
🌻🌻🌻🌻🌻
Malam ini Reza dan istrinya kembali bersiap pulang ke apartemen diantar oleh Langit, pasangan suami istri itu sempat melakukan perdebatan kecil saat Melisa menolak untuk pulang Karna masih merindukan saat-saat bersama kedua mertuanya.
Akhir pekan ini kita nginep lagi ya, aku janji!
Itulah yang diucapkan Reza saat sang istri merajuk padanya, Hati KHUMAIRAHnya pun Lo langsung luluh seketika.
.
.
Sampai di apartemen Langit langsung kembali pulang Karna kedua adiknya yang lain tak ada disana, Bumi ada pertemuan saat makan malam sedangkan Air ada dirumah sakit bersama Hujan, mereka yang berniat mampir ternyata di tolak si sulung dengan alasan Hujan sudah membaik, padahal kenyataannya ia hanya tak ingin gadis itu merasa tak nyaman karna ia tahu suasana hati Hujan sedang tak baik.
Sebagai seorang pemuda dengan gelar playboy, Tentu Air sudah paham hal itu karna ia sering menjadi korban kekesalan tak jelas dari para kekasih nya jika sedang mengalami tamu bulanan.
"Aku padahal pengen nengok Hujan, Mas" keluh Melisa.
"Lain kali, lusa kita kerumahnya ya" ucap Reza menghibur Melisa.
"Tapi aku gak mau ketemu sama bundanya"
Reza mengernyitkan dahinya bingung.
"Emang bunda Hujan kenapa?" tanya Reza pura-pura tak mengerti dengan maksud sang istri.
"Matanya itu loh, Mas" jawabnya kesal.
"Matanya dua kan!" kekeh Reza, ia memang tahu jika istri tercintanya itu tak nyaman sedari awal saat mereka bertemu.
Jika sudah begitu biasa nya Melisa akan lebih banyak diam dan menunduk sambil mendesah kesal dan disaat itulah peran Reza sebagai Suami setia ia tunjukan, ia akan menggenggam tangan sang istri dengan lembut untuk mengalirkan rasa cintanya dan meyakinkan wanita itu bahwa ia hanya miliknya seorang.
__ADS_1
"Aku gak suka liat caranya natap kamu, Mas"
"Meski ada ribuan mata wanita yang menatapku, tapi kedua mataku hanya menatapmu, Ra. Apa itu belum cukup membuktikan betapa aku mencintaimu?"
"Huft" Melisa membuang nafas kasar sambil berhambur memeluk suaminya, pria yang selalu ada untuknya setiap saat.
"Aku juga mencintaimu, Mas. Sangat!"
Keduanya berpelukan, lebih dari dua puluh tahun bersama tak mengurangi keromantisan mereka, sikap dan sifat yang tak pernah berubah justru semakin mengeratkan cinta keduanya.
*******
# Dirumah sakit.
Iya, satunya di langit sedangkan yang dua ada Dimata Lo!
Hujan langsung memalingkan wajah saat Air menggodanya.
"Kenapa, malu ya?" kata Ay.
"Gue mau pulang" pinta Hujan.
"Emang udah enakan, minta pulang?"
Hujan membuang nafasnya pelan.
"Takut bunda nyariin, ponsel gue mati" ujarnya lirih.
Air bangun dari kursi plastik kemudian pindah ke atas ranjang duduk di sebelah Hujan.
Tangan keduanya kembali saling menggenggam tapi gadis itu tak berani menatap Air .
__ADS_1
"Hubungin pake ponsel gue aja ya. Lo istirahat disini sampe gak sakit lagi" saran Air, ia masih ingat bagaimana tadi Hujan meringis kesakitan.
"Ini udah enakan kok, Ay"
Air menggelengkan kepalanya tak setujui dengan permintaan Hujan, ia merogoh saku celananya untuk meraih benda pipih yang ia simpan disana.
"Telepon bunda, bilang kalo Lo disini" titahnya sambil menyerahkan ponselnya pada Hujan.
Meski ragu, akhirnya ia meraihnya juga, namun ia menautkan kedua alisnya saat layar benda pipih itu terkunci.
" Apa sandinya?"
.
.
.
.
.
.
Air Hujan!!
🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️
cih bucinnya mulai 🤣🤣🤣🤣
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
__ADS_1