keduanya hanya mengobrol diatas tempat tidur rasa sakit yang masih Melisa rasakan saat bergerak membuatnya hanya bisa duduk bersandar.
"Mau aku suapin?" tanya Reza.
"Gak usah, aku bisa makan sendiri"
"Makan yang banyak, karna mulai hari ini kamu harus punya banyak energi"
" Tiap hari juga aku makannya banyak" kekeh Melisa sambil mengaduk aduk kuah SOP iga bening keatas piring yang berisi kan nasi hangat.
"Mulai hari ini beda, Ra!"
"Bedanya?"
"Kamu punya tugas lain sekarang, harus sedia setiap saat pas aku mau adain patroli dadakan di hutan belantara atau cuma sekedar gelar Piknik di puncak gunung"
Melisa mengerutkan dahinya, menatap Sang suami dengan tatapan penuh tanya.
"Masih gak ngerti juga?"
Melisa menggeleng kan kepalanya.
"Makanya jangan tidur mulu, ckck"
,ππππππππ
padahal kan babang Reza yang nyuruh tidurππ..
Enak ya bang udah bisa rasain hot hot pop..
π€£π€£π€£π€£
Like komennya yuk cepet ramaikan β€οΈβ€οΈ
__ADS_1