Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 238


__ADS_3

🌻🌻🌻


Semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan, menempati kursinya masing masing seperti biasa, namun bukan Air namanya jika tak melakukan hal yang bisa membuat semua orang heboh.


"Kakak kan disana" jerit si bungsu yang kesal saat kursinya di pindahkan.


"Kakak mau deket adek gede" ucapnya sambil terus mendorong kursi ke dekat Aunty nya, Ameera.


"Aunty kak.. Aunty!" protes Ameera.


"Kata papa Adek, adek aku kecil tapi kalo Ade papa gede, ha-ha-ha"


"Kakak, pindah sini" titah Reza yang yang mulai pusing dengan tingkah si sulung.


"Kamu kapan diem nya sih?, muter Mulu kaya gangsing!" oceh Reza sambil menggendong tubuh kecil itu agar duduk di tempatnya.


Melisa mulai memijit pelipisnya, kepalanya sering berdenyut jika mendengar kegaduhan dari anak-anaknya.


"Ra..." ucap Reza pelan sambil menyentuh tangan istrinya.


"Hem, iya Mas"


"Kenapa?, pusing ya?" tanyanya, ia sudah sangat hafal jika KHUMAIRAHnya sudah diam begitu.


"Sedikit!" jawabnya pelan, ia tak ingin yang lain khawatir terutama anak-anaknya.


"Ayo makan, habis ini kita jalan jalan" ucap papa yang langsung menjadi pusat perhatian.


"Serius?" tanya Ameera.

__ADS_1


"Ya, makanya cepat makan, kita jalan-jalan ke mall, gimana?"


"Aseeeeekkk" Seru si kembar berbarengan dengan tepuk tangan kecil, Sedang Ameera hanya tersenyum simpul otaknya sedang bertraveling ria mulai me list apa saja yang akan ia beli.


"Ini otak kamu lagi mikirin apa, Dek?" tanya mama yang tau apa yang dipikirkan anak bungsunya itu..


"Semua, hahahaha"


Makan malam di lakukan dengan begitu cepat tak ada drama dari ketiga bocah menggemaskan itu, semua menghabiskan makanannya masing-masing.


"Habis!" ucap si cantik yang selalu paling akhir jika makan.


"akhirnya...... " ujar Air dengan membuang nafas karena ia mulai bosan menunggu adik perempuannya itu.


"Yuk, Pah" ajak Ameera dengan sangat antusias.


Melissa yang sudah direngkuh Reza hanya menikmati keseruan ketiga anak anaknya.


Saling menjahili atau saling mengejek sudah biasa baginya.


"Ya, hallo" sapa papa saat sambungan teleponnya terhubung.


"Tutup grand mall sekarang, Saya akan kesana bersama keluarga saya jangan lupa untuk mensterilkan semuanya, dan pasti kan tidak ada pengunjung lain!" titah papa pada GM mall miliknya.


"Cakeeeeeeep!" ucap Ay dengan dua jempol nya.


Begitulah keluarganya saat ini, paham dengan Kelakuan cucu sulungnya yang super aktif, pria paruh baya itu tak ingin mengambil resiko yang memungkinkan hilangnya Air untuk kedua kalinya.


Ya, lima tahun lalu cucu kesayangannya pernah hilang di area Mall karna mengejar satu pengunjung yang menurutnya begitu aneh, semenjak kejadian itu jika keluarganya ingin bermain papa akan memerintahkan Mall miliknya tutup sampai ketiga cucunya itu bosan bermain.

__ADS_1


"Shoping shoping shoping!" kekeh Ameera dengan binar mata yang sangat cerah.


"Huft, maunya!" cibir Reza.


"Iya dong, kalo sama papa kan bisa ambil apa aja, haha" jawabnya sambil tertawa.


"Jagain tuh krucil krucil, jangan malah sibuk belanja" kata Reza menunjuk tiga anaknya.


"Aku mau sama Bu aja, ok sayang" ujarnya mencium pipi keponakan keduanya.


"Enggak, Bumi sama Abang" protes Reza.


"Siapa aja deh, yang penting jangan sama kakak Ay" sahutnya sambil melirik musuhnya itu.


"Kakak juga gak mau sama Adek gede" ejeknya dengan menjulurkan lidah


"Eh tumben gak nangis" goda Ameera pada Air.


"Air matanya gak keluar, belum di isi lagi" jawabnya asal yang langsung membuat semua orang tertawa.


💦💦💦💦💦💦💦💦


Ntar mak othor bawain Air se ember ya kak 😂


buat isi ulang air mata kamu.


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_1


__ADS_2