
π»π»π»π»
"Woy... kemana aja sih Lo!"
"Ke apartemen gue sekarang, gue lupa kasih makan si Kuya"
"Gue gak terima penolakan!, Dateng sekarang atau gue suruh bini Lo nyusul gue kesini!". Ancam Reza pada adik iparnya
Melisa menggeleng kan kepalanya, sudah lebih dari lima tahun suami dan adik iparnya itu selalu saja bertengkar tentang hal sepele yang seharusnya tak perlu di ributkan.
Reza masih saja posesif terhadap Ameera meski gadis cantik itu sudah memiliki suami, rasa tak relanya bagai di duakan membuat Reza sering mencari alasan agar hanya ia yang menjadi pusat perhatian si gadis pirang.
"Mas Reza ada perlu apa emangnya sampe pagi-pagi begini udah telepon pake acara marah marah" tanya Melisa dengan nada lembut, ia tak ingin ada kesalahpahaman antara ia dan suaminya.
"Aku lupa belum beli makan si Kuya, aku udah terlanjur nyuruh mang Udin buat pulang kampung" jawab Reza yang sudah meletakan kembali ponselnya.
"Ya tapi gak usah pake teriak gitu, Mas"
Reza mendesah, menepis tangan istrinya karna kesal.
"Kamu sama adek sama aja! gak ada yang sayang sama aku"'
Pria yang memiliki rasa cemburu paling akut tingkat dewa itu bangun dari duduknya kemudian berlalu ke kamar mandi meninggalkan Melisa yang melongo karna di bilang tak menyayanginya.
"Makin tua makin aneh!" gerutu Melisa yang kesal.
.
"Aku belum tua, Raaaaaaaaaaa!!!!!!"
__ADS_1
*****
Air dan Langit sedang sibuk memasang umpan untuk memancing di danau buatan Persis di depan rumah sedang Cahaya sibuk menggoda Bumi yang sedang menggambar.
Melisa datang dengan nampan berisi sepiring buah-buahan di tangannya.
"Kak, Abang makan buah dulu sini" Melisa memanggil sambil berteriak.
"Kita udah kaya bayi ya Bang, di kasih buah Mulu" kekeh Air, keduanya berjalan menghampiri Melisa yang sudah duduk bersama cahaya.
"Makan dulu nih" Melisa menyodorkan sepotong buah melon ke mulut anak sulungnya.
"Manis banget kaya senyum mama" goda Air sambil tertawa.
"Aw....aw....aw... sakit Pah!"
Reza yang datang tiba-tiba langsung menjewer telinga Air.
"Beda x Pah beda!"
Pertengkaran kecil keduanya selalu mengundang gelak tawa yang lain, terutama si bungsu yang kadang sampai menitikan air mata.
"Udah ah, ribut terus" kata Melisa yang menarik tangan suaminya, menyuapi Reza dengan potongan-potongan kecil buah yang tadi di bawa
"Kalo gak mau di bilang tua jangan marah-marah terus, By" rayu Melisa sambil mengusap lengan Hubby nya.
"Aku emang belom tua, Ra" elak Reza.
"Dosa loh pah kalo menolak tua, hahaha" kekeh Cahaya dengan mulut penuh makanan
__ADS_1
"Jangan suka ketawa kalo lagi makan, kebiasaan ih" bisik Langit, Gadis itu langsung menelan apa yang memenuhi mulutnya itu.
"Iya Abang" jawabnya saat semua sudah masuk kedalam perutnya
"Pah, ini danau isinya ikan apa aja sih aku mau Mancing sama Abang" tanya Air serius.
"Ikan teri isinya" sahut Reza asal.
"Ikan terinya di goreng terus di kacang in gak Pah?" kata Air dengan mimik wajah datar.
"Iya dong, irisan bawang sama cabe nya juga banyak banget" tambah Reza.
"Gak lupa sayur asemnya kan, Pah?" timpal Cahaya.
.
.
.
.
Kakak mau Mancing wey... bukan mau liwetan!!!
.
.
πΊπΊπΊπΊπΊπ¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
__ADS_1
laper bang π€§π€§π€§
Like komen nya yuk ramai kan β€οΈπ